Mon,19 November 2018


Di Pem Bandar Marak Proyek Siluman Tanpa Papan Nama

Indofakta 2018-11-03 20:21:34 Daerah
Di Pem Bandar Marak Proyek Siluman Tanpa Papan Nama
SIMALUNGUN --  Sampai saat ini masyarakat Kecamatan Pematang Bandar, Kabupaten Simalungun masih bertanya-tanya bahkan mengkwatirkan beberapa kegiatan pembangunan di Kelurahan Pematang Bandar diduga asal jadi.

   

Seperti kegiatan pembangunan jalan Rabat Beton di Kampung Kristen, Kelurahan Pematang Bandar, mulai dikerjakan hingga selesai tak dipasang plank (papan nama -red)  proyek.

   

Hal tersebut diutarakan warga sekitar, A Sinaga (29) kepada media ini, dilokasi pengerjaan proyek, Sabtu (3/11) sekira Jam 10.00 wib.

   

“Aneh di kelurahan ini banyak proyek siluman karena tak pernah ada plank proyek dipasang, ini menjadi pertanyaan dan keraguan kami pembangunan dikerjakan asal jadi,”ujarnya.

 

Masih A Sinaga mengatakan bahwa masyarakat tidak mengetahui sumber kegiatan dari dinas mana dan pagu anggaran serta volume bangunan.

 

“Berapa meter, lebar dan tebalnya kita tidak tahu apalagi anggaran dan perusahaan yang mengerjakan sepertinya tidak transparan serta tidak bertanggungjawab, buktinya proyek Rabat beton ini dan proyek Parit Pasangan di Kampung 1 pemborongnya marga Lubis,”sebutnya.

  

Lanjut A Sinaga menuturkan bahwa di Kelurahan Pematang Bandar tersebut sudah banyak proyek selesai dikerjakan seminggu langsung rusak.

   

“Pengerjaan proyek seperti Rabat beton maupun parit pasangan di Kelurahan Bandar Ini banyak yang sudah rusak padahal baru selesai dikerjakan, jadi anggaran itu sayang sia-sia aja tak berguna malah merugikan Negara,”kesalnya.

 

Warga sekitar, Marga Purba menilai bahwa pemborong sudah melanggar undang-undang yang berlaku karena sengaja tidak memasang plank proyek.

  

“Apa susahnya memasang plank itu kan sudah ada anggarannya, sesuai undang-undang yang kubaca, pemborong sudah melanggar Undang-undang No 14 tahun 2008 tentang keterbukaan informasi publik (KIP) dan Peraturan Presiden No 70 tahun 2012 bahwa pemborong wajib memasang plank proyek,”terangnya.

   

Purba mengatakan warga pun perlu melakukan pengawasan apalagi wartawan untuk mengontrol kegiatan mengurangi korupsi bahan dan anggaran.

  

“Peraturan itu dibuat supaya plank proyek wajib dipasang oleh pelaksana proyek, itu pun sudah menunjukkan transparansi anggaran, tetapi faktanya di Kelurahan ini marak proyek tanpa plank, kita menilai mereka ada maksud mengurangi bahan material dan memangkas anggaran,”jelasnya.

   

Pengawas lapangan, bermarga Nainggolan saat dikonfirmasi dilokasi pembangunan, membenarkan bahwa plank proyek tidak dipasang.

 

“planknya aku ngak tahu lae, aku disini cuma mengawasi tukang kerja dan masukkan material,”ujarnya.

  

Bahkan pelaksana Proyek, Panggilan di Kumis saat ditanyai juga membenarkan plank belum dipasang dan menerangkan bahwa pemborong proyek tersebut Akher Afrullah sinaga, direktur CV KS Putra Simalungun.

 

“Pemborongnya pak Akher Sinaga orang Kerasaan, memang plank belum dipasang, proyek ini bersumber dari Dinas PUPR Simalungun, panjangnya 106 meter, lebar 2,5 meter dan tebal rabat beton 2,5 cm, tapi kalau anggarannya aku nggak tau aku bang,”ucap si Kumis itu.

 

Saat ditanyai lebih, Kumis juga mengakui pihak Dinas PUPR Kabupaten Simalungun melalui PPK dan PPTK tak pernah kelokasi melakukan pengawasan kegiatan.

 

Direktur CV KS Putra Simalungun, Akher Sinaga saat dikonfirmasi melalui selulernya, bersikap sinis. “Ya kenapa rupanya, tidak ada masalah itu, masih ditempah planknya,”singkatnya.

 

Sayangnya, Kadis PUPR Kabupaten Simalungun, Benny Saragih saat dihubungi via selulernya, sedang tidak aktif atau berada diluar jangkauan. (Gir)

 

 

Berita Terkait