Pencarian Berita


UAD Yogyakarta Buka Prodi Sarjana Pendidikan Vokasional Teknologi Otomotif

UAD Yogyakarta Buka Prodi Sarjana Pendidikan Vokasional Teknologi Otomotif

YOGYAKARTA -- Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta sebagai salah satu Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di lingkungan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah V Yogyakarta, tahun 2019 ini menambah jumlah dosen bergelar doktor sebanyak 8 orang.

Diharapkan, pada tahun 2022 nanti, UAD Yogyakarta sudah bisa memiliki 300 orang bergelar doktor, yang saat ini dosen S1 dan S2 baru ada 659 orang.

Selain itu, seperti disampaikan Rektor Dr H Kasiyarno, M.Hum, UAD juga akan membuka lebih banyak program sarjana vokasi atau Diploma 4.

Dan, pada tahun ajaran 2019/2020 ini hanya akan menerima 50 orang mahasiswa untuk program studi Sarjana Pendidikan Vokasional Teknologi Otomotif.

Kini, UAD Yogyakarta sudah persiapkan untuk Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) 2019. 

Seperti dijelaskan Kasiyarno, pembukaan prodi baru Sarjana Pendidikan Vokasi Teknologi Otomotif dilatarbelakangi adanya peningkatan usia produktif.

"Tahun 2045 nanti akan terjadi bonus demografi, dan kalau tidak diantisipasi dengan baik akan terjadi pengangguran yang besar," kata Kasiyarno di depan Forum Wartawan UAD sebelum buka puasa bersama di Hotel Grand Dafam Rohan Jl Janti, Yogyakarta, Kamis sore (23/5/2019).

Untuk itu mereka perlu dibekali ilmu, hardskill dan softskill agar tidak terjadi bencana demografi dan pengangguran besar-besaran.

Bagi Kasiyarno, jumlah generasi yang produktif lebih besar dibanding warga yang tidak produktif.

Didampingi Wakil Rektor 1 Dr Muchlas, MT, Dr Budi Santosa (Kaprodi S1-PVTO) dan Ariadi Nugraha, MPd (Kepala Humas dan Protokoler), Kasiyarno juga menyinggung soal S1-PVTO yang merupakan program setara S1 yang mengaplikasikan 60 persen praktik dan 40 persen teori dalam pembelajaran. 

"Di tahun terakhir, mahasiswa akan melaksanakan magang di industri, baik di dalam maupun luar negeri," kata Kasiyarno.

Lulusannya setara dengan lulusan S1 dan bisa bekerja di pekerjaan yang selevel. Untuk studi lanjut, lulusannya dapat melanjutkan ke S2 maupun S2 terapan baik di dalam maupun luar negeri. 

"Di akhir masa pembelajarannya, lulusannya akan memiliki ijazah dan transkrip serta sertifikasi kompetensi," tambah Muchlas.

Dikatakan Muchlas, lulusan S1 PVTO FKIP UAD Yogyakarta sangat dibutuhkan dunia kerja dan industri, karena program ini dikembangkan dengan konsep link and match antara kampus dan industri.

"Dalam konsep tersebut, kurikulum dan tim pengajar dikembangkan dan dikolaborasikan antara kampus dan industri," papar Muchlas.

Program Studi Sarjana Pendidikan Vokasional Teknologi Otomotif (S1-PVTO) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta, seperti dikatakan Dr Budi Santosa, menyelenggarakan pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia yang kompeten dalam bidang otomotif yang pembelajaran praktiknya di Balai Latihan Pendidikan Teknik (BLPT) Yogyakarta.

"Selain itu, juga menyelenggarakan dan mengelola pendidikan untuk menghasilkan lulusan yang berakhlak mulia, memiliki karakter entrepreneurship, mandiri dan mampu berwirausaha di bidang otomotif serta menjunjung tinggi nilai-nilai Islam," kata Budi Santosa.

Prospek kerja nantinya jadi guru SMK program keahlian otomotif, instruktur training center perusahaan kendaraan bermotor dan alat berat, service manager/service advisor bengkel kendaraan bermotor dan alat berat, wirausaha bidang otomotif.

Prodi S1-PVTO UAD ini diharapkan bisa menghasilkan guru otomotif yang bersertifikat nasional. Juga ada penyegaran sehingga UAD Yogyakarta tetap menjadi idola masyarakat.

Beberapa Prodi di antara 51 Prodi di UAD ada yang sudah mengalami kejenuhan. "Karena itu, perlu dilakukan penyegaran," tandas Kasiyarno yang menambahkan PTS kalau tidak pandai membaca peluang bisa tutup.

UAD Yogyakarta akan mempersiapkan generasi di era 2045 dengan ketrampilan yang memadai dengan dibekali ilmu dan skill yang sesuai dengan tuntutan zaman.

"Kalau mereka tidak trampil, bonus demografi tidak akan bisa dinikmati," tandas Kasiyarno.

Berkaitan hal itu, UAD Yogyakarta telah ajukan izin untuk membuka vokasi prodi baru: destinasi kepariwisataan, perhotelan, elektro medik, energi terbarukan dan laboratorium medik. (Affan)