Mon,19 November 2018


Pangdam III Siliwangi : Ingatkan Agar Mengantisipasi dan Mewaspadai Kemungkinan Terjadi Bencana

Indofakta 2018-10-26 17:51:01 Serba Serbi
Pangdam III Siliwangi : Ingatkan Agar Mengantisipasi dan Mewaspadai Kemungkinan Terjadi Bencana

BANDUNG - Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Besar Harto Karyawan, S.H, M.Tr (Han) mengingatkan, agar kita semua untuk siap mengantisipasi dan mewaspadai kemungkinan - kemungkinan terjadi bencana didaerah kita sendiri.

Dikatakan Pangdam III/Siliwangi saat menyerahkan dan melepas keberangkatan bantuan untuk korban bencana alam Palu Sulawesi Tengah di Makodam III/Siliwangi Jalan Aceh Bandung. Rabu (25/10/2018).

Melalui rilis yang diterima indofakta.com dari Pendam III/Siliwangi hari ini mengabarkan, Pangdam menjelaskan,“ saat ini bumi sedang bergejolak dan bumi mengalami perubahan -perubahan, beberapa waktu lalu terjadi gempa di Lombok berlanjut di beberapa tempat bahkan yang paling parah adalah kejadian di Palu Sulawesi Tengah, bukan hanya gempa tetapi berdampak tsunami bahkan terjadi pergeseran - pergeseran lempeng."

“Kejadian serupa tidak menutup kemungkinan bisa terjadi diwilayah kita, potensi bencana diwilayah kita cukup tinggi diantaranya bencana tanah longsor, bencana banjir dan bencana angin puting beliung bahkan kemungkinan bisa terjadi bencana gempa karena wilayah kita juga berada dekat dengan lempeng yang mungkin bisa saja terjadi,“ ungkap Pangdam.

Kita berdo’a bersama semoga itu tidak terjadi dan kita siap mengantisipasi apabila itu terjadi, untuk itu saya perintahkan kepada para komandan satuan untuk menggeladikan dan mengingatkan baik itu di instansi maupun di lingkungan keluarga kita, apabila terjadi bencana apa yang harus kita lakukan, berbuat apa, dimana kita harus berlindung, dimana kita harus menghindari kemungkinan - kemungkinan bahaya dan ancaman.

"Hal ini perlu diingatkan, hal ini perlu dilatihkan, sehingga apabila itu terjadi kita tidak panik karena kepanikan inilah yang banyak menimbulkan korban," jelas Pangdam. 

Kalau itu bisa diantisipasi lebih awal apabila terjadi kita sudah siap, kita sudah tau kemana kita harus berlindung kita harus tau kemana kita harus keluar dari mana arah yang aman baik itu didaerah perkantoran ataupun disekitar rumah kita sendiri maupun ditempat-tempat lain.

Pangdam tambahkan, " tehnik - tehnik bagaimana penyelamatan perlu diingatkan, perlu diajarkan dan perlu diberi tahu, salah satu bagaimana kita menghindarinya yaitu berlindung.

Ada contoh-contoh yang mungkin perlu dievaluasi pada masa lalu, apabila terjadi gempa kita bersembunyi di bawah meja atau di bawah kasur misalnya, ini justru ada dampak - dampak kerawanan di sana kalau kita berada di bawahnya. 

Justru yang paling aman kita mencari titik ruang kosong penyelamatan.
Contoh lain, disitu ada meja dan disitu ada kursi berlindunglah kita di sebelah meja atau merapat di sebelah kursi, atau disitu ada tempat tidur ada sela ruang kosong diantara tempat tidur maka berlindunglah kita disela-sela tempat tidur dan tembok. 

"Mencari penyangga-penyangga utama seperti tiang-tiang pancang utama merapat kita di tiang pancang utama duduk saja dipojokannya disitu akan memberikan keamanan dan keselamatan bagi kita karena apabila terjadi runtuhan menimpa pasti kita tidak tertimpa karena tertahan oleh ruang sudut dimana kita berlindung," imbuhnya. (Y CHS).

Berita Terkait