Tue,13 November 2018


Terlawan II dan III Tak Hadir, Mediasi Perkara Perlawanan Lelang Lanjut

Indofakta 2018-10-16 17:35:14 Hukum / Kriminal
Terlawan II dan III Tak Hadir, Mediasi Perkara Perlawanan Lelang Lanjut

BANDUNG - Mediator pada Pengadilan Negeri Bandung masih membuka waktu dan ruang kepada para pihak yang berupaya untuk mencapai suatu komitmen. Meski para prinsipal seharusnya hadir tapi sesuai agenda mediasi, pihak Terlawan II, Yana Suryana dan Terlawan III, Widianingrum Fitri dan atau Penasehat Hukumnya tidak hadir tanpa alasan. Sedang Terlawan I dan IV hadir untuk keputusan menunggu keputusan dari Terlawan II dan III. Tidak hadirnya Terlawan II dan III, pihak PN Bandung akan memanggilnya. 


Dihadapan Hakim Mediator, M. Razzad, SH.,MH, Pihak Pelawan I dan II selaku prinsipal hadir pada mediasi tersebut menyampaikan bahwa,  Perlawanan diajukan karena adanya Pengumuman Lelang yang dibuat oleh Terlawan I. Dalam hal ini diketahui terjadi sebelum Terlawan II dan III mengajukan diri sebagai Debitur ke BTPN. Pihak Bank BTPN selaku Terlawan I mengatakan bahwa objek tersebut sudah dikeluarkan dari Aset yang akan diselenggarakan dan sudah ada pihak lain dalam pengajuan kepailitan terhadap PT. Raka Media Swatama milik Terlawan II dan III yang saat ini dalam penanganan kurator. 

Melalui M. Irwan Yustiarta, SH selaku Kuasa Hukumnya, pihak Pelawan I dan II menanggapinya sebagai berikut : Pelawan I dan II tetap pada pengakuan perlawanan untuk membuktikan secara juridis formal dan materil mengenai : 1. Status hukum pihak Pelawan I dan II selaku pembeli yang beritikad baik telah ditunjukkan oleh Pelawan I dan II yaitu telah membayar secara berjangka sesuai kesepakatan kedua belah pihak yaitu terhadap Terlawan II dan III dengan jumlah pembelian sebesar Rp1,2 milyar yang telah lunas dibayar sebanyak 6 kali pada tahun 2010 ; 2. Pihak Pelawan I dan II ingin menguji secara juridis keabsahan PPJB (Perjanjian Pengikatan Jual Beli) yang dibuat oleh Notaris/PPAT Yani Setiani, SH., MKN selaku Terlawan IV berdasarkan kesepakatan dengan pihak Terlawan lI dan III tanpa adanya kesepakatan dan sepengetahuan dari pihak Pelawan. Diketahui oleh pihak Pelawan, apabila bukti pelunasan pembayaran seharusnya dibuatkan dalam AJB (Akta Jual Beli) bukan dalam bentuk PPJB (Perjanjian Pengikatan Jual Beli) setelah mencuatnya kasus ini melalui perlawanan di PN Bandung dengan 351/Pdt.G/2018/PN.Bdg ;  
3. Pelawan II dan II baik melalui Surat Perlawanan maupun mediasi yang saat ini sedang berjalan ingin mengetahui mekanisme pemberian kredit oleh Terlawan I kepada Terlawan II dan III, apakah sistem pemberian kredit tersebut telah sesuai dengan aturan perbankan dalam hal ini apakah pihak Terlawan I telah melakukan verifikasi administrasi dan verifikasi faktual sesuai aturan perbankan yang berlaku perihal penilaian atas jaminan yang diajukan oleh Terlawan II dan III sebagai Debitur Terlawan I. Hal ini mengingat dan menimbang bahwa jaminan aset yang diajukan oleh Terlawan II dan III dari Terlawan I berdasarkan bukti- bukti dari Pelawan I dan II sesuai point I  di atas secara juridis adalah sah melalui pembelian secara tunai berjangka seharga Rp1,2 milyar yang telah lunas pada tahun 2010 berdasarkan kesepakatan kedua belah tersebut; 4. Bahwa semenjak diterimanya jaminan berupa SHM atas nama Terlawan III yang diajukan oleh Terlawan II, pihak Terlawan I dapat diketahui pihak Pelawan I dan II sama sekali tidak pernah menerima tim auditor dan tim analisis kredit dan analisis jaminan dari Tim Terlawan I. Pelawan I dan II mengetahui dijaminkan oleh Terlawan II dan III setelah adanya pengumuman lelang terhadap objek jaminan yang ditempati oleh Pelawan I dan II sejak Januari 2011 sampai saat ini. Adapun dasar Pelawan I dan II untuk menempati berdasarkan pembelian dari Terlawan II dan III. 

Perkara Perlawanan Lelang atas nama Yeni Yuhaeni dan Drs. Heri Tantan Sumaryana, MSi saat ini memasuki Tahap Mediasi.  Agenda tersebut ditetapkan Majelis Hakim setelah para pihak dinyatakan lengkap menghadiri sidang Perlawanan terhadap Lelang Eksekusi Hak Tanggungan Atas Nama Debitur Yana Suryana yang Diterbitkan oleh PT. Bank Tabungan Pensiunan Nasional, Tbk (BTPN) Mur Regional Jawa Barat 1, Bandung. 

