Mon,19 November 2018


Proyek Tanpa Papan Nama, Pasangan TPT Tak Berpondasi

Indofakta 2018-11-01 20:25:39 Serba Serbi
Proyek Tanpa Papan Nama, Pasangan TPT Tak Berpondasi

SIMALUNGUN -- Sebulan hampir selesai pengerjaan pembangunan parit pasangan, hingga kini Papan nama (plank-red) proyek tak kunjung dipasang.

Bahkan Pondasi Tembok Penahan Tanah (TPT) parit pasangan yang dikerjakan di Kampung satu, Kelurahan Pematang Bandar, Kecamatan Pematang Bandar, Kabupaten Simalungun itu juga tak dibuat sehingga dikwatirkan bangunan tak akan bertahan lama.

Melihat pengerjaan yang diduga kuat tidak sesuai denggan bestek itu, masyarakat merasa resah dan menjadi bahan perbincangan di setiap warung sekitar lokasi dipagi hari.

 Menurut keterangan warga, M Sinaga (32) kepada awak media ini, semenjak dimulai kegiatan, pihaknya sudah mengawasi ke lokasi pembangunan, melihat tidak terpasang plank proyek.

Bahkan pihak pengawas dari dinas Pemkab Simalungun tak pernah berada dilokasi untuk memantau pembangunan parit pasangan tersebut agar benar-benar dikerjakan sesuai dengan gambar bestek.

"Mulai datang tukang bekerja disini, kutengok tidak terpasang plank proyek, sampai hari ini juga tak dipasang padahal pengerjaan hampir selesai,"ujarnya.

Masih M Sinaga menjelaskan bahwa sesuai dengan peraturan perundangan undang segala proyek yang biayai dari APBD dan APBN harus dibuat papan pengumuman biaya, volume dan perusahaan yang mengerjakan.

"Pemborong proyek ini sudah jelas melanggar pasal 15 huruf d UU RI No 14 tahun 2008 tentang keterbukaan informasi publik (KIP) dan Pasal 25 Peraturan Presiden No 70 tahun 2012, kontraktor wajib memasang papan informasi proyek,"ujarnya.

Hal serupa, PV Sirait (40) juga sangat curiga dan menilai proyek tersebut diduga siluman."Kenapa yah tidak dipasang plank proyeknya padahal anggarannya sudah ada,tinggal pasangkan aja, pengerjaannya patut kami curigai dan terindikasi banyak korupsi,"ucapnya.

PV mengharapkan Kadis PUPR Kabupaten Simalungun, Benni Saragih agar dapat mengawasi pengerjaan dengan tranparansi supaya pembangunan berkualitas dan bermanfaat bagi masyarakat.

"Mulai dikerjakan, pejabat pembuat Komitmen (PPK) dan Pejabat pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) dari dinas juga tak pernah ada dilokasi untuk mengawasi, pondasi dasar tembok pun tidak dibuat asal jadi aja.Mohonlah Pak Kadis PUPR Benni Saragih memerintahkan pejabatnya ikut mengawasi agar anggaran APBD itu dipergunakan tidak sia sia, melainkan bermamfaat bagi rakyat Simalungun,"pintanya.

Kepala tukang, Pak Edy saat dikonfirmasi dilokasi, mengatakan bahwa proyek parit pasangan di kampung satu tersebut ada 5 titik panjang 500 meter.    

"Kalau planknya belum ada, Pemborongnya pak Lubis, ini ada 5 titik, kalau panjangnya 500 meter tapi anggarannya kami tidak tau, cuma kami disuruh ngerjakan aja,"katanya.

Kadis PUPR, Benni Saragih saat dihubungi melalui selulernya, Kamis (1/11) sekira Jam 11.00 wib, sedang tidak akti atau sedang diluar jangkauan.
  Begitu juga Pemborong, J Lubis saat dihibungi via selulernya, meski terdengar nada aktif beliau urung menekan tombol hijau terima panggilan itu. Bahkan pesan singkat yang dilayangkan juga tak terbalas hingga berita ini diserahkan kemeja redaksi. (Gir)

 

 

 

 

 

Berita Terkait