Pencarian Berita


Terbukti Lakukan Aniaya, Habib Bahar Smith Dihukum 3 Tahun Pidana Penjara

Terbukti Lakukan Aniaya, Habib Bahar Smith Dihukum 3 Tahun Pidana Penjara

BANDUNG - Terbukti melakukan penganiayaan terhadap 2 (dua) remaja,  Habib Assaid Bahar Bin Smith dihukum 4 (tiga) tahun pidana penjara. Terdakwa juga dikenakan hukuman pidana denda sebesar Rp50 juta Subsider kurungan 1(satu) bulan. Hukuman tersebut jauh lebih rendah dari Tuntutan JPU (Jaksa Penuntut Umum) yang sebelumnya menuntut agar terdakwa dihukum 6 tahun dan denda sebesar Rp50 juta subsider kurungan 3 (tiga) bulan.

"Mengadili, menyatakan terdakwa Habib Sayyid Bahar bin Smith terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan perbuatan melawan hukum melakukan tindak pidana secara bersama-sama dengan sengaja dan melawan hukum merampas kemerdekaan seseorang yang mengakibatkan luka-luka berat," ujar Edison M. SH., MH Ketua Majelis Hakim Edison M. SH.,MH  saat membacakan Putusannya hari ini (9/7/2019).


Dalam pertimbangan hukumnya,  lMajelis Hakim sepakat dengan Tim JPU bahwa Terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan perbuatan melawan hukum merampas mengakibatkan luka berat dan terang-terangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 333 ayat (2) KUHPidana dan atau Pasal 170 ayat (2) dan Pasal 80 ayat (2) jo Pasal 76 C Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 Tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak.

Dalam sidang yang dilaksanakan di Gedung Kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Bandung tersebut, dalam perkara ini, Majelis Hakim menilai Bahar bersama dua temannya, Agil Yahya dan Muhammad Abdul Basit, terbukti menganiaya dua remaja yakni CAJ dan MKU hingga babak belur.

Perbuatan itu dilakukan Bahar di Pondok Pesantren Ta'jul Alawiyin, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada tanggal 1 Desember 2018.

Bahar menganiaya karena kesal CAJ telah berpura-pura sebagai dirinya di Bali. CAJ berpura-pura sebagai Bahar atas perintah MKU.

Adapun hal yang memperberat vonis karena perbuatan Bahar mengakibatkan dua orang menjadi korban, merugikan nama dan santri di pesantren. Sedangkan hal yang meringankan adalah Bahar berperilaku sopan, menyesali perbuatannya, dan berdamai dengan korbannya. Ada penyesalan dari terdakwa yang sebelumnya sudah dikemukakan nya saat pemeriksaan sebagai terdakwa.

Menurut terdakwa, perbuatan itu ia lakukan semata-mata untuk menjaga harga diri istrinya dan dirinya sebagai cucu ke-31 dari Nabi Muhammad. Atas Putusan tersebut Tim JPU menyatakan pikir-pikir. (Y CHS).