Pencarian Berita


Seret Pelaku Yang Tutupi Korupsi Ratusan Milyar Bank BJB Syariah

Seret Pelaku Yang Tutupi Korupsi Ratusan Milyar Bank BJB Syariah

BANDUNG - Jangan beri ruang kepada siapapun yang terlibat dalam kasus korupsi yang merugikan negara hingga ratusan milyar. Dua bank milik rakyat Jawa Barat yaitu Bank BJB (BankJabar Banten dan Bank  BJB Syariah (Bank Jabar Syariah) yang seharusnya menjadi kebanggaan, saat ini berada di titik nadir. Ini harus diselamatkan dengan cara menyeret pelaku yang terlibat.


Hal tersebut diungkap oleh Ketua Umum, Lsm Brantas (Barisan Rakyat Anti Korupsi Tatar Sunda), Wanwan Mulyawan saat diminta indofakta.comtanggapannya terkait kasus korupsi Bank BJB Syariah (29/11?2018). Wanwan memaparkan, "untuk kedua bank tersebut masih harus dibenahi lagi dan dibersihkan dari perbuatan korupsi. Dari pemantauan kami, selama 10 tahun terakhir, pengelolaan bank itu diduga menjadi bancakan orang-orangnya penguasa yang aliran politiknya sama. Nepotisme dibangun dan mulai mengakar. Bahaya besar kalau pengelolaan perbankan ditunggangi oleh orang politik. Lihat bank BJB, kami akan buktikan bahwa keuntungannya sudah dikeruk oleh oknum yang sangat berpengaruh. Oknum tersebut sangat menentukan untuk menempatkan seseorang menjadi pejabat dengan ketentuan harus setor puluhan juta setiap bulannya. Tindakan demikian sudah keterlaluan dan Bareskrim kami percaya akan mampu menanganinya secara profesional dan dalam waktu dekat akan kami laporkan," katanya.

Khusus untuk bank BJB Syariah, bank tersebut sudah bermasalah pada tahun 2015 lalu dan dilaporkan oleh anggota masyarakat di Bandung namun secara perlahan penanganannya meredup. Syukurlah, Bareskrim yang kemudian dilapori berhasil mengangkatnya menjadi kasus pidana bukan perdata, ujar Wanwan. 

"Jangan ada yang dikecualikan, ungkap semua nya agar para pengelolanya dan masyarakat Jawa Barat berhati-hati berhubungan dengan bank. Oknum-oknum yang mencoba mengambil keuntungan dari penanganan kasusnya harus diusut dan dihukum maksimal," tegasnya.

Terpisah, apresiasi kami sampaikan ke jajaran Polri yang berhasil mengungkap kasus korupsi PT. Bank BJB Syariah secara terang benderang. Kasus yang semula diduga masuk dalam ranah perdata itu harus dituntaskan sampai ke akarnya. Kalau ada keterlibatan personal yang menghalang - halangi atau lembaga yang mencoba menutup - nutupi, Penyidik Polri harus mengungkap sampai terang benderang. Tidak perlu khawatir atau sungkan, bila harus bersinggungan dengan lembaga, kami bantu Polri untuk bekerja maksimal dan tuntas.

Demikian statement Ketua Umum Lsm JBT (Jabar Transparan), Asep Irwan Nugraha yang diterima indofakta.com (29/11/2018). "Kami sangat berharap kepada Polri yang menangani kasus korupsi Bank BJB Syariah harus dilakukan secara proposional dan profesinal dengan penuh tanggungjawab. Kasus korupsi Bank ini jelas sangat merugikan negara dan masyarakat dan kami yakin serta memberikan dukungan kepada pihak-pihak yang berwenang mampu mengusut tuntas kasus tersebut sampai ke akar-akarnya. Adanya oknum aparat yang terlibat harus ditangkap dan dihukum paling berat karena sudah melakukan pembiaran dan diduga melindungi atau menutupi tindak pidana korupsi ratusan milyar itu. Yang jelas tindakan tersebut adalah musuh masyarakat. Kami akan terus mengawal kasus ini jangan sampai ada tersangka yang masih bergentayangan di lingkungan masyarakat yang hanya akan menjadi virus atau menimbulkan polemik di lingkungan masyarakat sehingga mengaburkan hukum."



Menurut Aktivis Anti korupsi di Jawa Barat itu, " dari selentingan yang sempat kami dengar, ada oknum yang mencoba menghalangi dan berhasil memanfaatkan pengaruhnya agar kasus tersebut bisa ditutup dengan berdalih kasusnya perdata. Tentunya person yang sempat diusut bisa bernafas lega, dan oknum yang mengurusnya tidak sedikit mendapatkan uang. Kami masih telusuri keberadaannya. Kalau data nya lengkap akan kami serahkan ke Penyidik," janji Asep Irwan. Ditambahkan olehnya, sidang dengan terdakwa Yocie Gusman itu sangat perlu dipantau, terdakwa hendaknya kooperatif dengan membongkar semua para penghalang demi tegaknya hukum. Kepada media, kami berharap aktif memberitakannya."

Sebagaimana diberitakan indofakta.com(28/11/2018), Pengadilan Tipikor Bandung akan mengadili perkara korupsi Bank BJB Syariah dalam waktu dekat. Kasus yang ditangani Bareskrim Mabes Polri‎ ini bermula saat BJB Syariah mencairkan dana Rp566,45 milyar untuk pembangunan Garut Super Blok pada PT. Hastuka Sarana Karya milik Andi Winarto pada 2014. Dalam hal ini, Yocie diduga tidak menaati prosedur pemberian kredit saat memberikan kredit kepada  Andi Winarto‎. Dana itu untuk membangun 161 ruko di Garut Superblok. Namun, setelah dicairkan, Andi Winarto malah mengagunkan tanah induk dan bangunan ke bank lain, setelah dana Rp500 milyar lebih itu dicairkan dan dalam perjalanannya pembayaran kredit tersebut macet. 

Pada penanganan kasus ini, penyidik Direktorat Tipikor Bareskrim Polri menyita aset Rp217 milyar‎ dari dua perusahaan itu adalah PT. Hastuka Sarana Karya dan CV. Dwi Manunggal Abadi. (Y CHS).