Tue,13 November 2018


PN Bandung Perintahkan Bos SBL Menjual Aset untuk Berangkatkan Jemaah

Indofakta 2018-10-18 19:50:48 Hukum / Kriminal
PN Bandung Perintahkan Bos SBL Menjual Aset untuk Berangkatkan Jemaah

BANDUNG - Pengadilan Negeri Bandung Kelas I A Khusus menghukum pidana penjara bos PT. SBL (Solusi Balad Lumampah). Aom Juang Wibowo dihukum pidana penjara selama 2 tahun dan pidana denda sebesar Rp100.000.000 (seratus juta rupiah) subsidair selama 3 bulan pidana kurungan (18/10/2018).


Tak hanya itu. Pada bagian lain dalam amar Putusannya, PN Bandung melalui Majelis Hakim yang diketuai Yudianto Hadilaksana, SH., MH memerintahkan agar terdakwa Aom Juang Wibowo agar menjual aset untuk dikembalikan ke jemaah umrah yang belum berangkat. 

"Menurut hakim yang dipimpin Judijanto, Aom terbukti sah dan meyakinkan melakukan penipuan dan pencucian uang sebagaimana tertuang dalam dakwaan alternatif pertama Pasal 378 KUHP dan Pasal 3 UU RI Nomor 8 tahun 2010 tentang tindak pidana pencucian uang (TPPU).


"Bahwa terdakwa Aom Juang Wibowo telah terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan Penipuan dan Pencucian Uang sebagaimana tertuang dalam dakwaan alternatif pertama Pasal 378 KUHPidana dan Pasal 3 UU RI Nomor 8 tahun 2010 Tentang Tindak Pidana Pencucian Uang. Menjatuhkan oleh karenanya hukuman pidana penjara selama 2 tahun dikurangi selama terdakwa berada dalam tahanan sementara. Menjatuhkan pidana denda sebesar Rp100.000.000,-. Apabila denda tersebut tidak dibayar akan diganti dengan kurungan 3 bulan," papar Judijanto. 

Tentang aset milik Aom Juang Wibowo yang disebut Ketua Majelis Hakim adakah yang dijadikan barang bukti berjumlah 88 diminta untuk dijual dan uangnya dikembalikan ke calon jemaah yang belum berangkat dengan jumlah 2.501 orang. 

Adapun barang bukti tersebut berupa benda bergerak dan tidak bergerak di antaranya bangunan gedung kantor SBL di Jalan Dewi Sartika senilai Rp32 miliar, sejumlah mobil, motor dan uang di dalam rekening PT SBL. 

Sebelum menghukum Direktur PT. SBL tersebut PN Bandung melalui Ketua Majelis Hakim Tardi, SH.,MH membaca Putusan terhadap terdakwa Ery Ramdani, staf PT. SBL yang berkasnya terpisah. Ery dihukum pidana penjara selama1 tahun dan 6 bulandan denda Rp 50 juta subsidair kurungan selama 3 bulan. 

Vonis terhadap Aom lebih berat dari tuntutan jaksa yang hanya menuntutnya dan stafnya Ery dengan tuntutan 1 tahun penjara.

Aset milik Aom yang dijadikan barang bukti berjumlah 88 item diminta untuk dijual dan uangnya dikembalikan ke calon jemaah yang belum berangkat berjumlah 2.501 orang. Barang tersebut dikembalikan kepada nasabah melalui PT SBL," urai Yudianto.

Dalam pertimbangan hukumnya, Majelis Hakim antara lain menyatakan bahwa jemaah SBL yang tidak bisa berangkat  dari periode Mei 2017 sampai dengan Januari 2018 total jemaah umrah SBL mencapai 30.409 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 12.845 jemaah baik yang sudah lunas atau masih mencicil, tidak bisa berangkat umrah. Namun selama kasus ini bergulir, jumlah jemaah yang belum berangkat berkurang dimana terdakwa  memberangkatkan jemaah secara bertahap 12.845 orang, sisanya yang belum berangkat sebanyak 2.501 orang. Untuk itu terdakwa berniat untuk memberangkatkan sisanya.

Hukuman yang dijatuhkan kepada Aom Juang Wibowo dan Ery Ramdanu lebih berat dari Tuntutan JPU (Jaksa Penuntut Umum) yang menuntut keduanya agar dihukum masing - masing pidana penjara selama 1 tahun.

Sebelum menghukum Direktur PT. SBL tersebut PN Bandung melalui  Majelis Hakim yang diketuai Tardi, SH.,MH terlebih dahulu menghukum terdakwa Ery Ramdani, staf PT. SBL dalam berkas perkara terpisah. Ery dihukum pidana penjara selama1 tahun dan 6 bulan serta denda sebesar Rp50.000.000,- subsidair kurungan selama 3 bulan. 

Jelang sidang ditutup, Majelis Hakim bertanya kepada terdakwa Aom dan Ery tentang sikapnya terhadap Putusan tersebut, keduanya menerima. Dari pantauan indofakta.com persidangan berjalan dengan kondusif, para jemaah yang mengikuti sidang sebelumnya bersalawat langsung tertib saat diperingatkan Majelis Hakim. (Y CHS).








 

Berita Terkait


 Terbaru