Pencarian Berita


MERAIH PRESTASI: UAD  Kembangkan Potensi Mahasiswa

MERAIH PRESTASI: UAD  Kembangkan Potensi Mahasiswa

YOGYAKARTA -- Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) telah menetapkan pola pembinaan mahasiswa.

Hal itu bertujuan untuk mengembangkan potensi mahasiswa agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa, berakhlak mulia, berilmu, cakap, kreatif, terampil, kompeten dan berbudaya.

Salah satu bentuknya dengan menggelar National University Debating Championship (NUDC) 2019. Dan Tim Debating Community (Deco) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta terdiri dari Ika Suciwati, Novi Retno Ardianti dan Rifki Wuda Sudirman pada 8-10 April 2019 lalu meraih 1st Runner Up tingkat LLDIKTI (Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi) Wilayah V Yogyakarta. 

Kali ini, tim Debating Community (Deco) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta terdiri dari Ika Suciwati, Novi Retno Ardianti dan Rifki Wuda Sudirman pada 8-10 April 2019 lalu meraih 1st Runner Up tingkat LLDIKTI (Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi) Wilayah V Yogyakarta dalam National University Debating Championship (NUDC) 2019.

Dan tim Deco UAD -- yang tergabung dalam Jogja Debating Forum -- berhasil menyisihkan 44 tim dalam lomba yang berlangsung di  Griya Persada Kaliurang, Sleman. 

Dan akhirnya terpilih  delapan tim terbaik untuk dikirim ke lomba serupa tingkat nasional di Surabaya, Jawa Timur, pada 19-21 Juli 2019.

UAD Yogyakarta menempati urutan kedua, sedang urutan pertama UGM Yogyakarta, urutan ketiga UMY, dan urutan keempat Universitas Amikom. 

Menurut Wakil Rektor III UAD, Dr Abdul Fadlil, MT, lomba tersebut merupakan rangkaian kegiatan nasional maupun international. Khusus tahun ini, pihaknya memulai untuk memperluas cakupan lomba di tingkat rayon.

"Agar partisipasi mahasiswa yang terlibat lebih banyak," ungkap Abdul Fadlil di Kampus 1 UAD Jl Kapas Yogyakarta, Senin (15/4/2019), yang berharap nantinya tim dari UAD bisa menjadi delegasi ke World University Debating Championship (WUDC) di Thailand.

Wakil Rektor III UAD mengapresiasi prestasi yang diperoleh Tim Deco UAD. "Untuk mendapatkan prestasi itu tentu tidak mudah dan harus berlatih secara konsisten," kata Abdul Fadlil, yang ucapkan terima kasih kepada Tim Deco karena sudah berusaha keras dan tuntas. 

Adapun Deco (Debating Community) UAD ini adalah salah satu komunitas yang mewadahi mahasiswa dalam pengembangan berpikir kritis dan tanggap mengenai isu yang ada di masyarakat meliputi: isu sosial, ekonomi, politik dan aspek lainnya.  

"Anggotanya dituntut untuk berargumen dan mengomunikasikan kepada orang lain dengan format debat menggunakan sistem parlementer," terang Ika Suciwati.

Tak hanya itu, Deco yang berdiri pada 2004 ini juga menjadi sarana bagi mahasiswa untuk mengasah kemampuan berbahasa Inggris dan terus mengembangkan kegiatan kompetisi debat.  

Pada masa itu, dijelaskan Ika, debat dengan sistem parlementer sudah didirikan di kampus-kampus lain. "Sampai sekarang, Deco UAD telah mengikuti bermacam perlombaan dari tingkat nasional sampai internasional dan mampu bersaing dengan kampus besar lainnya," tambah Ika.

Adapun kegiatan yang diikuti berupa kompetisi tahunan, debat tingkat nasional (National University Debating Championship) dan Asian English Olympic.

Untuk meraih prestasi, Tim Deco UAD latihan rutin dengan Jogja Debating Forum, yang merupakan organisasi debat tingkat universitas di Yogyakarta seperti UNY, UGM, Sanata Dharma, dan lainnya.

Komunitas yang fokus pada pengembangan potensi debat bahasa Inggris dan Indonesia itu meraih penghargaan di tingkat DIY, regional dan nasional pada awal Januari 2019 lalu waktu Ika Sudiwati dan Novi Retno meraih peringkat 2nd Runner Up dalam National English Education Debate (NEED) di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) setelah mengalahkan mahasiswa dari 20 perguruan tinggi se-Indonesia.

Waktu itu, UAD Yogyakarta mengirimkan tiga tim dan yang berhasil mendapatkan juara adalah satu tim dalam debat dengan sistem british parliamentary. 

Selanjutnya melalui Novi, Mauludin dan Shaliha Sabardila meraih juara pertama dalam Annual Saed National Competition 2019 di Universitas Islam Negeri (UIN) Gunungjati Bandung, Jawa Barat, pada 30 Maret 2019 sampai 4 April 2019 lalu.

Dalam kompetisi yang diikuti 20 tim se-Indonesia itu, UAD Yogyakarta mengirimkan dua tim dengan mengangkat tema digitalisasi games dengan sistem Asian Parliamentary.

Selain itu, Deco UAD meraih juara pertama dalam kompetisi debat bahasa Indonesia di Pekan Keilmuan Sosial dan Politik (PKSP) 2019. Tim Deco UAD terdiri dari Erlina Nur Aini, Mauludin dan Anisa Rizky Nola Nursagi mengalahkan UGM Yogyakarta dalam grandfinal di UMY pada 13-14 April 2019. "Setelah babak penyisihan kalah dari UGM dan di grandfinal ketemu lagi dengan UGM dan menang," kata Erlina Nur Aini. 

Pada kesempatan itu, Wakil Rektor III UAD Dr Abdul Fadlil, MT mengungkapkan kebanggaannya atas prestasi mahasiswa UAD Yogyakarta yang dicapai dengan kerja keras dan secara konsisten.

"Sesuai dengan spirit UAD yang menggelorakan bekerja keras dan tuntas, maka spirit ini harus dijaga mahasiswa agar bisa meraih prestasi yang lebih tinggi," kata Abdul Fadlil.

Melalui lomba itu, Abdul Fadlil yang didampingi Dr Dedi Pramono, M.Hum (Kepala Biro Kemahasiswaan dan Alumni UAD) dan Danang Sukantar, MPd (Kepala Bidang Pengembangan Kemahasiswaan Bimawa UAD) berharap kepada mahasiswa UAD Yogyakarta sebagai media latihan untuk bertanding dengan mahasiswa kampus lain melalui media debat. (Affan)