Tue,16 October 2018


YS dituduh Lakukan Penipuan Atas Jual Beli Rumah

Indofakta 2018-09-24 15:13:08 Hukum / Kriminal
YS dituduh Lakukan Penipuan Atas Jual Beli Rumah

BANDUNG - YS dilaporkan ke Polda Jabar terkait dugaan telah melakukan penipuan atau penggelapan terhadap Yeni Yuhaeni dan Drs. Heri Tantan Sumaryana, MSi. Kerugian pelapor tak kurang dari Rp1,2 milyar.

Para pelapor yang diwakili Penasehat Hukumnya, M. Irwan Yustiarta, SH kepada  indofakta.com (24/9/2018) mengatakan bahwa pihaknya telah melaporkan YS ke Polda Jabar melalui  Laporan Polisi No : LPB/787/VIII/JABAR tanggal 16 Agustus 2018. Kasus tersebut kini dalam pemeriksaan intensif pihak Penyidik Polda Jabar.

Disebutkan oleh M. Irwan bahwa awal terjadinya kasus kliennya sudah membeli 1 (satu) unit kavling tanah dan bangunan berlantai 2 (dua) di Blok FG Tipe Saphire dengan luas tanah 170 m2 dan luas bangunan 166,56 m2 yang berlokasi di Perumahan Cluster D'Platinum Cikutra Bandung Jalan Cukang Kawung No. 36 Kelurahan Cigadung Kecamatan Cibeunying Kaler Kota Bandung. Pelapor membeli rumah kepada H. Yana Suryana, SE dan Widianingrum Fitri yang menggunakan PT. Raka Media Swatama dimana H. YS sebagai pemilik perusahaan tersebut dengan jabatan Direktur dan Widianingrum Fitri/istri H. Yana sebagai pemilik yang juga sebagai penjual tanah dan bangunan tersebut.

Pembelian tanah berikut bangunannya dibeli oleh Yeni Yuhaeni dan Heri Tantan Sumaryana pada tanggal 27 OKtober 2010 seharga Rp1.200.000.000,-  (satu milyar dua ratus juta rupiah) dengan pembelian tunai berjangka dimana setelah pembayaran booking fee Rp10 juta berikut Rp600 juta dan sisa anggaran sebesar Rp600 juta dibayar dengan 4 (empat) kali angsuran masing-masing sebesar Rp150 juta. Pembayaran sudah selesai per 22 April 2011. Dalam hal ini kliennya tidak mendapatkan data formal sebagai bukti kepemilikan. Setelah pihak Yana Suryana didesak maka pada tahun 2012 dibuatkan PPJB (Perjanjian Pengikatan Jual Beli). 

Namun kliennya dikejutkan dengan adanya rencana pelelangan yang akan dilakukan oleh PT. Bank BTPN pada Juli 2018 dengan alasan kliennya mempunyai utang sebesar Rp1,2 milyar. "Ada Penagihan dan Pemberitahuan Lelang Rumah Klien dari pihak Bank BTPN dengan dasar Klien tidak bisa membayar angsuran pinjaman atas rumah klien dengan anggunan surat-surat milik klien. Padahal klien belum pernah menerima surat-surat rumah nya dari H. YS, SE. Jelas ini merugikan klien," kata M. Irwan.

Sementara itu, indofakta.com memperoleh informasi bahwa pihak terlapor yaitu H. YS dan istrinya Widianingrum Fitri akan diperiksa oleh Penyidik pada 25 September 2018 di ruang Unit II Subnit II Ditreskrim Um Polda Jabar. (Y CHS).

Berita Terkait