Pencarian Berita


UAD Yogyakarta Perluas Kerjasama

UAD Yogyakarta Perluas Kerjasama

MAKASSAR -- Melalui perusahaan baru milik UAD: PT Adi Multi Teknologi, saat ini Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta telah memiliki pusat riset unggulan yang bergerak di bidang teknologi senjata rudal, yaitu Center for Integrated Research and Innovation (CIRNOV).

Hal itu disampaikan Rektor UAD, Dr H Kasiyarno, M.Hum, kepada wartawan yang tergabung dalam Forum Wartawan UAD, di sela-sela acara press tour ke Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (12/3/2019).

Menurut Kasiyarno, yang didampingi Kepala Kantor Urusan Universitas UAD Yogyakarta Dr Hadi Suyono, acara press tour yang berlangsung pada 10-14 Maret 2019 itu untuk refreshing sekaligus memperluas wawasan soal pengembangan dan kerjasama UAD Yogyakarta dengan STIKIP Muhammadiyah Enrekang. 

"Bahkan STIKOM Papua juga akan bergabung dengan UAD Yogyakarta, yang nantinya jadi prodi di luar kampus utama dan cabang UAD di Papua," kata Kasiyarno, yang menerangkan teman-teman di Papua semangatnya sangat tinggi untuk kembangkan kampusnya.

Ketika berada di rumah Wakil Rektor II UAD Safar Nasir di Parepare, Sulawesi Selatan, Kasiyarno mengatakan bahwa saat ini UAD memiliki unit usaha yang tersebar di beberapa wilayah di Indonesia.

Menyinggung salah satu usaha UAD di Makassar, Kasiyarno menjelaskan bahwa di Makassar ada usaha di bidang kalibrasi berupa proses pengecekan dan pengaturan akurasi alat ukur. "Hal itu biar akurat dan konsisten dengan instrumen," kata Kasiyarno, yang didampingi Safar Nasir, MSi (Wakil Rektor II), Dr Abdul Fadlil, MT (Wakil Rektor III) dan Kepala Biro di lingkungan UAD Yogyakarta.

Pada kesempatan itu, Kasiyarno juga sampaikan prestasi dan capaian yang diraih UAD Yogyakarta dalam beberapa tahun terakhir ini. "Hal itu karena ditunjang dukungan besar mahasiswa, dosen dan karyawan yang dilakukan secara berkesinambungan untuk meningkatkan sarana dan prasarana," kata Kasiyarno.

Disampaikan pula finalisasi pembangunan gedung perkuliahan 10 lantai di kampus utama, pembangunan laboratorium terpadu, gedung Fakultas Kedokteran, dan pembangunan museum Muhammadiyah. Selain itu juga disinggung jumlah mahasiswa, jumlah prodi S1 dan S2, prodi vokasi dan belum dipenuhinya target untuk program studi S3  sebanyak 100 dosen baik dalam maupun luar negeri. (Affan)