Pencarian Berita


Penerapan Catur Dharma Perguruan Tinggi Harus Memiliki Kualitas

Penerapan Catur Dharma Perguruan Tinggi Harus Memiliki Kualitas

YOGYAKARTA -- Penerapan catur dharma yang dilakukan perguruan tinggi harus memiliki kualitas agar selalu kompeten dan bermanfat bagi pelaksana dan penerimanya.

Untuk itu, perlu dilakukan penjagaan dan peningkatan terhadap pengelolaan kerja organisasi agar kinerjanya selalu baik.

Untuk itu sebagai sebuah perguruan tinggi yang unggul, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) berusaha meraih sertifikasi ISO 9001: 2015. 

Melalui sertifikasi itu diharapkan UMY dapat memastikan manajemen yang dimiliki sudah dapat menghasilkan penerapan catur dharma yang sesuai dengan visi misi UMY.

Pada kesempatan itu, Sapto Hariyono dari PT TUV Rheinland Indonesia (TRID) sampaikan sertifikasi dan diterima Rektor UMY Dr. Ir. Gunawan Budiyanto, MP didampingi Wakil Ketua Badan Pembina Harian (BPH) UMY Dr. H.Agung Danarto, M.Ag, Senin (4/2/2019), di lobi Rektorat UMY Gedung AR Fachruddin A.

Seperti disampaikan Sapto Hariyono selaku perwakilan dari TRID, usaha UMY dalam merumuskan sistem manajemen sesuai dengan standar sertifikasi yang diberikan.

"Manajemen ini sangat penting bagi organisasi karena sistem manajemen yang baik adalah ibarat darah yang menjadi motor penggeraknya," terang Sapto Hariyono.

Melalui sertifikasi ini, Sapto berharap UMY mampu memberikan pendidikan, menyiapkan dan menghasilkan lulusan yang dapat membangun Indonesia. 

"Terlebih dengan globalisasi yang membuka pintu bagi pekerja asing untuk masuk ke negara ini, saya berharap agar generasi muda kitalah yang akan banyak menjadi penggeraknya," kata Sapto, yang menyampaikan sertifikasi itu akan berguna untuk memastikan UMY berada dalam jalur yang benar dalam pelaksanaan kegiatannya.

Melalui sistem manajemen yang kini sudah tersertifikasi, UMY sudah berhasil merombak kultur kerja yang sudah menjadi tradisi. Pada beberapa perguruan tinggi, rektor merupakan penguasa umum atas seluruh dana yang dimiliki oleh perguruan tersebut. 

"Padahal, hal ini bisa menjadi celah untuk memenuhi kebutuhan pribadi yang tidak ada manfaatnya untuk pengembangan kampus," terang Gunawan Budiyanto, Rektor UMY.

Melalui manajemen yang dimiliki saat ini, menurut Gunawan, yang menentukan alokasi dana adalah sistem itu sendiri. "Sehingga kita bisa memastikan bahwa seluruh uang yang kita berikan untuk suatu kegiatan membawa manfaat bagi pemenuhan target yang dibutuhkan UMY," papar Gunawan.

Bagi Gunawan, UMY inginright on track dalam bekerja. "Artinya kita benar melakukan yang dilaporkan dan melaporkan yang dilakukan," papar Gunawan.

Dengan sistem manajemen yang dimiliki UMY, kini rencana kerja yang dirumuskan bukan hanya sekadar daftar keinginan dari perorangan. Tapi merupakan hasil dari pengkajian kebutuhan dan target UMY sebagai perguruan tinggi. "Karena yang kita butuhkan adalah kualitas, bukan sekadar banyak kegiatan yang dilaksanakan," ujar Gunawan. (Anne Rochmawati)