Pencarian Berita


Belajar Mendesain Pembelajaran Matematika Berbasis PMRI dan HOTS

Belajar Mendesain Pembelajaran Matematika Berbasis PMRI dan HOTS

SLEMAN -- Guru-guru Sekolah Dasar (SD) Muhammadiyah Kayen dan Sekolah Dasar (SD) Islam Terpadu Luqman Al Hakim mengikuti kegiatan pelatihan tentang High Order Thinking Skills (HOTS) dan Pendidikan Matematika Realistik Indonesia (PMRI) pada Sabtu, 3 Agustus 2019, yang dibuka Ketua Yayasan Mulia Yogyakarta Dr Mujidin, M.Si.

Pada kesempatan itu, Dr Mujidin, MSi memaparkan perihal tantangan-tantangan pendidikan saat ini.

Adapun kegiatan pelatihan ini merupakan kerjasama antara Program Studi Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta dengan dua pihak sekolah itu melalui Program Kemitraan Masyarakat (PKM) Kementrian Ristekdikti.

Seperti dijelaskan koordinator pelaksana kegiatan, Dra Widayati, M.Sc, kegiatan pelatihan itu telah dimulai sejak 12 Juli 2019 dan rutin diadakan setiap minggu di masing-masing sekolah. 

Sebagai narasumber dalam kegiatan pelatihan antara lain: Aan Hendroanto, M.Sc yang memaparkan tentang PMRI dan Meita Fitrianawati, M.Pd tentang HOTS. 

Dalam pelatihan ini, guru diajak untuk mendesain kegiatan pembelajaran berbasis PMRI dan HOTS untuk diimplementasikan di dalam kelas. 

Seperti dipaparkan Widayati, M.Sc, pelatihan dalam penggunaan media pembelajaran itu untuk mendukung integrasi HOTS dalam kegiatan pembelajaran. 

Di akhir kegiatan pelatihan yang telah berlangsung selama satu bulan ini ditutup oleh Kepala Sekolah SDIT Luqman Al Hakim Drs Ahmad Burhani, M.Si. "Pelatihan seperti ini sangatlah penting untuk guru," kata Drs Ahmad Burhani, MSi yang berharap ke depan kegiatan pembelajaran matematika di SDIT Luqman Al Hakim dan SD Muhammadiyah Kayen ini semakin berkualitas. 

Meskipun kegiatan pelatihan itu telah ditutup, tetapi guru-guru tetap mendapatkan pendampingan dari narasumber untuk mengimplementasikan desain yang telah dibuat di kelas. "Sehingga guru tidak hanya mendapatkan teori saja, melainkan juga mempraktekkan dalam pembelajaran di kelas secara langsung," tandas Drs Ahmad Burhani, MSi. (affan)