Pencarian Berita


PN Bandung Hukum Para Pengeroyok Haringga Sirla Di GBLA, Dua Terdakwa Nyatakan Banding

PN Bandung Hukum Para Pengeroyok Haringga Sirla Di GBLA, Dua Terdakwa Nyatakan Banding

 

BANDUNG - Pengadilan Negeri Bandung Kelas I A Khusus melalui Majelis Hakim yang diketuai M. Basri, SH akhirnya menghukum 7 (tujuh)  pengeroyok Haringga Sirla. Korban yang merupakan supporter Persija Jakarta itu dianiaya di parkiran GBLA hingga meninggal dunia. Dua diantara para terdakwa yaitu, Cepi Gunawan (20) yang dihukum pidana penjara selama 9 tahun dan 6 bulan serta Joko Susilo (32) dihukum pidana penjara selama 5 tahun. Pertimbangannya karena kedua terdakwa merasa tidak ingin menganiaya korban tapi Majelis Hakim tetap menghukumnya. Selaku Penasehat Hukum kedua terdakwa, Dikdik kepada wartawan mengatakan, "kedua terdakwa awalnya tidak ingin menganiaya Haringga. Namun, hakim tetap menyebut keduanya bersalah. Baik Cepi maupun Joko tidak melakukan apa yang dituduhkan jaksa. Jadi hak terdakwa untuk melakukan upaya hukum akan dilakukan sampai putusan yang seadil-adilnya," ujar Dikdik. 

Untuk 5 (lima) terdakwa  Aditya Anggara (19) dihukum pidana penjara selama 9 tahun dan 6 bulan ; Goni Abdulrahman (20) dihukum pidana penjara selama 7 tahun dan 6 bulan ; Dadang Supriatna (19) dihukum pidana penjara selama 8 tahun dan 6 bulan ; Budiman (41) dihukum pidana penjara selama 9 tahun dan 6 bulan serta Aldiansyah (21) dihukum selama 9 tahun dan 6 bulan. Kelimanya beserta JPU (Jaksa Penuntut Umum)  menyatakan pikir-pikir selama 7 (tujuh) hari.

Sebelumnya, Kejaksaan Negeri Kota Bandung menuntut ketujuh terdakwa dengan jumlah hukuman bervariasi meski bersama-sama dikenakan Pasal 170 ayat (3) ke - 3 jo. Pasal 55 ayat (1) ke -1 KUHPidana sesuai dengan Dakwaan alternatif kedua.

JPU Melur Kimandika, SH menuntut ketujuh terdakwa sebagai berikut : 1. Aditya Anggara (19) dituntut 11 tahun; 2. Goni Abdulrahman (20) dituntut 9 tahun ; 3. Dadang Supriatna (19) dituntut 10 tahun ; 4. Budiman (41) dituntut 11 tahun 6 bulan ; 5. Cepi (20) dituntut 8 tahun ; 6. Joko Susilo (32) dituntut 7 tahun dan 8. Aldiansyah (21) dituntut selama 11 tahun dan 6 bulan. Jumlah semua para terdakwa dikurangi selama berada dalam tahanan sementara.

Sesuai dengan Dakwaan JPU sebelumnya, para terdakwa pada hari Minggu tanggal 23 September 2018 , bertempat di area parkir Gerbang Biru Stadion GBLA (Gelora Bandung Lautan Api) di Kota Bandung, dengan sengaja merampas nyawa orang lain yakni korban Haringga Sirla yang dilakukan secara bersama - sama. Saat itu tengah digelar pertandingan antara Persib melawan Persija. Korban yang merupakan pendukung Persija (The Jack Mania) datang ke GBLA. Febri Ramadhan yang juga The Jack Mania melihat para pendukung Persib (bobotoh) untuk mencari pendukung Persija yang datang ke GBLA. Saat Febri sampai di luar pagar stadion melihat korban sedang di sweeping oleh bobotoh dengan cara dicek handphone dan dompet korban. Dari pengecekan itu ditemukan identitas jika korban adalah The Jack Mania. Melihat hal tersebut , seorang bobotoh naik ke kotak kemudian berteriak dengan bahasa yang tidak sopan. Setelah itu ada banyak bobotoh yang menghampiri korban dan secara membabi buta mulai memukul, menendang, menginjak- injak baik menggunakan tangan kosong maupun dengan alat berupa batu atau balok. Kejadian tersebut juga disaksikan oleh Adang Ali yang saat itu sedang berada di gerobak cuangki miliknya yang berjarak kurang lebih 1 meter dari posisi korban.

Pada saat itu terdakwa Aditya yang melihat korban dipukuli datang menghampiri, karena melihat ada stiker Persija, terdakwa lalu membakarnya dan ikut melakukan kekerasan terhadap korban yang sudah dalam keadaan berdarah di bagian kepala dan sudah tidak mengenakan baju. 

Bahwa terdakwa Dadang Supriatna yang melihat korban tergeletak tanpa pakaian berusaha bangkit yang lalu dipukuli oleh bobotoh lain, terdakwa pun ikut menendang sebanyak 2 kali ke kepala. Terdakwa Goni Abdurahman menendang korban sebanyak 2 kali, terdakwa Budiman yang sedang berjualan cuangki di daerah parkiran GBLA juga ikut menendang korban sebanyak 2 kali.

Adapun terdakwa Aldi, datang ke GBLA bersama dengan Sahrudin, Tegar Darmawan dan Arjun Aji Permadi masuk melalui gebang biru. Awalnya terdakwa melihat korban dikeroyok lalu terdakwa juga ikut menghampiri korban. Terdakwa menjambak rambut korban, menendang ke arah kepalanya, perut dan punggung korban menggunakan kaki kanan tak kurang dari 10 kali. Terdakwa juga menarik tas milik korban yang digunakan untuk melindungi kepalanya kemudian melempar punggung korban menggunakan pecahan batako sebesar kepalan tangan sebanyak 1 kali. Masih belum puas, terdakwa juga melempar papan ke bagian kepala dan bahu korban. 

Demikian juga 2 terdakwa yang diseret oleh JPU Edy, SH.,MH yaitu Ceppy Gunawan (19) dan Joko Susilo (33). Akibat kekerasan yang dilakukan terdakwa Joko Susilo bersama Dani Fahmi dan para bobotoh lainnya Haringga Sirla meninggal dunia di tempat sebagaimana dinyatakan visum et repertum No. R/VeR/155/IX/2018/Dokpol tanggal 23 September 2018 yang ditandatangani oleh dr. Fahmi Arief Hakim, Sp.F. 

Para terdakwa mengetahui jika perbuatannya terhadap korban berkali - kali menggunakan tangan kosong dan menggunakan alat berupa batu, papan dan besi peer kemudian menendang serta menginjak korban dapat menyebabkan korban mengalami luka-luka bahkan meninggal dunia. (Y CHS).