Mon,19 November 2018


Dr. Musa Darwin Pane, SH., MH Dorong Peradi Untuk Bersatu

Indofakta 2018-10-31 12:37:32 Hukum / Kriminal
Dr. Musa Darwin Pane, SH., MH Dorong Peradi Untuk Bersatu

BANDUNG  - Menanggapi diterimanya Putusan Sela Penggugat Intervensi oleh Majelis Hakim, Dr. Musa Darwin Pane, SH.,MH mengatakan turut puas dan berharap bisa mendorong bersatunya Peradi.

Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Peradi Rumah Bersama Bandung itu saat diminta indofakta.com tanggapannya atas bergulirnya perkara Gugatan No. 667/PDT.G/2017/PN. JKT.PST (31/10/2018). Menurutnya,  Putusan Sela telah dibacakan pada 30 Oktober 2018 oleh Majelis Hakim pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat dalam gugatan Perhimpunan Advokat Indonesia (PERADI). Putusan Sela tersebut adalah sehubungan dengan apakah Penggugat Intervensi diterima menjadi “Pihak atau Tidak” dan juga sebagai langkah positif guna mendorong perbaikan bagi Organisasi Advokat (“OA”).

Sebelumnya pada tanggal 23 Maret 2018, Penggugat Intervensi, Berry Sidabutar, SH.,MH, mengajukan gugatan intervensi terhadap perkara Nomor: 667/Pdt.G/2017/PN.JKT.PST. Dasar diajukannya gugatan oleh Pemohon adalah perihal Musyawarah Nasional (Munas) yang dilaksanakan oleh PERADI Kepengurusan Fauzie Hasibuan di Pekanbaru yang tidak sesuai dengan mekanisme AD/ART PERADI.

Penggugat Intervensi pada saat itu adalah pihak yang tergabung dalam Tim 9 yang menolak keabsahan Munas Pekanbaru.

Dalam Putusan Sela-nya, Majelis Hakim menerima Gugatan Intervensi dari Penggugat Intervensi untuk “masuk” menjadi Pihak dalam perkara gugatan kepengurusan PERADI. 

Dengan adanya Putusan Sela ini diharapkan bisa memberikan upaya kontributif dalam proses peradilan yang sedang berjalan. Utamanya pengungkapan fakta - fakta peristiwa dalam Munas yang relevan berdasarkan AD/ART dan hasil Munas I PERADI Pontianak yang telah merekomendasikan (mengamanatkan) bahwa Munas selanjutnya dalam hal pemilihan Ketua Umum dijalankan dengan OMOV (One Man One Vote).

Kini, proses persidangan akan memasuki pokok perkara, baik jawab - menjawab serta mendengarkan keterangan saksi-saksi dan ahli, baik dari Penggugat, Penggugat Intervensi maupun Para Tergugat. 

Penting diketahui, bahwa pada sidang gugatan lainnya yaitu gugatan PERADI kepengurusan Fauzie Hasibuan terhadap Juniver Girsang  Tidak Diterima (“NO”) oleh Pengadilan Negeri Jakarta Pusat yang salah satu pertimbangan Hukum-nya ditegaskan bahwa Munas yang dilaksanakan di Pekanbaru tidak sesuai dengan mekanisme AD/ART PERADI. 

Dengan demikian, proses persidangan lanjutan dalam pokok perkara dapat memberikan kejelasan atas akuntabilitas OA. 

Kedepan, harapannya OA  dapat berdiri tegak dalam menjalankan tugas utamanya yaitu meningkatkan kualitas Advokat sebagaimana maksud UU No: 18/2003 tentang Advokat. (Y CHS).

Berita Terkait