Pencarian Berita


Prajurit Korem 072/Pamungkas Harus Mahir Menembak

Prajurit Korem 072/Pamungkas Harus Mahir Menembak

KULONPROGO -- Dalam rangka meningkatkan kemampuan prajurit dalam teknis kemiliteran -- khususnya kemampuan menembak -- Korem 072/Pamungkas adakan latihan menembak di lapangan tembak Korem 072/Pmk di Sentolo, Kulonprogo, Selasa (12/3/2019).

Materi latihan menembak pada Tri Wulan (TW) I tahun 2019 yang diikuti seluruh prajurit Makorem 072/Pmk terdiri dari staf dan Detasemen Markas (Denma) Korem 072/Pmk meliputi latihan menembak senjata panjang dengan sikap tiarap jarak 100 meter dan materi menembak pistol bagi perwira dan anggota yang memegang senjata pistol jarak 15 meter. 

Menembak merupakan suatu kemampuan dasar yang harus dan mutlak dimiliki oleh seorang prajurit TNI AD. Sehingga harus selalu dipelihara dan ditingkatkan terus-menerus secara bertahap, bertingkat dan berlanjut. 

"Hal itu bertujuan untuk memelihara dan meningkatkan kemampuan serta ketrampilan menembak perorangan," kata Kapten Arh Asil Harjanto, Dandenma Korem 072/Pmk yang juga sebagai Komandan Latihan.

Pada kesempatan itu, Kapten Arh Asil Harjanto memberikan arahan dan penekanan kepada seluruh peserta latihan menembak yang mengikuti kegiatan latihan menembak selama tiga hari pada tanggal 12-14 Maret 2019.

Walaupun saat ini seluruh anggota sudah berdinas di Korem 072/Pmk, namun kemampuan menembak harus tetap dijaga. "Karena itu merupakan salah satu ketrampilan yang harus dimiliki seorang prajurit," tandas Kapten Arh Asil Harjanto, yang menambahkan untuk latihan menembak TW I ini setiap prajurit harus mampu menembak dengan nilai minimal 80.

Lebih lanjut Dandenma Korem menyampaikan agar seluruh peserta latihan menembak dalam latihan untuk tetap menjaga keamanan. "Baik keamanan pribadi maupun lingkungan daerah latihan," tandas Kapten Arh Asil Harjanto.

Selain itu, ia meminta seluruh prajurit yang melaksanakan menembak agar menaati semua aturan dan ketentuan selama pelaksanaan menambak. 

"Para prajurit yang mengikuti latihan menembak, tidak boleh melakukan kegiatan di luar perintah dari koordinator latihan ataupun pelatih," papar Kapten Arh Asil Harjanto.

Hal itu karena dalam latihan menggunakan amunisi tajam sehingga tidak terjadi hal-hal yang fatal. (Anne R)