Tue,16 October 2018


Tes Pengukuran Sport Development Index di Sleman

Indofakta 2018-09-19 13:22:33 Daerah
Tes Pengukuran Sport Development Index di Sleman

SLEMAN -- Dinas Pemuda Olahraga Kabupaten Sleman bekerjasama dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga RI dan Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta selenggarakan kegiatan tes pengukuran Sport Development Index (SDI) di Stadion Tridadi Sleman, Rabu (19/9/2018).

Menurut Kepala Dispora Kabupaten Sleman, Agung Armawanta, kegiatan tes kebugaran itu melibatkan 100 orang warga Sleman dari berbagai elemen dan profesi (nonatlet) seperti anak-anak, remaja, dewasa, dan orang tua. 

Tes dilakukan dengan lari multi tahap berjarak 20 meter untuk sampel mengukur kebugaran warga Sleman.

Agung berharap, melalui tes ini dapat terukur index kebugaran warga Sleman. Dan hasil tes ini akan menjadi parameter bagaimana pembinaan olahraga bisa dibangun dan terukur di wilayah Kabupaten Sleman. 

Sementara itu, Aris Nugroho, tim teknis Kemenpora dari UNS Surakarta, menjelaskan, SDI ini adalah salah satu metode untuk mengukur atau menilai tingkat kemajuan pembangunan olahraga di suatu daerah, bahkan negara. 

Ada empat indikator dalam metode itu, yaitu: tersedianya ruang publik untuk berolahraga, partisipasi masyarakat dalam berolahraga, SDM yang ada dalam bidang olahraga seperti pelatih, guru olah raga maupun instruktur, serta yang keempat adalah tingkat kebugaraan masyarakat.

Menurut Aris Nugroho, tes kebugaran tidak hanya tes kardiovaskular saja. "Namun ada tes kekuatan, daya tahan kekuatan, kelentukan, fleksibility, dan untuk memudahkan kita ambil tes daya tahan kekuatan otot," terang Aris Nugroho. 

Dominasi tingkat kebugaran adalah daya tahan kekuatan otot. Karena ada kekuatan otot tungkai, otot jantung, dan otot paru-paru. "Ini bisa menggambarkan seberapa besar kebugaran,” jelas Aris.

Sementara itu, Bambang Pamungkas, Bidang Pengembangan Sanggar Kemenpora RI, mengatakan, kegiatan tes pengukuran SDI dilakukan di 34 kabupaten kota yang mewakili 34 provinsi seluruh Indonesia. 

Dari hasil data tes yang telah diolah, akan menjadi bahan evaluasi seandainya ada kekurangan. "Jika hasilnya kurang akan ada tim yang datang untuk meninjau apakah karena kurangnya sarana prasarana atau program kegiatannya," kata Bambang, yang berharap melalui tes kebugaran inu masyarakat Kabupaten Sleman dapat terangkat.

“Kita coba berusaha agar program-program Kemenpora bisa masuk di Kabupaten Sleman," papar Bambang.

Untuk saat ini sudah ada program yang masuk, yaitu gala desa. Selain itu, akan diadakan olahraga tantangan, wisata, dan ekstrim. (Affan)

 

Berita Terkait