Pencarian Berita


Miliki Sabu Lebih 13 kilo Gustaf, Asep Erna dan Fajar Masing-masing Dihukum 14 Tahun

Miliki Sabu Lebih 13 kilo Gustaf, Asep Erna dan Fajar Masing-masing Dihukum 14 Tahun

BANDUNG - Pengadilan Negeri Bandung Kelas I A Khusus menghukum para pemilik Narkotika jenis sabu (3/12/218). Para Terdakwa adalah Gustaf Kameswara (21), Asep Erna Sanjaya (30) dan Fajar Dwi Arbowo alias Lonjong (22) masing - masing pidana penjara masing 14 tahun dipotong masa penahanan dan pidana denda Rp2 milyar subsider 6 bulan. 

Melalui Majelis Hakim yang diketuai Tardi, SH, Yudianto Hadijayalaksana, SH, Tardi, SH dan Sri Kuncoro, SH dalam pertimbangan hukumnya sepakat dengan tuntutan 
JPU (Jaksa Penuntut Umum), Lucky Afgani, SH yang menyebutkan bahwa para terdakwa dalam berkas terpisah telah melakukan percobaan untuk melakukan tindak pidana Narkotika dan prekusor Narkotika, secara tanpa hak, menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara dalam jual beli, menukar atau menyerahkan Narkotika Golongan I dalam bentuk bukan tanaman beratnya melebihi dari 5 (lima) Gram, berupa 26 (dua puluh enam) bungkus plastik klip bening berisi kristal putih narkotika jenis sabu dengan berat 13.299,29 (tiga belas ribu dua ratus sembilan puluh sembilan koma dua puluh sembilan) gram. 

Perbuatan mereka terjadi di wilayah Kota Bandung antara lain di Jl. Sukagalih Gang Cipedes Kota Bandung dengan tertangkapnya Gustaf Kameswara. Saat digeledah, dari terdakwa ditemukan 1 buah tas selempang warna biru yang tergeletak di atas karpet di kosan yang di dalamnya berisi 1 bungkus plastik bening berisi sabu. 

Gustaf mengaku bahwa sabu tersebut adalah miliknya yang didapat dari II (DPO) pada hari Sabtu 23 Juni 2018 di daerah Jatihandap Bandung. Kemudian dilakukan interogasi dan memeriksa handphone Gustaf dan ditemukan komunikasi/percakapan melalui BBM yang isinya ada seseorang yang meminta bantuan untuk pergi ke Apartemen Gateway Gd. Emerald Lt. 9 Kamar EB 09 - 01 Jl. A Yani No. 669 Kota Bandung untuk membungkus dan mengepres kemasan narkotika jenis sabu. 

Berdasarkan informasi tersebut, Penyidik Polisi langsung meluncur ke Gateway dan bertemu dengan Fajar Dwi Arbowo alias Lonjong dan Asep Erna Sanjaya. Terhadap keduanya lalu dilakukan penggeledahan dan ditemukan 1 buah koper berisikan 26 bungkus plastik berisi narkotika jenis sabu yang disimpan di dalam kamar utama Apartemen Gateway tersebut. 

Dari hasil interogasi terhadap Fajar dan Asep diketahui bahwa pemilik sabu tersebut adalah Tio alias Dam (DPO) yang sebelumnya keduanya diminta oleh Tio untuk mengambil sabu di Palembang Sumsel, lalu dibawa transit terlebih dahulu di Lampung, selanjutnya dikirim ke Bandung melalui jasa titipan bus ALS dikawal oleh Erik (DPO) dan Panji (DPO), kemudian Fajar dan Asep pulang ke Bandung. 

Di sisi lain, Bahwa Gustaf pada Senin 11 Juni 2018 diminta/diarahkan oleh Tio melalui telepon untuk datang cek in di hotel Mitra Jl. Supratman Kota Bandung kamar 312 yang sudah disiapkan oleh Tio. Gustaf lalu diminta oleh Tio untuk memindahkan 1 koper warna coklat yang berada di kamar 303 yang di kamar tersebut sudah ada Panji. Setelah Panji keluar kamar lalu Gustaf memindahkan 26 bungkus abon berisi narkotika jenis sabu yang ada dalam dus ke dalam 1 koper warna coklat, lalu Tio meminta Gustaf untuk memindahkan koper tersebut ke Apartemen Gateway. Seterusnya Tio menyuruh Fajar ke Apartemen tersebut untuk mengawasi Gustaf yang sedang mengemas/mengepak sabu dari bungkus abon menjadi plastik bening yang akan dikirimkan oleh Gustaf ke Surabaya. Karena tertangkap, Gustaf dibawa ke kantor Reserse Narkoba Polrestabes Bandung. 

Berdasarkan Berita Acara Pemeriksaan Laboratories Balai Laboratorium Narkoba BNN No. 191AS /VII/2018/Balai Lab Narkoba tanggal 13 Juli 2018, disimpulkan bahwa barang bukti berupa : 26 bungkus plastik bening berisikan Kristal warna putih dengan berat netto 1.317.4805 adalah benar mengandung Metamfetamin yang terdaftar dalam Golongan I nomor urut 61 Lampiran UU No. 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika. Perbuatan ketiga terdakwa terbukti melanggar Pasal 114 ayat (2)  UU No. 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika. Atas Putusan tersebut, ketiga terdakwa menerimanya sedang JPU menyatakan pikir-pikir. Sebelumnya JPU menuntut para terdakwa masing-masing dengan hukuman pidana penjara selama 17 tahun dan pidana denda Rp2 milyar. (Y CHS).