Pencarian Berita


3 Kompoltan Begal Sadis dan Pelaku Curanmor Diringkus Pegasus Medan Timur

3 Kompoltan Begal Sadis dan Pelaku Curanmor Diringkus Pegasus Medan Timur

MEDAN -- Aksi kriminalitas dilakukan oleh 3 (tiga) komplotan Begal sadis dan pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang kerap meresahkan warga Kota Medan akhirnya berakhir setelah Kepolisian Sektor (Polsek) Medan Timur melalui Tim Pegasus Medan Timur berhasil meringkus pelaku dari tempat yang berbeda pada, Senin (15/7/2019) kemarin.

Pernyataan ini disampaikan Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dr Dadang Hartanto SH SIK MSi saat memaparkan hasil tangkapan pelaku Begal dan pelaku Curanmor oleh Polsek Medan Timur yang di Komandoin Kapolsek Medan Timur Kompol Muhammad Arifin SH, Selasa (16/7/2019) di Mapolrestabes Medan.

Adapun pelaku yang diringkus Polisi yakni, Ipan Ardiansyah alias Gopal (24), warga Perwira II, Kelurahan Pulo Brayan Bengkel, Kecamatan Medan Timur. Gopal ditangkap di Jalan Pancing Gg Seroja, Kelurahan Mabar Hilir, Medan Deli, Senin (15/7/2019) sekira jam 11.45 WIB, dan turut juga mengamankan, Muhammad Ferdiansyah alias Popoy (17), warga Jalan Mabar III, Kelurahan Mabar Hilir, Kecamatan Medan Deli.

Diterangkan Kapolrestabes Medan, dari keduanya, polisi menyita barang bukti, 1 (satu) buah pisau yang digunakan para pelaku saat beraksi, 1 (satu) buah kunci L, 1 (satu) buah mata obeng yang digunakan untuk Curanmor, serta 1 (satu) buah sarang kunci kontak kreta Mio yang merupakan hasil curian.

Masih lanjut Kombes Pol Dadang, terhadap pelaku lainya, polisi juga meringkus, pria pengangguran bernama, Sopan Yohansyah alias Yoyo (21), warga Jalan Pelopor Tanjung Mulia Hilir, Kecamatan Medan Deli, diringkus dari kawasan rumahnya beberapa saat setelah, Gopal dan Popoy ditangkap.

“Ketiga pelaku diringkus berkat adanya informasi masyarakat atas keberadaan para pelaku dan juga setelah adanya laporan korban kepada Polisi,” ungkap Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Dadang Hartanto SH SIK MSi yang didampingi Kapolsek Medan Timur, Kompol Muhammad Arifin SH, dan Kanit Reskrim Polsek Medan Timur, Iptu Prasetiyo.

Dijelaskan Kombes Pol Dadang, para pelaku merupakan komplotan begal yang beraksi dengan cara menunggu korban di suatu tempat. Setelah melihat korban melintas mengendarai sepeda motor, para pelaku beraksi dengan mengikutinya dan menendang kendaraan korban hingga korban beserta kendaraannya terjatuh ke aspal.

“Sebelum berakasi, para pelaku awalnya duduk-duduk dipinggir jalan, dan ketika melihat korban, para pelaku mulai mengikutinya. Ketika memasuki kawasan sepi, pelaku pun mulai beraksi,” terang Kapolrestabes Medan.

Selanjutnya sambung orang nomor satu di Mapolrestabes Medan ini, para pelaku mengambil kendaraan korban dan meninggalkan korban yang terkapar di badan jalan.

“Tidak hanya di jalanan, para pelaku juga mencuri sepeda motor diparkiran dan rumah-rumah warga yang akan dijadikan korban dengan merusak kunci kontak sepeda motor menggunakan kunci letter T yang sudah disiapkan pelaku,” ungkap Kombes Pol Dadang.

Sambung Kombes Pol Dadang Hartanto membeberkan lebih jauh, aksi keji pelaku terungkap setelah, Ratna Delima Naibaho (48), warga Jalan Purwosari, Kecamatan Medan Timur, menjadi korbannya.

Korban yang berprofesi sebagai pedagang ini, dibegal saat melintas di Jalan Perkebunan, Kecamatan Medan Timur pada, Selasa (25/6/2019) pagi sekira pukul 06.30 Wib.

Pelaku yang melihat korban langsung menghampiri. Setelah itu, pelaku menendang stang spedamotor korban. Akibatnya, korban tersungkur ke aspal dengan sejumlah luka ditubuhnya. Sejurus kemudian, pelaku tancap gas mengambil kreta Honda Vario BK 4092 AIC milik korban.

“Akibat perbuatan pelaku, korban terluka dan harus rawat inap di RS Imelda Medan. Dari pengakuan tersangka, hasil barang curian sepeda motor korban telah dijual, dan hasilnya dibagi para para pelaku,” papar Kapolrestabes Medan.

Masih dalam paparan itu, Kapolsek Medan Timur, Kompol Muhammad Arifin SH menerangkan, bahwa para pelaku kerap menjual hasil curiannya dengan seorang yang biasa dipanggil Kancil di Jalan Marelan Pasar IV.

“Tim Pegasus sudah melakukan pengembangan, namun tidak menemukan keberadaan Kancil karena tidak jelas alamat pasti dari Kancil,” aku, Kompol M. Arifin.

Dari hasil interogasi oleh petugas, ternyata para pelaku sudah sering beraksi dan berhasil membegal di jalanan serta pencurian kreta di beberapa kawasan di Kota Medan.

Beberapa lokasi yang menjadi target kriminalitas pelaku diantaranya di Jalan Perkebunan, Kelurahan Pulo Brayan Bengkel, Kecamatan Medan Timur. Kendaraan yang dicuri adalah Honda Beat No.Pol : BK 2177 NAT, dengan modus menendang kreta korban dan mencurinya sewaktu korban terjatuh.

Para pelaku juga berhasil menggasak kreta Honda Vario No. Pol : BK 409 AIC dengan modus begal yang sama. Kemudia di Jalan Purwosari, Gang Hiligeo, Kelurahan Pulo Brayan Bengkel, para pelaku berhasil mengambil kreta dari depan rumah korban menggunakan Kunci T.

Selanjutnya di Jalan Perwira II, Kelurahan Pulo Brayan Bengkel dan berhasil menggondol kreta jenis Kawasaki BK 2430 AEI dari rumah korban menggunaka Kunci T.

Terakhir diakui para pelaku mereka mencuri kreta Honda Revo Fit No. Pol : BK 3066 AHZ dari parkiran Gereja Methodis di Jalan Karakatau Ujung. Saat diringkus dari pelaku, Polisi tidak mengamankan barang bukti sepeda motor milik pelaku yang digunakan dalam beraksi, bahkan kereta milik para korbannya.

“Masih dalam kasus ini, kita tetap akan kembangakan dan menindak lanjuti mengenai barang bukti dari penadah serta komplotan lainnya yang ikut terlibat,” jelasnya.(anto)