Pencarian Berita


Massa Formikom & 200 Monyet Akan Geruduk Kantor Dinsos Simalungun

Massa Formikom & 200 Monyet Akan Geruduk Kantor Dinsos Simalungun

SIMALUNGUN -- Kecewa data rastra dan Bantuan langsung Tunai (BLT) Program Keluarga Harapan (PKH), puluhan massa Forum Orang Miskin (Formikom) dan 200 monyet akan geruduk Kantor Dinas Sosial Simalungun dan Kantor DPRD Simalungun.

Sesuai surat Formikom ke Polres Simalungun No 098/Formikom/XII-2018, ratusan massa Formikom akan aksi Selasa (11/12) mendatang, mulai jam 09.00 wib sampai Jam 16.00 wib dengan membawa 200 ekor monyet, TOA, Statement, Spanduk, Bendera, roda 4 sebanyak 8 unit, roda 2 puluhan unit.

Hal itu disampaikan Ketua Formikom Sumut, Lipen Simanjuntak kepada awak media ini di Pematang Raya, Kabupaten Simalungun, Kamis (6/11) sekira Jam 15.30 wib.

Lipen Simanjuntak mengatakan bahwa Formikom yang ia pimpin itu terus memperjuangkan nasib orang miskin di Kabupaten Simalungun bahkan merasa kecewa terhadap Pemerintah Kabupaten Simalungun yang tidak bersedia melakukan verifikasi verivalidasi data.

"Kami sangat kecewa kepada Pemerintah Kabupaten Simalungun sampai saat ini belum dilakukan verivalidasi data sehingga data yang lama selalu terpakai akibatnya bantuan-bantuan kepada rakyat miskin seperti rastra, PKH KIS, KIP dan KUBE selalu salah sasaran,"ujarnya.

Lanjut Lipen Simanjuntak, ditambah lagi permasalahan dana BLT PKH yang mengendap di Bank Mandiri sebesar Rp 10 Miliar lebih walaupun sudah di rapat dengar pendapat (RDP) kan di Komisi IV DPRD Simalungun tetapi belum membuahkan hasil .

"Kami juga kecewa dalam RDP tersebut Kadinsos tidak dapat dihadirkan oleh DPRD Simalungun disini juga nampak kemampuan DPRD tidak lagi dihargai,"sebutnya.

Sebagai bentuk kekecewaan Formikom, Lipen Simanjuntak menerangkan bahwa pihaknya akan membawa ratusan Monyet ke Kantor Dinsos Simalungun dan DPRD Simalungun.

"Monyet ini menggambarkan bahwa Pemerintah Simalungun tidak perduli kepada masyarakat seakan-akan masyarakat disamakan dengan binatang,"terangnya.

Diungkapkannya, ketika massa Formikom datang berulang kali, tidak diperdulikan oleh Dinsos dan DPRD, padahal saat ini sudah mau perubahan tahun tidak ada dilakukan verivalidasi data sehingga data itu-itu saja.

"Harapan orang miskin agar data di tahun 2019 ada perubahan.

Kami memperjuangkan hak-hak orang miskin penerima bantuan supaya dipenuhi, tetapi kami tidak diperdulikan, ini bentuk kekecewaan kami, apakah dengan membawa monyet ini kami dipedulikan,"pungkasnya.

Kadis Sosial Kabupaten Simalungun, Frans Togatorop saat dikonfirmasi melalui selulernya, belum bisa dimintai keterangannya, karena nomor ponselnya selalu tidak aktif atau berada diluar jangkauan.(Gir)