Mon,19 November 2018


Jaksa Agung Didampingi Kajati DKI Kunjungi Rumah Duka Korban Lion Air JT610

Indofakta 2018-10-30 19:05:20 Nasional
Jaksa Agung Didampingi Kajati DKI Kunjungi Rumah Duka Korban Lion Air JT610
JAKARTA -- Jaksa Agung H.M. Prasetyo  ( tengah di apit orang tua dan istri Syandi / korban ) didampingi  Kajati DKI Jakarta Tony T Spontana ( kedua dari kiri ) mengunjungi rumah duka keluarga almarhum Sandy Johan Ramadhan  korban kecelakaan pesawat Lion Air JT610  tujuan Jakarta- Pangkal Pinang, Selasa (30/10/18)

Wajah pimpinan Korps Adhyaksa itu tampak berduka dan merasa kehilangan karena dari 188 korban yang meninggal dunia terdapat lima orang warganya,emapt diantaranya pegawai Kejaksaan tiga Jaksa dan satu staf  Tata Usaha pada Kejati Babel.

“Kami ikut berbelasungkawa semoga para korban mendapatkan tempat yang terbaik di sisiNya dan diampuni semua dosa-dosanya. Tak lupa kami doakan agar keluarga diberikan ketabahan dalam menghadapi cobaan ini,” kata Jaksa Agung.

Sementara itu dalam kesempatan yang sama  Kajati DKI Tony Spontana menyampaikan bela sungkawa kepada korban maupun keluarga yang di tinggalkan,”Selaku pribadi dan sebagai Kajati DKI Jakarta, saya merasakan duka yang mendalam kehilangan jaksa-jaksa  muda yang baik dan energik, yang disiapkan untuk menjadi pimpinan kejaksaan di masa depan,” tutur Tony pada wartawan.
 
Sebagai mantan Kapuspenkum itu menilai sosok Jaksa sandy punya kelebihan yang sangat di butuhkan oleh institusi,” Jaksa Sandy Johan adalah sosok jaksa yunior yang sangat potensial, yang menguasai tiga bahasa asing,” kata Tony.
“ Selamat jalan yuniorku, terima kasih atas perjuanganmu mengabdi kepada keluarga, institusi, bangsa dan Negara,” tuturnya.
“ Semoga Allah SWT menempatkanmu di tempat terbaik di sisiNya,” ucap doa Kajati untuk korban.

 Selain Sandy Johan Ramadhan,korban  pesawat Lion Air yang mereka tumpangi Andri ( Koordinator Kejati babel ) dan istri, Kasi Pidsus Pangkalpinang Dody Junaedi (no manifes 075, seat 19E);  dan staff Tata Usaha Kejaksaan Tinggi Bangka Belitung yang turut meninggal dunia pada penerbangan tersebut.
 
Sebelumnya telah dikabarkan,bahwa Pesawat type B737-8 Max dengan nonor penerbangan JT 610 milik operator Lion Air yang terbang dari Bandar Udara Soekarno Hatta Banten menuju Bandar Udara Depati Amir di Pangkal Pinang dilaporkan telah hilang kontak pada 29 Oktober 2018 pada sekitar pukul 06.33 WIB.
Pesawat dengan nomor registrasi PK-LQP dilaporkan terakhir tertangkap radar pada koordinat 05 46.15 S - 107 07.16 E. Pesawat ini berangkat pada pukul 06.10 WIB dan sesuai jadwal akan tiba di Pangkal Pinang pada Pukul 07.10 WIB. Pesawat sempat meminta return to base sebelum akhirnya hilang dari radar.
Pesawat yang membawa 178 penumpang dewasa, 1 penumpang anak-anak dan 2 bayi dengan 2 Pilot dan 5 FA sampai saat ini telah hilang kontak selama kurang lebih 3 jam.
 
Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub saat ini tengah berkoordinasi dengan BASARNAS, Lion Air selaku operator dan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, Perum LPPNPI untuk melakukan kegiatan pencarian dan penyelamatan terhadap pesawat JT 610. ( Muzer )
 

Berita Terkait