Mon,19 November 2018


Unjuk Rasa Guru Honorer Kabupaten Blitar Hasilkan Empat Poin Resume

Indofakta 2018-11-01 21:56:40 Daerah
Unjuk Rasa Guru Honorer Kabupaten Blitar Hasilkan Empat Poin Resume

BLITAR -  Berkali kali beraksi, para Guru honorer ini hanya mendapatkan janji dan janji lagi, untuk mengobati rasa kecewa, kemudian pendemopun akhirnya memasang tenda sambil menunggu Bupati untuk menemuinya, tak hanya berkumpul-kumpul saja tapi para pengunjuk rasa menutup mulutnya dengan lakban, tanda minimnya komunikasi dan dialog antara pengatur kebijakan baik legeslatif maupun eksekutif.

Aksi unjukrasa para Guru honorer Kabupaten Blitar kembali mendatangi Kantor Pemerintah Kabupaten Blitar di Kanigoro, Senin (29/10/2018). Kedatangan para guru GTT dan PTT, meminta pemerintah menepati janjinya untuk memfasilitasi mereka sesuai yang dikatakan beberapa pertemuan sebelumnya, para rombongan sedianya minta kepada Bupati sendiri yang memberikan penjelasan kepadanya, namun berhubung dengan adanya kegiatan bupati diluar, akhirnya para pengunjuk rasa hanya bisa ditemui Sekretaris Daerah Kabupaten Blitar, Totok Subihandono;  itupun dalam ruangan terbatas yang diwakili para korlap dan didampingi ketua PGRI.

 Rombongan aksi yang saat itu juga didampingi Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Blitar. Muntohar. Usai pertemuanya dengan Sekda Kabupaten Blitar mengatakan kepada para pengunjukrasa, “Setelah kita tadi ketemu Sekda, akan berkirim surat kepada dewan supaya cepat dikomunikasikan, meskipun DPR Kabupaten kemarin berjanji memberi waktu satu minggu akan ditindaklanjuti, ternyata hanya omong kosong, oleh karena itu Bupati Blitar yang diteruskan oleh Sekda bilang bahwa akan kepada Dewan supaya dalam waktu dekat ini segera kirim surat ke Kemendikbut dan ke Kemenpan, kita tunggu saja tanggal 5 atau paling lambat tanggal 10 Nopember 2018, kita akan berangkat ke Jakarta, dan hari ini kita kembali ke lembaga masing-masing.”kata Muntohar;

     Apa yang disampaikan ketua PGRI itu, justru membuat sang pendemo geram, dan tetap pada pendirianya, untuk ketemu pejabat supaya menjelaskan sendiri kepada para guru GTT dan PTT yang sejak pagi berpanas panasan didepan Pendopo Kabupaten Blitar, walau akhirnya membuat resume yang berbunyi  sebagai berikut :

Terindikasi bahwa belum ada langkah kongkrit dari pengambil kebijakan di kabupaten Blitar terkait honorer.
Pemkab Blitar melalui Sekda menjanjikan akan memfasilitasi perwakilan GTT, PGRI, Pemkab dan DPRD untuk ke Jakarta menemui pemangku kepentingan diagendakan antara tanggal 5-10 Nopember 2018.
Mulai besuk sampai 10 Nopember 2018, semua GTT/PTT kembali ke lembaga masing-masing, menjalankan aktifitas sebagaimana mestinya.
Apabila sampai batas waktu yang sudah dijanjikan sebagaimana poin 1, belum terealisasi untuk ke Jakarta, maka kita satu komando dari PGRI untuk menentukan langkah apa yang akan diambil.

 Usai menyatakan resume tersebut rombongan beserta korlapnya membubarkan diri untuk kembali ke tempat masing-masing.  (hen’s/fen)

Berita Terkait