Pencarian Berita


Dua PNS BPPTM Kota Bogor Didakwa Korupsi Miliaran

Dua PNS BPPTM Kota Bogor Didakwa Korupsi Miliaran

BANDUNG - Sabarudin dan Eva Yuslinda didakwa melakukan tindak pidana korupsi. Jumlahnya tak kurang dari Rp2.329.385.004,- (dua miliar tiga ratus dua puluh sembilan juta tiga ratus delapan puluh lima ribu empat rupiah) sebagaimana Hasil Laporan Investigatif Atas Pemungutan dan Penyetoran Retribusi IMB (Izin Mendirikan Bangunan), HO (Hinder Ordonantie)/Izin Gangguan dan PPTR (Penggunaan Pemanfaatan Tanah untuk Reklame) pada BPPTPM (Badan Pelayanan Perizinan Terpadu dan Penanaman Modal) Kota Bogor Anggaran 2016 Nomor : 82/LHP/XXI/11/2018 Tanggal 09 2018.

Menurut JPU (Jaksa Penuntut Umum) Gusti M. Sophan S. SH, Sabarudin (48) selaku Staf yang diperbantukan di Bagian Keuangan Bendahara Penerima pada BPPTM Kota Bogor pada tahun 2016 bersama dengan Eva Yuslinda, SE (36)selaku Bendahara Penerima pada BPPTM Kota Bogor 2016 dan Ricky Alfiansyah Kuswara selalu Staf Payment Point Bank BJB Cabang Bogor sejak Februari - Desember 2016 bertempat di kantor BPPTM secara melawan hukum yaitu tidak menyelenggarakan pembukuan, penatausahaan terhadap seluruh Penerimaan dan Penyetoran Daerah berupa uang retribusi yang seharusnya disetorkan ke Kas Daerah pada Rekening Kas Daerah Kota Bogor. Sabarudin memperkaya diri sendiri sebesar Rp699.121.726,- Eva Yuslinda Rp1.398.243.452 serta memperkaya Ricky Alfiansyah Kuswara Rp233.040.575,-

Terdapat kelemahan antara Aplikasi SMART (Sederhana, Mudah, Akuntabel, Ramah, Tepat Waktu) yaitu tidak terintegrasinya ke SIMDA (Sistem Informasi Keuangan Daerah) Kota Bogor sehingga informasi data penerimaan retribusi yang disetorkan Wajib Retribusi sebagaimana SKRD (Surat Ketetapan Retribusi Daerah) yang terbit melalui aplikasi SMART tidak terhubung ke dalam SIMDA, namun data informasi mengenai jumlah penerimaan retribusi dapat diketahui dalam sistem aplikasi SIMDA yaitu dari informasi data mengenai TBP (Tanda Bukti Pembayaran) retribusi yang dimasukkan secara manual oleh Eva Yuslinda atau Sabarudin. Atas kelemahan tersebut, Eva, Sabarudin dan Ricky Alfiansyah bersepakat tidak menyetorkan jumlah seluruh uang penerimaan hasil Retribusi IMB, HO dan PPTR dari Wajib Retribusi ke rekening Kas Daerah Pemda Kota Bogor. Uang yang tidak disetor dibagi bertiga.

Adapun cara yang dilakukan oleh Eva Yuslinda dan Sabarudin agar uang penerimaan retribusi yang ada pada Ricky Alfiansyah tidak seluruhnya disetorkan ke Kas Daerah pada BJB Cabang Bogor adalah dengan memerintahkan Sabarudin untuk merekayasa Rekonsiliasi Laporan Harian yang berbentuk Register Harian yaitu tidak membukukan sebagian data jumlah uang penerimaan retribusi sebagaimana TBP retribusi ke dalam rekonsiliasi Laporan Harian yang berbentuk Register Harian yang ditandatangani oleh Eva Yuslinda  dan Ricky Alfiansyah. Perbuatan keduanya didakwa  sebagaimana diatur dan diancam dalam Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 jo. Pasal 18 UU No. 31 Tahun 1999 Sebagaimana telah diubah dan Ditambah dengan UU No. 20 Tahun 2001 Tentang PTPK jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana dengan ancaman hukuman pidana penjara selama 20 tahun.

Persidangan terhadap keduanya telah memeriksa para saksi. Majelis Hakim yang diketuai Asep Sumirat, SH masih menunda pemeriksaan para saksi lainnya untuk kedua terdakwa yang berkasnya terpisah itu pada sidang mendatang. (Y CHS).