Pencarian Berita


Terdakwa Kusnadi Eksepsi JPU Lakukan Tanggapan Tertulis

Terdakwa Kusnadi Eksepsi JPU Lakukan Tanggapan Tertulis

BANDUNG - Eksepsi hak terdakwa. JPU (Jaksa Penuntut Umum) jangan memaksa hargai proses acara. 



Hal tersebut disampaikan Dr. Darwin Pane, SH.,MH melalui rilisnya yang diterima indofakta (7/3/2919). Menurutnya sidang Perkara Pidana No : 187/PID.B/2019/PN.Bdg atas nama Terdakwa Kusnadi alias Berod di Pengadilan Negeri Bandung Kelas 1A Khusus selesai dilaksanakan pada Selasa tanggal 5 Maret 2019 lalu. Agenda sidang pada saat itu adalah Pembacaan Eksepsi Terdakwa yang dibacakan oleh Dahman Sinaga, SH., Marco Van Basten Malau, SH., Andreas Daniel Libri Anugrah Situmeang, SH., Art Tra Gusti, SH., CLA, dan Neysa Myanda SH., para Advokat Muda LKBH UNIKOM dibawah kepemimpinan Dr. Musa Darwin Pane, SH., MH. Hal yang ditekankan dalam Eksepsi tersebut adalah bahwa adanya kesalahan Jaksa Penuntut Umum dalam menerapkan Pasal 351 ayat (1) KUHPidana dan telah dinegasikan adanya Perdamaian antara pelaku dan korban oleh JPU.
"bahwa hukum Pidana menganut asas-asas diantaranya asas ultimum remedium dan asas restorative justice. Maka seharusnya pidana tidak perlu dilanjutkan apabila telah ada perdamaian," ucap Andreas D.L.A Situmeang,S.H selaku salah satu Penasihat Hukum terdakwa.

Setelah Eksepsi dibacakan,  JPU menyatakan akan menanggapi eksepsi tersebut secara lisan dan meminta kepada Hakim untuk langsung melanjutkan acara persidangan ke agenda pemeriksaan saksi. Ketua Majelis Hakim merespon dengan menyatakan "Hukum Acara Pidana tidak seperti itu, apabila seperti itu nanti Hukum Acaranya jadi kacau." Dalam Hukum Acara yang benar, eksepsi tersebut harus ditanggapi dahulu oleh JPU dan dilanjutkan dengan Putusan Sela. 

JPU yang pada awalnya ingin memberikan Tanggapan terhadap Eksepsi secara Lisan, langsung berubah 180 derajat menjadi menanggapi eksepsi secara Tertulis. Sidang selanjutnya diadakan pada Hari Selasa Tanggal 12 Maret 2019 mendatang. (Y CHS)