Pencarian Berita


Pelapor Duga Ada Keterlibatan Oknum PDAM Dan Oknum Kejaksaan Dalam Pembangunan IPA Cikalong

Pelapor Duga Ada Keterlibatan Oknum PDAM Dan Oknum Kejaksaan Dalam Pembangunan IPA Cikalong

BANDUNG - Ada dugaan Keterlibatan bahwa oknum PDAM Tirtawening Kota Bandung dalam pembangunan proyek IPA (Instalasi Pengolahan Air) di Cikalong Kabupaten Bandung. Ini dapat dibuktikan dari tidak adanya upaya hukum dilakukan pihak PDAM terhadap kontraktor pelaksana.

Demikian antara lain diuraikan oleh Fidelis Giawa, SH dalam Suratnya  kepada Kejaksaan Tinggi Jawa Barat tertanggal 17 Juni 2019. Surat yang diserahkan kepada Kejaksaan Tinggi Jawa Barat per tanggal 24 Juni 2019 (hari ini, red), perihal : "Tindak Lanjut Dugaan Korupsi Pembangunan IPAM (Instalasi Pengolahan Air Minum) PDAM Tirtawening" merupakan tindak lanjut dari Surat yang telah disampaikan Fidelis Giawa, SH pada tanggal 8 Mei 2019 lalu.

Sebagai pelapor kasus dugaan mangkraknya pembangunan proyek tersebut, Fidel menyatakan, "Bahwa hingga surat ini saya buat, tidak ada upaya hukum dari pihak PDAM Tirtawening untuk meminta pertanggunjawaban hukum baik baik secara pidana maupun perdata kepada pihak pelaksana/kontraktor (PT. Karaga Nusa Pratama) proyek IPAM tersebut. Dengan demikian patut diduga adanya keterlibatan pimpinan PDAM Tirtawening baik secara langsung maupun tidak langsung pimpinan PDAM Tirtawening atas mangkraknya proyek IPAM Cikalong tersebut."

Pada bagian lain suratnya, Fidel menduga adanya keterlibatan oknum Kejaksaan dalam pembangunan proyek yang diduga terjadi tindak pidana korupsi. "...mohon kiranya Kejaksaan Tinggi Jawa Barat melaksanakan kewenangannya selaku penyidik tindak pidana korupsi untuk melakukan telaah dan pemeriksaan dalam pelaksanaan proyek IPAM Cikalong, serta menelaah kemungkinan keterlibatan oknum Kejaksaan Tinggi Jawa Barat dalam memback-up proyek mangkrak yang merugikan keuangan negara sehubungan terpasangnya plang di tiga lokasi proyek tersebut yang berbunyi : Pembangunan ini Diawasi Oleh Jaksa Pengacara Negara sebagaimana sebagaimana telah kami lampirkan pada surat tertanggal 8 Mei 2019."

Jaksa Agung diminta oleh Fidel untuk memeriksa keterlibatan oknum Kejaksaan Tinggi Jawa Barat. "Sehubungan adanya dugaan adanya oknum internal Kejaksaan Tinggi Jawa Barat dalam memback-up proyek tersebut, kiranya Pengawasan di tingkat Kejaksaan Agung dapat turun tangan untuk mencari dan menemukan adanya tindak pidana yang melibatkan oknum tersebut."

Pada bagian awal suratnya, Fidel antara lain menduga bahwa telah terjadi pertemuan antara pihak PDAM Tirtawening dengan pihak Kejaksaan Tinggi Jawa Barat baik di kantor maupun di kantor PDAM Tirtawening terkait proyek  mangkrak tersebut yang dapat dibuktikan melalui foto-foto pertemuan yang ada padanya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Kejaksaan belum merespon  adanya surat masuk dari pelapor. (Y CHS).