Mon,19 November 2018


Ambrol ! Proyek Parit Pasangan Bernilai Rp 178 Juta Tak Bermamfaat

Indofakta 2018-11-04 21:16:19 Serba Serbi
Ambrol ! Proyek Parit Pasangan Bernilai Rp 178 Juta Tak Bermamfaat
SIMALUNGUN -- Diduga dikerjakan asal jadi, Proyek Parit Pasangan bernilai Rp 178.860.000 tumbang / ambrol tak bermamfaat bagi masyarakat sehingga dianggap menghamburkan anggaran APBD Simalungun.

    

Pengerjaan tersebut berlokasi di Kelurahan Pematang Bandar, tepatnya di depan sekolah SD Negri No 091655 Pematang Bandar, Kecamatan Pematang Bandar, Kabupaten Simalungun.

   

Proyek ini dikerjakan Kontraktor CV Stepama, pemborong bermarga Sianturi. Setelah selesai dikerjan, dalam sebulan proyek tembok parit pasangan sudah dua kali tumbang.

   

Masyarakat sekitar komplain karena parit pasangan yang baru selesai dibangun sudah pada tumbang hingga 20 meter bahkan sepertinya dibiarkan begitu saja.

     

Hal tersebut diutarakan warga sekitar, A Sinaga (29) kepada awak media ini, Minggu (4/11) sekira Jam 14.00 wib,saat dilokasi dan menilai tumbangnya tembok parit pasangan diduga karena dikerjakan asal jadi tidak sesuai dengan bestek dan campuran semen.

    

“Parit Pasangan ini sudah dua kali tumbang, pertama bulan Oktober lalu diperbaiki seminggu lalu, namun tumbang lagi Sabtu kemarin, sampai sekarang belum diperbaiki, ini mungkin dikerjakan asal jadi, pondasi tidak ada dan campuran semen tidak sesuai,”ujarnya.

    

Masih A Sinaga mengatakan bahwa Pengawas dilapangan adalah Lurah Pematang Bandar R Butar-butar yang diduga memasukan bahan material serta selalu berada dilokasi mengawasi tukang yang sedang bekerja.

    

“Kutengok Lurah Pematang Bandar sering mengawasi tukang sedang kerja dilokasi, juga katanya masukkan bahan material Lurah itu juga, sedangkan pemborongnya marga Sianturi pensiunan di Dinas Tarukim Simalungun,”sebutnya.

       

Warga lain, marga Sirait berharap kepada Pemerintah dan pemborong agar tembok parit pasangan yang tumbang segera diperbaiki berhubung musim hujan dapat mengakibatkan kebanjiran.

   

 “Ini memang baru siap dikerjakan tapi sudah tumbang, kami warga berharap kepada kontraktor atau Dinas PUPR supaya tembok segeralah diperbaiki karena berhubung akhir ini cuaca ekstrim, kalau hujan turun, parit tersumbat sehingga dapat mengakibatkan kebanjiran apalagi di depan sekolah SD dapat mengganggu aktivitas proses belajar mengajar,”harapnya.

   

Kontraktor CV Stepama, marga Sianturi saat dikonfirmasi melalui selulernya, Minggu (4/11) panggilan sedang dialihkan, meski nada dering aktif, beliau urung menekan tombol hijau tanda terima panggilan. Bahkan pesang singkat yang dilayangkan juga tak respon hingga berita ini dipublikasi.

    

Begitu juga Kadis PUPR Kabupaten Simalungun, Benny Saragih saat dihubungi via selulernya, sedang tidak aktif atau berada diluar jangkuan. (Gir)

 

 

Berita Terkait