Pencarian Berita


Kades Tabapoma Halsel Diduga Tilap Dana Desa

Kades Tabapoma Halsel Diduga Tilap Dana Desa

HALMAHERA SELATAN - Penyelewengan dana desa diduga dilakukan Kepala Desa (Kades) Taboma Bacan Timur Tengah, Misra Hi Kasim sejak menjabat dua tahun belakangan ini. Pasalnya banyak program kegiatan yang direaliasikan tidak sesuai dengan nilai anggaran yang ditetapkan serta ada program kegiatan diduga fiktif alias tidak dilaksanakan tetapi dilaporkan telah direalisasikan. Adanya dugaan penggelapan DD tersebut dibeberkan ketua Himpunan Pemuda Pelajar dan Mahasiswa Tabapoma (HIPPMAT), Supardi Alim sebagaimana rilis yang dikirim ke Indofakta.com, Selasa (5/2/2019).


Dikatakan, Kades Tabapoma, Misra Hi Hasim dalam dua tahun masa kepemimpinan menjadikan desa seperti perusahan milik pribadi dengan memanfaatkan Dana Desa yang ada. "Kades tabapoma Misra memanfaatkan jabatannya untuk memperkaya diri, Dana desa yang seharusnya diperuntukkan untuk kesejahteraan masyarakat justru dijadikan sebagai ATM pribadi kepala Desa,"bebernya.

Menurut Supardi, dugaan penyelewengan yang dilakukan Kades tersebut salah satunya pada anggaran pembangunan infrastruktur (fisik) dimana setiap program pembangunan seperti pembangunan jalan produksi anggaran tahun 2018 yang di cairkan oleh kades tidak berbanding lurus dengan volume jalan yang ada. "Jalan produksi yang selesai dikerjakan bulan januari 2019 lalu yang menghabiskan anggaran Rp200 juta ternyata tidak sesuai dengan anggaran yang di cairkan Kades. Dimana dana yang dicairkan itu sebesar Rp Rp311.845.300, atau Rp311 Juta lebih dan ironisnya volume pembangunan jalan dengan 1.625 x 2,5 meter namun yang dikerjakan hanya 1.200 x 2,5 meter ini jelas-jelas tindakan korupsi,"tegasnya.

Dedi Faisal, pengurus HIPMAT lainnya menambahkan, bukan hanya anggaran jalan produksi yang ditilap kades Misra. Akan tetapi hampir seluruh aggaran dana Desa melalui pos pos pembangunan di tahun 2017 dan 2018 juga ditilap. "Seperti pembangunan sarana dan prasarana olahraga desa dalam hal ini lapangan bola volly yang hanya setebal pembungkus rokok surya tapi anggarannya cukup dibilang aneh yaitu Rp39,789 juta. "jika diamati pengerjaan lapangan bola volly, maka perencanaan lapangan bola volly cenderung mark up. Karena jika dilihat dari sisi konstruksi, maka diyakini nilainya jauh dibawah angka tersebut,"terang Dedi. 

Begitu juga dengan anggaran untuk kegiatan Kepemudaan senilai Rp15 juta yang itu ternyata tidak direalisakan kepada organisasi Kepemudaan yang ada di Kampung. Saat Ketua Pemuda dan anggotanya mendatangi Kades dan menanyakan itu, alasan Kades dana Pemuda sudah digunakan untuk bangun Lapangan Bola Volly, padahal lapangan tersebut ada anggarannya,"tukasnya.

 Atas dugaan penyelewengan Dana Desa tersebut, Keduanya mendesak pihak penegak hukum untuk mengusutnya. " Kami meminta kepada Inspektorat, BPMD dan Kejari dan pihak terkait agar dapat mengusut tuntas masalah ini agar tidak lagi terjadi gonjang ganjing di masyarakat,"imbuhnya. 

Sementara itu, adanya dugaan penyelewengan dana desa sebagaimana disampaikan HIPMAT tersebut, Kades Tabapoma, Misra Hi Hasim belum dapat dikonfirmasi. (Iwan)