Pencarian Berita


UAD Yogyakarta Dorong Mahasiswa Ikuti PKM Kemenristek Dikti

UAD Yogyakarta Dorong Mahasiswa Ikuti PKM Kemenristek Dikti

YOGYAKARTA -- Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta ikuti seleksi proposal Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) lima bidang untuk pendanaan tahun anggaran 2019. 

Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) yang diselenggarakan oleh Kemenristek Dikti merupakan upaya untuk mendorong agar mahasiswa bisa meningkatkan kreativitasnya melalui beberapa jalur.

Sejak tahun 2008, UAD Yogyakarta berperan aktif dengan mengirimkan sejumlah proposal dari mahasiswa. "Mekanisme penyaluran dana hibah itu akan dilakukan melalui kontrak

kerja dengan Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan," kata Danang Sukantar, MPd, Kepala Bidang Pengembangan Kemahasiswaan Bimawa UAD, Senin (20/5/2019).

Dan sebanyak 33 buah proposal mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta telah lolos penilaian dari Belmawa Kemenristek Dikti. Sebelumnya telah dinilai 13 tim dari UAD Yogyakarta.

Adapun ke 33 proposal itu meliputi: penelitian eksakta, sosial humaniora, teknologi, karsa cipta, dan pengabdian masyarakat, yang nilainya berkisar antara Rp 6-10 juta setiap proposalnya.

Hal itu sebenarnya tidak lepas dari strategi yang dilakukan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Center di bawah naungan Biro Kemahasiswaan dan Alumni (Bimawa) UAD Yogyakarta.

Menurut Danang Sukantar, yang didampingi Defry Rahmad Susanto selaku Ketua PKM Center UAD, proposal yang lolos itu berkaitan dengan Revolusi Industri 4.0 yang bernilai unik, kreatif, inovatif dan solutif.

Ketika ditemui di Kantor Biro Kemahasiswaan dan Alumni (Bimawa) UAD, Kampus 1 Jalan Kapas, Semaki, Yogyakarta, Danang mengatakan, UAD sebenarnya mengirimkan 257 proposal dari 400 kuota yang disediakan setelah dibimbing dan dibina Dr Rer Nat Endang Darmawan, MSi, Apt, Dr Widodo Hariyono, AMd, MKes, dan Anton Yudhana, PhD. Sebelumnya ada 623 proposal pengusul dari 42 Prodi di UAD Yogyakarta.

Dan jauh-jauh hari untuk bisa menghimpun ide PKM itu, sudah disosialisasikan. Hingga sampai ikuti pelatihan dan penyusunan proposal.

Dijelaskan Defry, mahasiswa Teknik Elektro Semester 6, untuk bisa lolos itu memang tidak serta merta karena sejak duduk di semester 2 mahasiswa UAD Yogyakarta sudah dilatih dan dibina untuk menggali ide yang unik, kreatif dan inovatif hingga penyusunan proposal.

Tim PKM (Program Kreativitas Mahasiswa) Center UAD ini terbentuk tahun 2018. Kali pertama ketuanya Fernandi Yusuf Muhammad sekaligus Ketua Mahasiswa Teknik Elektro, diganti Lalu Alan Kurniawan yang jabat setengah periode, lalu Defry Rahmad Susanto (2019-2020).

Lomba Bilmawa Kemenristek Dikti RI kenaikannya cukup signifikan. PKM 2018 yang lolos didanai 8 PKM dan rata-rata tiap proposalnya Rp 8 juta.

Untuk tahun 2019 ini jumlah yang lolos ada 33 tim PKM lima bidang: penelitian sosial humaniara (1) dan penelitian eksakta (16), penerapan teknologi (2), karsa cipta (4), pengabdian kepada masyarakat (2), dan kewirausahaan (8).

Setelah PKM, ada hibah dari Kemenristek Dikti berupa Hibah Bina Desa yang lolos 3 Tim dan 1 tim tidak lanjut karena satu hal. Dan hibah itu nilainya Rp 20-40 juta untuk satu tim. Dan terakhir, kompetisi bisnis mahasiswa Indonesia, yang tahun ini ada 34 proposal.

Disampaikan Defry, tahun sekarang lebih awal dalam Liga PKM agar hasilnya lebih bagus. Kapasitasnya ada 425 dan lolos 

PKM program jangka panjang lima bulan hingga ke lomba bergengsi Pimnas. "Jumlah dana besar, kelompok besar dan pengusulnya juga besar," kata Defry. (Affan)