Tue,13 November 2018


Kuasa Ahliwaris Rd. Adi Kusumah Melapor ke Kompolnas

Indofakta 2018-10-18 17:50:13 Hukum / Kriminal
Kuasa Ahliwaris Rd. Adi Kusumah Melapor ke Kompolnas

BANDUNG - Salah satu Kuasa Ahliwaris Rd. Adi Kusumah melaporkan Penyidik Polda Jabar ke Kompolnas (Komisi Kepolisian Nasional). Pasalnya pihak Polda Jabar pada tanggal 18 OKtober 2018 diduga telah melakukan penangkapan terhadap beberapa orang termasuk salah satu Kuasa Ahliwaris Rd. Adi Kusumah. 

Menurut rilis yang diterima indofakta.com dari salah satu Kuasa Hukum Ahliwaris Rd. Adi Kusuma, Dr. Musa Darwin Pane, SH., MH (17/10/2018) bahwa pihaknya melalui pemantauan Tim di lapangan yang diterima oleh Ucok Parulian Rolando, SH., MH yang juga Tim Kuasa Hukum Ahliwaris Rd. Adi Kusuma, Pengadilan Negeri Bandung pada 2 Juni 2016 telah melakukan eksekusi pengosongan dan penyerahan tanah berikut bangunan yang terletak di Jalan Dago/Ir. H. Juanda No. 358 - 360 Kota Bandung. Sehingga menurut Ucok bahwa Ahliwaris sudah menjadi pemilik yang sah atas seluruh tanah dan bangunan yang digunakan Pemprov Jabar sebagai Kantor DKPP (Dinas  Ketahanan Pangan dan Peternakan).

Akan tetapi, lanjut Ucok, pihak Pemprov Jabar sampai dengan saat ini masih tetap tidak mau mengosongkan barang-barang yang masih ada di dalam bangunan tersebut meskipun telah diperingati oleh Pengadilan Negeri Bandung melalui surat tertanggal 12 Juli 2016.

Menurut pemantauan tim, di lapangan ahliwaris melalui kuasanya sejak awal Oktober 2018 telah menempati objek di jl. Dago 358 - 360 Kota Bandung tersebut dengan mendirikan tenda -tenda dan sembari memasang spanduk, baliho serta pengumuman yang pada intinya menyatakan tanah dan bangunan tersebut adalah milik Ahliwaris Rd. Adi Kusuma atas dasar eksekusi dan Berita Acara Pengosongan dan Penyerahan dari Pengadilan Negeri Bandung. 

Namun bukannya secara sukarela mengosongkan, pihak Pemprov Jabar yang tidak terima akan tindakan tersebut, secara tiba - tiba pada tanggal 21 September 2018 melaporkannya ke Polda Jabar yang langsung ditindaklanjuti pada tanggal 4 Oktober 2018 dengan menangkap dengan membawa salah satu Ahliwaris bernama Ijudin Rahmat dan juga beberapa orang yang berada di dalam lahan gedung DKPP ke Mapolda Jabar untuk dimintai keterangan.

Atas dasar adanya peristiwa penangkapan oleh Polda Jabar tersebut pada hari ini, 17 Oktober 2018 salah satu Kuasa ahliwaris yang juga turut ditangkap pada tanggal 4 Oktober 2018, M. Ijudin Rahmat mendatangi kantor Kompolnas dan mengadukan tindakan Penyidik Polda tersebut. 

"Kami laporkan tindakan Penyidik Polda yang diduga tidak profesional dalam menjalankan tugasnya dan telah berbuat sewenang - wenang karena kami sah secara hukum menduduki objek sengketa tersebut berdasarkan Putusan dan Berita Acara Eksekusi Pengadilan Negeri Bandung. Kami juga meminta Kompolnas melakukan tindakan tegas terhadap kejadian ini, ucap Ijudin. 

Selain ke Kompolnas, Ijudin juga melaporkan nya ke Div. Propam Mabes Polri. "Penegakan hukum di Jabar harus tepat sasaran dan jangan berpihak kepada penguasa," sambungnya. 

Sementara itu, Dr. Musa Darwin Pane, SH.,MH mengatakan, sangat menyayangkan sikap Polda Jabar yang mengkriminalisasi salah satu Kuasa ahliwaris Ijudin Rahmat beserta rekan - rekan yang terjun di lapangan. Darwin juga mendukung mengenai pelaporan terhadap tindakan wewenang -wenang Penyidik Polda Jabar ke Kompolnas dan Div. Propam Mabes Polri. 

Menurut Ahli Hukum Pidana dari Unikom Bandung itu, memohon agar Polda Jabar taat asas dan taat hukum. "Kami memohon agar Polda Jabar taat asas dan taat hukum serta jangan coba - coba terhadap sengketa keperdataan dilakukan kriminalisasi. Seharusnya Polda Jabar mendukung dan mengamankan Eksekusi Pengadilan," tutupnya.

Seperti diberitakan indofakta .com sebelumnya bahwa pihak Pemprov Jabar telah dikalahkan dalam sengketa perebutan Kantor DKPP Provinsi Jawa Barat. Namun sampai dengan beberapa kali pergantian Gubernur, hingga saat ini Gubernur yang baru saja dilantik, Pemprov Jabar dalam hal ini Gubernur dan Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Jawa Barat tidak mau mengosongkan lahan kantor tersebut kepada Ahliwaris Rd. Adi Kusumah. (Y CHS).

Berita Terkait


 Terbaru