Pencarian Berita


Tujuh Tahanan Kejaksaan Agung Salurkan Hak Pilihnya di Rutan Cabang Salemba

Tujuh Tahanan Kejaksaan Agung Salurkan Hak Pilihnya di Rutan Cabang Salemba

JAKARTA --  Para tahanan korupsi yang dilakukan penyidikannya oleh Kejaksaan Agung baik berstatus sebagai tersangka atau terdakwa yang di tahan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Salemba Cabang Kejaksaan Agung ( Kejagung ) dan Rutan Salemba Cabang Kejaksaan Negeri ( Kejari ) Jakarta Selatan pada Hari Rabu, tanggal 17 April 2019 menyalurkan hak pilihnya pada Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden serta Pemilihan Anggota Legislatif secara serentak.


Petugas Panitia Pemungutan Suara, Ketua TPS, maupun Saksi mendatangi Rutan di Kejaksaan Agung yang masuk dalam TPS-20 Kebayoran Baru Jakarta Selatan dan Rutan Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan.


“Mereka menyoblos di Rutan Salemba cabang Kejagung dan Rutan Salemba Cabang Kejari Jaksel,” kata Kapuspenkum Dr.Mukri kepada Wartawan di Kejaksaan Agung,Jakarta,Kamis ( 18/4/19 ) sembari menyebutkan ke 7 ( tujuh ) terdakwa masuk ke dalam TPS-20 Kelurahan Kebayoran Baru Jakarta Selatan.


Lebih lanjut Mukri menjelaskan,para tahanan yang melakukan pencoblosan di Rutan Cabang Salemba salah satunya adalah, Terdakwa Chuck Suryosumpeno dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi penyalahgunaan kewenangan dalam penyelesaian aset milik terpidana hendra rahardja untuk pembayaran uang pengganti,diikuti  terdakwa Ngalimun dan terdakwa Zainal Abidin [Notaris/PPAT] dalam kasus yang sama. 


Selain itu kata Mukri, ada tersangka DB [Komisaris PT. Strategi Management Service] perkara dugaan tindak pidana korupsi pengelolaan dana pensiun PT. Pupuk Kalimantan Timur tahun 2011 sampai dengan tahun 2016, Tersangka AB [Direktur Utama PT. Strategi Management Service] perkara dugaan tindak pidana korupsi pengelolaan dana pensiun PT. Pupuk Kalimantan Timur tahun 2011 sampai dengan tahun 2016.


Terdakwa lainnya Agung Pramoda [PNS Pajak KPP Madya Gambir] dalam kasus tindak pidana korupsi menerima suap (gratifikasi) dalam penjualan faktur pajak dari beberapa perusahaan, dan Terdakwa Mulyadi Supardi alias Hua Ping kasus korupsi pemberian kredit PT. Bank Mandiri kepada PT. Central Steel Indonesia.( Muzer )