Bersama dengan Rekan yaitu Rafael Situmorang, SH, Mangiring Sibagariang, SH dan Aneng Sumbangsih, SH, M. Irwan Yustiarta, SH  selaku Kuasa Hukum dari Yeni Suhaeni selaku Pelawan I dan Hery Tantan Sumaryana selaku
II sebelumnya mengajukan Permohonan Perlawanan yang terpaksa dilakukan. Perlawanan ditujukan kepada PT. BTPN, Tbk Mur Regional Jawa Barat 1 selaku Terlawan I, Yana Suryana, SE selaku Terlawan II, Widianingrum Fitri selaku Terlawan III, Yani Setiani, SH., M.KN/Notaris selaku Terlawan IV dan KKPKNL (Kepala Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang Bandung selaku Turut Terlawan. 

Menurut pihak Pelawan I dan II bahwa pihaknya sudah membeli 1 (satu) unit kavling tanah dan bangunan berlantai 2 (dua) di Blok FG Tipe Saphire dengan luas tanah 170 m2 dan luas bangunan 166,56 m2 yang berlokasi di Perumahan Cluster D'Platinum Cikutra Bandung Jalan Cukang Kawung No. 36 Kelurahan Cigadung Kecamatan Cibeunying Kaler Kota Bandung dengan pembelian kepada Yana Suryana, SE dan Widianingrum Fitri menggunakan atas nama PT. Raka Media Swatama dimana Yana sebagai pemilik perusahaan tersebut dengan jabatan Direktur dan istrinya Widianingrum Fitri/istri Yana sebagai pemilik yang juga sebagai penjual tanah dan bangunan tersebut.

Pembelian tanah berikut bangunannya dibeli oleh Yeni Yuhaeni dan Heri Tantan Sumaryana pada tanggal 27 OKtober 2010 seharga Rp1.200.000.000,-  (satu milyar dua ratus juta rupiah) dengan pembelian tunai berjangka dimana setelah pembayaran booking fee Rp10 juta berikut Rp600 juta dan sisa anggaran sebesar Rp600 juta dibayar dengan 4 (empat) kali angsuran masing-masing sebesar Rp150 juta. Pembayaran sudah selesai per 22 April 2011. 

Masih menurut M. Irwan, namun setelah lunas baik Yana maupun Widianingrum Fitri tidak melakukan kewajibannya. Tidak sesuai kesepakatan semula yaitu, apabila telah terjadi pelunasan atas rumah yang dibeli Yeni Yuhaeni dan Heri Tantan Sumaryana maka sertifikat atas nama Widianingrum Fitri akan dibaliknamakan. 

Seakan coba menghindar, Yana Suryana dan Widianingrum yang diduga bersama dengan Notaris/PPAT membuat PPJB (Perjanjian Pengikatan Jual Beli) dengan Yeni Yuhaeni/Heri Tantan bernomor : 20 Tanggal 13 April 2012. Bayangkan pembelian sudah lunas tahun 2011 PPJB dibuat tahun 2012, ini jelas tidak benar, ada perbuatan yang bersifat melanggar hukum, kata M. Irwan. 

Tak sampai disitu. Tanah lokasi bangunan yang dibeli Yeni Yuhaeni/Heri telah menjadi Hak Tanggungan pada PT. Bank BTPN. Pasalnya bila dalam PPJB No. 20 Tahun 2012 tercantum SHM No. 6514, maka muncul SHM No. 6516 dengan lokasi yang sama. SHM No. 6516 sudah menjadi Hak Tanggungan pada Bank tersebut. Hal ini terbukti dari adanya pengumuman lelang pertama eksekusi atas nama Yana tertanggal 16 Juli 2018. Saat dikonfirmasi Kuasa Hukum keduanya, pihak BTPN yang diwakili oleh Ario Teizar Putra mengakui bahwa SHM No. 6516 sudah menjadi HT dan berbeda dengan SHM No. 6514 yang menjadi lokasi tanah dan bangunan yang dibeli oleh Pelawan I dan II.

Ketika dikonfirmasi oleh Pelawan I dan II kepada PT. Bank BTPN, jawaban yang diterima keduanya sangat mengejutkan yaitu tanah dan bangunan yang dibelinya akan diadakan pelelangan oleh PT. Bank BTPN melalui KKPKNL Bandung sehubungan dengan tunggakan kredit Yana Suryana dimana lokasi tersebut sudah dijaminkan oleh Terlawan II ke PT. Bank BTPN. 

Atas hal tersebut, M. Irwan, Dkk memohon kepada PN Bandung melalui Majelis Hakim yang diketuai oleh Yuli Sinthesa Tristania, SH agar Dalam Provisi/Putusan Pendahuluan menangguhkan pelaksanaan lelang HT terhadap tanah dan bangunan dengan SHM No. 6516. Sedang Dalam Pokok Perkara/Petitum Iwan memohon sebanyak 13 butir. Mediasi akan dilanjutkan pada tanggal 23 OKtober 2018 bertempat di Ruang Mediasi Pengadilan Negeri Bandung Kelas I A Khusus. Dalam hal ini para pihak yang telah datang, menunggu kehadiran Terlawan II dan III secara langsung/tanpa diwakili.
(Y CHS).

Berita Terkait


 Terbaru