Fri,19 October 2018


LSM PMPR RI : KEJAKSAAN JANGAN MASUK ANGIN

Indofakta 2018-09-12 18:22:37 Hukum / Kriminal
LSM PMPR RI : KEJAKSAAN JANGAN MASUK ANGIN

BANDUNG  - Lembaga Kejaksaan hendaknya bertindak Proporsional dan Profesional dalam melakukan tupoksinya dalam hal ini KEJAKSAAN JANGAN MASUK ANGIN.

Secara khusus hal tersebut disampaikan oleh Ketua Umum Lsm PMPR RI (Pemuda Mandiri Peduli Rakyat Republik Indonesia), Joker kepada indofakta (12/9/2018). Menurutnya, Kejaksaan harus bekerja sesuai dengan Undang-Undang dan aturan-aturan lain yang mengikatnya. Suatu kasus janganlah dicicil-cicil, harus utuh. Jangan ada yang dikorbankan yang lain diselamatkan padahal perbuatan dilakukan secara bersama-sama. Untuk kasus pidana seperti Penyertaan Modal oleh Pemkot Cimahi yang menggunakan APBD Tahun 2006 - 2007 sampai puluhan milyar sudah jelas ada perbuatan tapi jumlah pelakunya dicicil. Kalau dibuat demikian, bisa terjadi kasus yang berikutnya tidak ditangani atau menghilang terbawa angin. Pada tahap ini Kejaksaan bisa dicurigai masuk angin, tidak objektif, pilih-pilih pelaku atau pilih-pilih korban karena sesuatu dan lain hal. Ini kan berbahaya untuk penegakan hukum, Ujarnya.

Coba simak berbagai pemberitaan tentang kasus tersebut. Sudah ada 3 tersangkanya yaitu : mantan Walikota Cimahi Itoch Tohija, mantan Ketua DPRD Kota Cimahi Rd. Drajat dan seorang pengusaha bernama Idris Ismail yang mengaku sebagai pemilik lahan Cibeureum. Apa cuma mereka yang diduga terlibat ? Penanganan perkara nya bagaimana sehingga orang seperti BB bisa lolos, ini yang bisa diduga Kejaksaan masuk angin alias digembosi oleh pelaku lain karena memiliki "kekuatan" yang tidak bisa diatasi oleh lembaga Kejaksaan. Harus dingat bahwa Kejaksaan itu lembaga hukum yang mesti berdiri tegak dalam menangani kasus hukum tanpa mendengar masukan-masukan yang sifatnya mempengaruhi untuk melemahkan.

Masih menurut Joker,  selama kasus tersebut ditangani, sudah berapa Kajari yang pindah, Kasi Pidsus pindah demikian juga dengan Kasi Intel. Yang sekarang ini kan yang meneruskan. Kami tidak mengatakan mereka pindah karena demosi atau promosi tapi penanganan perkara seakan terputus meski ada ketentuan meneruskan penanganan sesuai aturan. Kalau BB lolos dari status tersangka, apakah karena BB benar tidak terlibat ? Selama ini BB diam, pihak Kejari Kota Cimahi juga belum kami dengar membuat pernyataan tentang status BB. Kami berharap agar Kejaksaan Tinggi Jawa Barat dapat membuka tabir dengan memberi keterangan. Jangan diam karena bisa dituduh telah masuk angin, semua harus dibuka dan terbuka bukan disembunyikan karena sesuatu, kata Joker. 

Sebelumnya bertempat di kantor Kejaksaan Tinggi Jawa Barat, dihadapan para Jaksa dan Forum Peduli Bandung, Petugas Keamanan dan para awak media, Joker menyerahkan dan meminum obat anti masuk angin sebagai simbol agar Kejaksaan Jangan Masuk Angin. (Y CHS).

Berita Terkait


 Terbaru