Pencarian Berita


Gunakan Selang Oksigen. Dr. H. M Itoc Tochija Jalani Sidang Perdana Korupsi Puluhan Miliar

Gunakan Selang Oksigen. Dr. H. M Itoc Tochija Jalani Sidang Perdana Korupsi Puluhan Miliar

BANDUNG  - Dr. Ir. H. M Itoc Tochija kini harus mempertanggungjawabkan lagi perbuatannya sebagai salah satu pelaku tindak pidana korupsi. Mantan Wali Kota Cimahi itu didakwa melakukan korupsi Dana penyertaan modal di Pengadilan Tipikor Bandung.

Keterlibatan Itoch Tochija, menurut Tim JPU ( Jaksa Penuntut Umum), Harjo SH, Dkk (11/3/2019) menyalahgunakan dana APBD Perubahan Kota Cimahi 2006 dan APBD 2017 dalam Penyertaan Modal Daerah Kota Cimahi pada Perusahaan Daerah Jati Mandiri dan PT. Lingga Buana Wisesa. Penyertaan Modal itu rencananya untuk membangun Pasar Raya Cibeureum dan Pembangunan Sub Terminal Kota Cimahi.

Itoc Tochija saat ini adalah terpidana korupsi dan mendekam di Lapas Sukamiskin Bandung, setelah divonis 7 tahun penjara dalam perkara suap pembangunan Pasar Atas Kota Cimahi dan dihukum bersama istrinya Atty Suharti yang merupakan hasil OTT (Operasi Tangkap Tangan) KPK tahun 2016.

Perkara yang sejak awal ditangani Kejari Kota Cimahi tersebut adalah perkara kedua yang dihadapi oleh Itoch. Bersama dengan Idris Ismail, mantan Walikota Cimahi itu berdasarkan hasil audit kerugian negara oleh BPKP (Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan) Perwakilan Jawa Barat adalah sebesar Rp37.487.065.273,-

Kepada Majelis Hakim yang diketuai M. Razzad, SH.,MH, terdakwa memohon izin karena menggunakan alat oksigen
Itoc Tochija sendiri saat ini masih mendekam di Lapas Sukamiskin, setelah divonis 7 tahun penjara dalam kasus suap pembangunan Pasar Atas Kota Cimahi.

Atas perbuatannya bersama - dana dengan Idris Ismail, Tim JPU menuntutnya secara alternatif yaitu telah melanggar Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 jo. Pasal 18 UU. No. 31 Tahun 1999 Tentang PTPK (Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Sebagaimana telah diubah dan ditambah dalam UU No. 20 Tahun 2001 Tentang  PTPK Jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 Jo. Pasal 65 ayat (1) KUHPidana dengan ancaman maksimal 20 tahun pidana penjara. (Y CHS).