Pencarian Berita


Bangsal Baru RS PKU Muhammadiyah Gamping untuk Kebutuhan Pasien

Bangsal Baru RS PKU Muhammadiyah Gamping untuk Kebutuhan Pasien

SLEMAN -- Untuk memenuhi kebutuhan pasien -- bersamaan dengan kegiatan Hari ber-Muhammadiyah -- RS PKU Muhammadiyah Gamping, Sleman, resmikan gedung penunjang Siti Walidah dan menambah bangsal perawatan at-Tin yang berisi 31 tempat tidur (bed) untuk pasien kelas III.

Peresmian gedung penunjang Siti Walidah dan bangsal at-Tin ini diresmikan langsung oleh Prof. DR. Zamroni, M.Sc selaku Ketua Badan Pelaksanan Harian (BPH) Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Gamping, didampingi anggota BPH RS PKU Muhammadiyah Gamping lainnya dan jajaran direksi Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Gamping serta disaksikan perwakilan Kantor Cabang BPJS Kabupaten Sleman.

Kebutuhan tempat tidur untuk rawat inap di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Gamping itu, terus meningkat. Bahkan, BOR (Bed Occupancy Ratio) atau angka penggunaan tempat tidur, sudah di atas 80 persen. 

Di bangsal at-Tin yang baru dibuka sehari, sudah terisi 10 orang pasien.

"Mudah-mudahan dengan dibukanya bangsal at–Tin ini dapat bermanfaat bagi masyarakat luas dan menjadi solusi kebutuhan ruang rawat inap, khususnya kelas 3 di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Gamping," kata dr. Ahmad Faesol, Sp.Rad, M.Kes, MMR, Direktur Utama RS PKU Muhammadiyah Gamping, Kamis (17/1/2019) pagi.

Sebenarnya, pembangunan bangsal wt-Tin sudah lama. Tapi untuk operasional dibutuhkan sumber daya manusia (SDM). "Sehingga penggunaannya pun secara bertahap," tandas dr. Ahmad Faesol, Sp.Rad, M.Kes, MMR.

Dengan diresmikan bangsal at-Tin ini, maka ruang rawat inap Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Gamping total menjadi 186 tempat tidur (bed). 

Hingga saat ini, ruang inap di RS PKU Muhammadiyah Gamping sekitar 50 persen untuk pasien kelas III.

Rencananya, bangsal at-Tin ini diperuntukan bagi pasien laki-laki, sedangkan bangsal az-Zahra untuk pasien perempuan. "Tapi, untuk sementara waktu, karena bangsal az-Zahra sudah penuh dan pasien perempuan lebih banyak daripada pasien laki-laki, maka bangsal at-Tin sebagian ruangannya  terpaksa digunakan untuk pasien perempuan," kata dr. Ahmad Faesol, Sp.Rad, M.Kes, MMR, yang menambahkan ke depannya ditetapkan satu ruangan untuk perempuan semua.

Terkait jumlah pasien BPJS di RS PKU Muhammadiyah Gamping, dr. Faesol menyampaikan, sekitar 70 persen pasien rawat inap dan 75 persen pasien rawat jalan. "Selebihnya adalah pasien umum dan pasien dengan jaminan asuransi swasta," tandas dr. Ahmad Faesol, Sp.Rad, M.Kes, MMR. (Affan)