Tue,13 November 2018


Kuasai Sabu Lebih Dari 13 Kilo, Gustaf, Asep Erna dan Fajar Terancam Hukuman Mati

Indofakta 2018-10-16 15:26:32 Hukum / Kriminal
Kuasai Sabu Lebih Dari 13 Kilo, Gustaf, Asep Erna dan Fajar Terancam Hukuman Mati

BANDUNG - Pengadilan Negeri Bandung Kelas I A Khusus mulai menyidangkan perkara Narkotika jenis sabu. Para Terdakwa adalah Gustaf Kameswara (21), Asep Erna Sanjaya (30) dan Fajar Dwi Arbowo alias Lonjong (22). 

Dihadapan Majelis Hakim yang diketuai Tardi, SH , Yudianto Hadijayalaksana, SH, Tardi, SH dan Sri Kuncoro, SH, 
JPU (Jaksa Penuntut Umum), Lucky Afgani, SH menyebutkan dalam Surat Dakwaan No. Reg. Perk. : 863/BDUNG/08/2018) tertanggal 03 September 2018 bahwa para terdakwa dalam berkas terpisah telah melakukan percobaan untuk melakukan tindak pidana Narkotika dan prekusor Narkotika, secara tanpa hak, menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara dalam jual beli, menukar atau menyerahkan Narkotika Golongan I dalam bentuk bukan tanaman beratnya melebihi dari 5 (lima) Gram, berupa 26 (dua puluh enam) bungkus plastik klip bening berisi kristal putih narkotika jenis sabu dengan berat 13.299,29 (tiga belas ribu dua ratus sembilan puluh sembilan koma dua puluh sembilan) gram. 

Adapun perbuatan mereka diketahui berawal dari Didin bersama dengan Imam Muslim Anggota Satres Narkoba Polrestabes Bandung mendapat informasi dari masyarakat yang memberitahukan adanya peredaran Narkoba di kota Bandung dalam skala cukup besar. 

Keduanya lalu mengadakan penyelidikan dan pemantauan di lokasi yang diinformasikan yaitu di Jl. Sukagalih Gg. Cipedes Kota Bandung yang kemudian berhasil menangkap dan menggeledah Gustaf Kameswara. Dari terdakwa ditemukan 1 buah tas selempang warna biru yang tergeletak di atas karpet di kosan yang di dalamnya berisi 1 bungkus plastik bening berisi sabu. 

Diakui oleh Gustaf bahwa sabu tersebut adalah miliknya yang didapat dari II (DPO) pada hari Sabtu 23 Juni 2018 di daerah Jatihandap Bandung. Kemudian dilakukan interogasi dan memeriksa handphone Gustaf dan ditemukan komunikasi/percakapan melalui BBM yang isinya ada seseorang yang meminta bantuan untuk pergi ke Apartemen Gateway Gd. Emerald Lt. 9 Kamar EB 09 - 01 Jl. A Yani No. 669 Kota Bandung untuk membungkus dan mengepres kemasan narkotika jenis sabu. 

Tim Penyidik polisi langsung meluncur ke Gateway dan bertemu dengan Fajar Dwi Arbowo alias Lonjong dan Asep Erna Sanjaya. Terhadap keduanya lalu dilakukan penggeledahan dan ditemukan 1 buah koper berisikan 26 bungkus plastik berisi narkotika jenis sabu yang disimpan di dalam kamar utama Apartemen Gateway tersebut. 

Dari hasil interogasi terhadap Fajar dan Asep diketahui bahwa pemilik sabu tersebut adalah Tio alias Dam (DPO) yang sebelumnya keduanya diminta oleh Tio untuk mengambil sabu di Palembang Sumsel, lalu dibawa transit terlebih dahulu di Lampung, selanjutnya dikirim ke Bandung melalui jasa titipan bus ALS dikawal oleh Erik (DPO) dan Panji (DPO), kemudian Fajar dan Asep pulang ke Bandung. 

Di sisi lain, Bahwa Gustaf pada Senin 11 Juni 2018 diminta/diarahkan oleh Tio melalui telepon untuk datang cek in di hotel Mitra Jl. Supratman Kota Bandung kamar 312 yang sudah disiapkan oleh Tio. Gustaf lalu diminta oleh Tio untuk memindahkan 1 koper warna coklat yang berada di kamar 303 yang di kamar tersebut sudah ada Panji. Setelah Panji keluar kamar lalu Gustaf memindahkan 26 bungkus abon berisi narkotika jenis sabu yang ada dalam dus ke dalam 1 koper warna coklat, lalu Tio meminta Gustaf untuk memindahkan koper tersebut ke Apartemen Gateway. Seterusnya Tio menyuruh Fajar ke Apartemen tersebut untuk mengawasi Gustaf yang sedang mengemas/mengepak sabu dari bungkus abon menjadi plastik bening yang akan dikirimkan oleh Gustaf ke Surabaya. Karena tertangkap, Gustaf dibawa ke kantor Reserse Narkoba Polrestabes Bandung. 

Berdasarkan Berita Acara Pemeriksaan Laboratories Balai Laboratorium Narkoba BNN No. 191AS /VII/2018/Balai Lab Narkoba tanggal 13 Juli 2018, disimpulkan bahwa barang bukti berupa : 26 bungkus plastik bening berisikan Kristal warna putih dengan berat netto 1.317.4805 adalah benar mengandung Metamfetamin yang terdaftar dalam Golongan I nomor urut 61 Lampiran UU No. 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika. Perbuatan ketiga terdakwa masing-masing sebagaimana diatur dan diancam pidana dengan Pasal 114 ayat (2) atau Pasal 112 ayat (1) Jo. Pasal 132 Ayat (1) UU No. 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika. Pada sidang tanggal 16 OKtober 2018, JPU menghadirkan 5 orang saksi untuk didengar keterangannya. Sidang dilanjutkan dengan pemeriksaan para terdakwa yang saling bersaksi antara satu dengan lainnya. Agenda sidang hari Selasa depan adalah pembacaan Surat Tuntutan dari JPU. (Y CHS). 

 

Berita Terkait


 Terbaru