Mon,19 November 2018


Terlawan II Tak Hadir, Mediasi Perkara Perlawanan Lelang Deadlock

Indofakta 2018-10-30 15:09:08 Hukum / Kriminal
Terlawan II Tak Hadir, Mediasi Perkara Perlawanan Lelang Deadlock

BANDUNG - Mediator pada Pengadilan Negeri Bandung mengatakan bahwa mediasi perkara perdata Nomor : 351/Pdt.G/2018/PN.Bdg dinyatakan deadlock. Penyebabnya karena Terlawan II yaitu Yana Suryana tidak pernah hadir dalam upaya mediasi di Pengadilan Negeri Bandung. Dengan demikian perkara akan dilanjutkan secara litigasi dengan Majelis Hakim yang diketuai Yuli Sinthesa Tristania, SH.,MH.

Dikonfirmasi indofakta.com saat keluar dari Ruang Mediasi di PN Bandung (30/10/2018), Hakim M. Razzad yang bertindak sebagai mediator mengatakan, sudah deadlock karena sudah menunggu Yana Suryana dan Widianingrum Fitri tidak juga hadir. "Lalu pihak Pelawan I dan II mengatakan deadlock, ya sudah," kata M. Razzad. Diketahui kemudian bahwa ternyata Yana Suryana ada perkara lain dimana yang bersangkutan sedang menggugat Bank BTPN. 
Dengan demikian perkara akan dilanjutkan secara litigasi di persidangan terbuka dengan Majelis Hakim yang diketuai Yuli Sinthesa Tristania, SH.,MH. 

Bersama dengan Rekan yaitu Rafael Situmorang, SH, Mangiring Sibagariang, SH dan Aneng Sumbangsih, SH, M. Irwan Yustiarta, SH  selaku Kuasa Hukum dari Yeni Suhaeni selaku Pelawan I dan Hery Tantan Sumaryana selaku
II akan berhadapan dengan PT. BTPN, Tbk Mur Regional Jawa Barat 1 selaku Terlawan I, Yana Suryana, SE selaku Terlawan II, Widianingrum Fitri selaku Terlawan III, Yani Setiani, SH., M.KN/Notaris selaku Terlawan IV dan KKPKNL (Kepala Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang Bandung selaku Turut Terlawan. 

Dalam materi perlawanannya, pihak Pelawan I dan II sudah membeli 1 (satu) unit kavling tanah dan bangunan berlantai 2 (dua) di Blok FG Tipe Saphire dengan luas tanah 170 m2 dan luas bangunan 166,56 m2 yang berlokasi di Perumahan Cluster D'Platinum Cikutra Bandung Jalan Cukang Kawung No. 36 Kelurahan Cigadung Kecamatan Cibeunying Kaler Kota Bandung dengan pembelian kepada Yana Suryana, SE dan Widianingrum Fitri menggunakan atas nama PT. Raka Media Swatama dimana Yana sebagai pemilik perusahaan tersebut dengan jabatan Direktur dan istrinya Widianingrum Fitri/istri Yana sebagai pemilik yang juga sebagai penjual tanah dan bangunan tersebut.

Pembelian tanah berikut bangunannya oleh Yeni Yuhaeni dan Heri Tantan Sumaryana terjadi pada tanggal 27 OKtober 2010 seharga Rp1.200.000.000,-  (satu milyar dua ratus juta rupiah) dengan pembelian tunai berjangka dimana setelah pembayaran booking fee Rp10 juta berikut Rp600 juta dan sisa anggaran sebesar Rp600 juta dibayar dengan 4 (empat) kali angsuran masing-masing sebesar Rp150 juta. Pembayaran sudah selesai per 22 April 2011. 

Namun setelah lunas baik Yana maupun Widianingrum Fitri tidak melakukan kewajibannya. Tidak sesuai kesepakatan semula yaitu, apabila telah terjadi pelunasan atas rumah yang dibeli Yeni Yuhaeni dan Heri Tantan Sumaryana maka sertifikat atas nama Widianingrum Fitri akan dibaliknamakan. 

Yana Suryana dan Widianingrum yang diduga bersama dengan Notaris/PPAT membuat PPJB (Perjanjian Pengikatan Jual Beli) dengan Yeni Yuhaeni/Heri Tantan bernomor : 20 Tanggal 13 April 2012. Bayangkan pembelian sudah lunas tahun 2011 PPJB dibuat tahun 2012, ini jelas tidak benar, ada perbuatan yang bersifat melanggar hukum, kata M. Irwan. 

Ternyata, tanah lokasi bangunan yang dibeli Yeni Yuhaeni/Heri telah menjadi Hak Tanggungan pada PT. Bank BTPN. Pasalnya bila dalam PPJB No. 20 Tahun 2012 tercantum SHM No. 6514, maka muncul SHM No. 6516 dengan lokasi yang sama. SHM No. 6516 sudah menjadi Hak Tanggungan pada Bank tersebut. Hal ini terbukti dari adanya pengumuman lelang pertama eksekusi atas nama Yana tertanggal 16 Juli 2018. Saat dikonfirmasi Kuasa Hukum keduanya, pihak BTPN yang diwakili oleh Ario Teizar Putra mengakui bahwa SHM No. 6516 sudah menjadi HT dan berbeda dengan SHM No. 6514 yang menjadi lokasi tanah dan bangunan yang dibeli oleh Pelawan I dan II.

Saat dikonfirmasi oleh Pelawan I dan II kepada PT. Bank BTPN, jawaban yang diterima keduanya sangat mengejutkan yaitu tanah dan bangunan yang dibelinya akan diadakan pelelangan oleh PT. Bank BTPN melalui KKPKNL Bandung sehubungan dengan tunggakan kredit Yana Suryana dimana lokasi tersebut sudah dijaminkan oleh Terlawan II ke PT. Bank BTPN. 

Atas hal tersebut, M. Irwan, Dkk memohon kepada PN Bandung agar Dalam Provisi/Putusan Pendahuluan menangguhkan pelaksanaan lelang HT terhadap tanah dan bangunan dengan SHM No. 6516. Sedang Dalam Pokok Perkara/Petitum pihak Pelawan I dan II memohon sebanyak 13 butir. (Y CHS).

 

Berita Terkait