Tue,16 October 2018


PGSD UMM dan UAD Menyoal Gerakan Literasi Nasional

Indofakta 2018-08-16 15:49:37 Edukasi
PGSD UMM dan UAD Menyoal Gerakan Literasi Nasional

YOGYAKARTA -- Kunjungan akademik dan seminar bersama Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Malang dan Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta berlangsung di Kampus 4 UAD, Jl Ring Road Selatan, Tamanan, Banguntapan, Bantul, Kamis (16/8/2018).

Dalam acara yang dipandu Dholina Inang Pambudi, MPd, pada kesempatan itu Dr Dwi Sulisworo, MT (UAD) dan Dr Endang Poerwanti, MPd (Sekum Himpunan Dosen PGSD se-Indonesia dari PGSD UMM) sampaikan paparannya mengenai gerakan literasi nasional.

Wakil Rektor IV Bidang Kerjasama dan Urusan Internasional, Prof Dr Sarbiran, awali sambutannya dengan menyanyikan tembang anak, yang menceritakan seorang murid. "Jadilah mahasiswa yang betul-betul memperhatikan pelajaran dan mengadakan kegiatan akademik," kata Sarbiran.

Dikatakan Sarbiran, universitas adalah lembaga terhormat dari lembaga pendidikan. "Untuk itu, jagalah baik-baik nama lembaga itu," tandas Sarbiran, yang menambahkan saat ini PGSD sangat vital dan penting sekali.

Kaprodi PGSD UMM, Erna Yayuk, MPd, sampaikan rasa terimakasih kepada UAD Yogyakarta yang telah menerima 253 mahasiswa dan 12 dosen pendamping dalam rangkaian roadshow sejak dari Jakarta, Bandung hingga Yogyakarta. "Rasa kekeluargaan betul-betul kami terima dengan baik," kata Erna Yayuk.

Menurut Erna, PGSD UMM pada 2018 memberi pengertian kepada mahasiswa agar punya wawasan luas dan wawasan kebangsaan. "Untuk itu, sebagai calon pendidik harus menguasai literasi," tandas Erna Yayuk.

Sementara itu, Sekretaris Prodi PGSD UAD, Ika Maryani, M.Pd mengatakan, selama ini PGSD UAD belajar banyak ke PGSD UMM setelah berdiri pada 2011 lalu.

Dikatakan Ika Maryani, antusias masyarakat untuk belajar di PGSD sangat tinggi. Dan saat ini di PGSD UAD ada 1.500 mahasiswa dengan didukung 33 dosen.

Pada kesempatan itu, Himpunan Mahasiswa Prodi PGSD, yang diwakili Agus Purnama, sampaikan organisasi mahasiswa HMPS. "Ini sebagai wadah aspirasi mahasiswa dan pengembangan mahasiswa," tandas Agus Purnama.

Ketika menyampaikan materi gerakan literasi nasional dan tuntutan terhadap profesionalisme guru, Endang Poerwanti dari PGSD Universitas Muhammadiyah Malang mengatakan, literasi tidak sekadar membaca.

Bagi Endang, literasi adalah ketrampilan mengolah dan memahami informasi pada kegiatan membaca dan menulis. "Kemampuan dalam mengakses, memahami dan menggunakan informasi secara cerdas," papar Endang, yang jelaskan komponen literasi meliputi literasi media, literasi teknologi dan literasi visual.

Saat ini, ketrampilan berbahasa melalui menyimak, mendengar, berbicara, mendengar, dan menulis. Pada masyarakat tradisional kemampuan mendengar dan berbicara yang berkembang dan berhenti.

"Kita harus melakukan komunikasi, kreativitas, kolaborasi dan berpikir kritis," papar Endang, yang menerangkan literasi adalah melek kebermaknaan.

Pendidikan literasi, seperti disampaikan Endang, melibatkan interpretasi, kolaborasi, konvensi, pengetahuan kultural, pemecahan masalah, refleksi dan refleksi diri serta penggunaan bahasa.

Ketrampilan abad 21 tuntutan dunia kerja melalui literasi dasar, kompetensi dan kualitas karakter. "Kompetensi guru abad 21 sejak dari SD, SMP dan SMA itu tidak hanya mengajar, tapi mendidik, menginspirasi dan menggerakkan," kata Endang, yang berharap sekolah untuk mengupayakan lingkungan akademik yang literat.

Sementara itu, Dr Dwi Sulisworo, MT dari UAD Yogyakarta menyampaikan penetrasi digital teknologi tinggi, namun produktivitas rendah.

Pada kesempatan itu, Dwi Sulisworo sampaikan literasi digital untuk pendidikan, kebijakan pemanfaatan teknologi digital dalam pembelajaran dan peran serta kontribusi calon pendidik.

"Silabus yang disiapkan pemerintah merupakan salah satu model untuk memberi inspirasi dan guru dapat mengembangkan sesuai dengan konteks yang relevan," papar Dwi Sulisworo.

Menurut Dwi Sulisworo, kemampuan proses berpikir perlu dilatih secara terus-menerus melalui pembelajaran. "Agar siswa terbiasa berpikir secara saintifik," tandas Dwi Sulisworo yang menyarankan kepada mahasiswa untuk mengamati, menanya, mengumpulkan data, mengasosiasi dan menyimpulkan.

Kegiatan yang dilakukan PGSD Universitas Muhammadiyah Malang dan PGSD UAD Yogyakarta diakhiri dengan penandatanganan kerjasama atau MoU terkait Tri Dharma Perguruan Tinggi. (Affan)

 

 

Berita Terkait