Pencarian Berita


Korupsi BJB Syariah Akan Diadili, Segera Tangani Korupsi Bank BJB

Korupsi BJB Syariah Akan Diadili, Segera Tangani Korupsi Bank BJB

BANDUNG -- Kami Lsm Monitoring Community menghaturkan terima kasih yang sedalam dalamnya kepada Mabes Polri yang telah konsisten dan On The Track dalam menangani BJBS dan kami berharap pula laporan yang terkait Bank BJB (Bank Jabar Banten) pun segera disidik agar kepercayaan masyarakat tentang penegakan Hukum terjawab oleh Mabes Polri, ujar Aan.


Statement tersebut disampaikan Ketua Kajian Hukum Lsm Monitoring Community, Aan Kandar Karnawan menyusul telah diserahkan nya berkas perkara Bank BJBS (Bank Jabar Syariah dari Penyidik ke Kejaksaan.

Menurut Aan Kandar kepada indofakta.com(6/12/2018), "kami sudah menunggu cukup lama agar kasus tersebut disidik. Kepada Pengadilan yang menangani perkara tipikor tersebut hendaknya berupaya maksimal agar hukum tegak dan keadilan tercapai," harapnya.

Tentang dugaan kasus- kasus korupsi yang terjadi di Bank BJB, Pegiat Antikorupsi di Jabar itu mengatakan : "Bertahun tahun kami berharap dugaan penyimpangan di lingkungan Bank BJB dilakukan Penyidikan namun sampai saat ini belum ada yang menggarapnya. Padahal disitulah kerugian Negara sangat besar dan perlu segera ditangani khusus dan kami percaya Mabes Polri akan segera turun untuk melakukannya. 

Bila dinilai, kasus di Bank BJB sebenarnya berbeda dan cenderung lebih parah dari kerugian yang terjadi Bank BJB Syariah, kata Aan. Pada Bank BJB, diduga ada "God Father," pengendali. Segelintir orang barangkali pernah mendengar nama inisial MA. Diduga MA ini adalah kerabat petinggi di Bank BJB. Selama kurang lebih 4 tahun, MA seolah penentu. Dia yang mengatur jabatan orang per orang dari tingkat Pincab (Pemimpin Cabang)  Pinwil (Pemimpin Wilayah)  Pindiv (Pemimpin Divisi) di seluruh jajaran di Bank Jabar. Dia juga menempatkan sejumlah orang luar yang ingin masuk menjadi pejabat disitu dengan cepat, paparnya.

Sudah tentu semua tidak gratis. Untuk tingkat Pincab sekitar puluhan juta, di bawah Rp50 juta setiap bulan/rutin harus setor ke MA, tingkat Pinwil/Kanwil di bawah Rp100 juta. Sedang para Pindiv harus setor di depan sebesar 30% dari sejumlah kegiatan bisnis seperti proyek yang ada. Disamping itu masih banyak proyek yang diciptakan oleh MA bersama para Pindiv. Seluruh uang setoran diserahkan kepada MA di Sumatera Selatan. Bank kebanggaan masyarakat Jawa Barat dan Banten namun Dikelola dan dikeruk keuntungannya oleh seorang MA. 

Selama ini bila ada pelaporan ke lembaga hukum, tidak jelas hasilnya. Demikian juga dengan OJK (Otoritas Jasa Keuangan Bandung seolah mandul bila dilaporkan tentang Bank Bjb. Kami berharap Mabes Polri bisa menangani kasus- kasus yang kami laporkan, pungkas Aan.

Untuk kasus Bank BJB Syariah saat ini sudah diserahkan pihak Dirtipikor Bareskrim ( Direktorat Tindak Pidana Korupsi Badan Reserse Kriminal  Mabes Polri ke Kejaksaan Negeri Kota Bandung. Penyerahan tersangka kasus korupsi dalam pemberian kredit yaitu pemilik PT. Hastuka Sarana Karya, Andi Winarto pada hari Selasa, 4 Desember 2018 lalu. Kasus korupsi itu diduga merugikan keuangan negara mencapai Rp 566,4 miliar. Andi merupakan pihak yang mengajukan kredit dana kepada bjb Syariah untuk pembangunan proyek 161 ruko di Garut Super Blok pada tahun 2014 hingga 2016. Selain Andi Winarto, polisi juga sudah menyerahkan Pelaksana Tugas (Plt) Dirut bjb Syariah, Yocie Gusman sebagai tersangka. Yocie yang juga merupakan bekas Ketua DPC PKS Kota Bogor itu ditetapkan sebagai tersangka atas perannya dalam memberikan kredit kepada perusahaan yang dipimpin Andi. Yocie diduga tidak menaati prosedur saat memberikan kredit ke Andi dengan memberikan fasilitas pembiayaan sebesar Rp 566,45 miliar. Setelah dikucurkan, ternyata pembayaran kredit tersebut macet sebesar Rp 548,94 miliar. (Y CHS).