Fri,19 October 2018


4 Pelaku Copet Dalam Bus Penumpang Diancam Hukuman 9 Tahun Penjara

Indofakta 2018-09-12 18:18:17 Hukum / Kriminal
4 Pelaku Copet Dalam Bus Penumpang Diancam Hukuman 9 Tahun Penjara

SIMALUNGUN - Empat pelaku Copet berpura-pura sebagai penumpang Bus umum lintas Siantar-Parapat, Kabupaten Simalungun dijerat Pasal 363 ayat 1 ke 4e Jo Pasal 65 KUHP dengan ancaman hukuman 9 tahun penjara.

    

Keempat pelaku yakni Lambok Sianturi alias Karetek (46), Rony Sihombing (45), Denny Lubis (35) dan James Tambunan (26), sama-sama warga Kota Siantar juga tercatat sebegai residivis copet.  

   

Hal tersebut diutarakan Waka Polres Simalungun, Kompol Zainuddin Pane didampingi Kasat Reskrim, AKP Poltak YP Simbolon SIK, Kanit Jatanras, Iptu Hengki Siahaan SHdan KBO Iptu Masrianto saat gelar press release di lapangan Aspol Simalungun, Rabu (12/9) sekira Jam 14.00 wib.

   

Kompol Zainuddin Pane menerangkan bahwa penangkapan tersebut berdasarkan laporan pengaduan dua korban yakni Siti Nurbaya boru Manullang SPd seorang PNS guru SD warga Kecamatan Dolok Sanggul, Kabupaten Humbahas dan Rosida boru Manurung (38) warga Kecamatan Belawan, Kota Medan.

    

“Keempat pelaku sudah dua kali melakukan copet, pertama di jalan Lintas Pondok Buluh,Kecamatan Dolok Panribuan terhadap penumpang Bus dari Medan-Dolok Sanggul, Rabu (22/8) sekira Jam 23.30 wib, kedua di jalan Umum Nagori Dolok Pardamean, Kecamatan Dolok Panribuan didalam bus Penumpang CV Tao Toba Indah, Sabtu (1/9) sekira Jam 11.40 wib,”ujarnya.

   

Diutarakannya  setelah menerima laporan pengaduan para korban, Kasat Reskrim dan Kanit Jatanras beserta team bekerja keras mengungkap empat pelaku yang pertama berhasil diringkus Lambok Sianturi ketika hendak menuju rumah kosannya di Tebing Tinggi, Rabu (5/9) kemarin.

    

Masih Kompol Zianuddin Pane melanjutkan, team melakukan pengembangan hingga berhasil membekuk Ronny Sihombing, Denny Lubis dan james Tambunan dirumahnya masing-masing di Kota Siantar.

     

“Saat digeledah dari para pelaku ditemukan barang bukti satu untai kalung emas seberat 38 gram, 24 karat jenis rantai balok serta mainan permata merah, anting berlian satu pasang, handphone milik korban,atas perbuatannya para pelaku dijerat Pasal 363 ayat 1 ke 4e Jo Pasal 65 KUHP dengan ancaman hukuman 9 tahun penjara,”sebutnya.

    

Saat awak media ini mewawancarai, Wakapolres Simalungun menerangkan bahwa kejadian tersebut awalnya Pelaku Lambok Sianturi mengajak Ronny, Denny dan James untuk mencopet terhadap para penumpang dengan terlebih dahulu merental mobil.

   

Setibanya di Jalan Lintas, Pondok Bulu, Kecamatan Dolok Panribuan, James Tambunan turun dari dalam mobil dan menyetop mobil penumpang CV Tao TobaIndah BK 1019 UA yang sedang melintas sambil berteriak toba… toba…

    

Setelah berhenti Pelaku James Tambunan berpura-pura  negoisasi ongkos dengan Sopir bernama Ranto Simamora dengan tujuan untuk memecah konsentrasi Sopir.

    

“Sementara pelaku Lambok Sianturi berpura-pura sebagai penumpang dan menaiki Bus penumpang dengan cara mendesak-desak atau pun menggeser-geser posisi duduk dalam bus sambil berkata ‘Pageser hamu saotik inang’ (geser sedikit bu) sambil membawa tas besar dan posisi jaket ditangan sebelah kirinya,”terangnya .

    

Dijabarkannya pada saat pelaku Lambok Sianturi berhasil membuat penumpang tersebut merasa tidak nyaman dan lengah, saat itulah pelaku Lambok Sianturi beraksi mengambil barang milik penumpang yang sebelumnya berada dibelakang kursi Sopir dengan menggunakan tangan kiri yang ditutupi jaket tersebut.

     

“Usai Pelaku Lambok Sianturi berhasil mengambil barang milik Penumpang, lalu ia memberi kode kepada rekannya Pelaku James Tambunan yang sedang bicara dengan Sopir dengan perkataan’ayolah, tidak jadilah saya berangkat, mobil sudah penuh, saya naik mobil lain aja,”ucapnya menirukan perkataan pelaku.

     

Kemudian para pelaku meninggalkan mobil penumpang  tersebut. Adapun peran pelaku Ronny Sihombing dan Denny Lubis adalah menunggu didalam mobil yang sebelumnya dirental sambil posisi siaga atau standbye serta berpura-pura sebagai calon penumpang.

     

Wakpolres, mengatakan korban tidak hanya kehilangan barang berharga tetapi uang tunai milik korban juga raib dicopet pelaku, namun telah habis dibagi-bagi untuk berpoyah-poyah.

      

“Kerugian korban Siti Nurbaya ditafsir Rp 40 Juta, selain perhiasan juga ada uang tunai  dan Rosida boru Manurung mengalami kerugian Rp 5 Juta, namun berupa uang tunai sudah habis dibagi-bagi,sebagai Himbauan kepada masyarakat jika berpergian janganlah membawa perhiasan berharga yang dapat mengundang tindakan kejahatan,”himbauanya. (Gir) 

Berita Terkait


 Terbaru