Jual Kereta Curian, Marbun Residivis Diciduk Dari Toko Stiker

 Sat,18 August 2018


Jual Kereta Curian, Marbun Residivis Diciduk Dari Toko Stiker

Indofakta 2018-08-10 20:49:50 Hukum / Kriminal
Jual Kereta Curian, Marbun Residivis Diciduk Dari Toko Stiker
SIMALUNGUN  -- Naas dialami pelaku Juliaman Marbun (24) warga Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Asuhan ,Kecamatan Siantar Timur, Kota Siantar diringkus Petugas Polsek Bangun dari toko stiker di Huta VI, Nagori Pamatang Simalungun, Kecamatan Siantar, Kabupaten Simalungun,Jumat (10/8) sekira Jam 16.00 wib.

  

Pelaku residivis yang sudah pernah menjalani hukuman selama 1 tahun dalam kasus pencurian ini diciduk saat menjual kereta (sepeda motor-red) curiannya di toko Stiker dengan harga murah Rp 500 ribu.

   

Warga yang melihatnya merasa curiga dan menghubungi Kapolsek Bangun, AKP Putra Jani Purba SH. Setelah menerima informasi itu, Kapolsek memerintahkan Kanit Serse Ipda Dwi Ivan Siregar SH langsung menuju TKP.

   

Saat dilokasi, petugas melihat pelaku sedang melakukan transaksi jual-beli kereta, lalu petugas langsung melakukan pengecekan terhadap nomor rangka dan nomor Mesin ternyata kereta tersebut masuk dalam laporan Polisi (LP) kasus pencurian kereta di Polsek Bangun.

   

Selanjutnya kepada Juliaman Marbun pada saat itu juga langsung dilakukan penangkapan dan berdasarkan hasil interogasi di lapangan Juliaman Marbun mengakui kereta tersebut yang dia curi dari depan rumah korban seorang pegawai PDAM Tirta Lihou di Huta I, Nagori Bangun, Kecamatan Gunung Malela, Kabupaten Simalugun, Kamis  (9/8) sekira Jam 01.45 wib.

  

Mendengar pengakuannya, pelaku berikut barang bukti langsung diboyong ke Polsek Bangun untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya dan memintai sejumlah keterangan guna melengkapi data penyidikan.

  

Sebelumnya kejadian tersebut Kamis (9/8) sekira Jam 00.15 wib, korban Nasmuddin Sitorus (52) Pegawai PDAM Tirta Lihau warga Huta I Nagori Bangun, Kecamatan Gunung Malela, Kabupaten Simalungun.memarkirkan kereta Honda Revo warna biru BK 3998 WU miliknya didepan rumahnya.

  

Kemudian korban tidur dalam rumah, dua jam kemudians sekira Jam 02.15 wib, orban pun terbangun dari tidur dan melihat kereta yang diparkir didepan rumah sudah hilang.

  

Bercampur panik, korban berusaha mencari keretanya diseputaran tempat tinggalnya namun keretanya tak kunjung ditemukan. Atas kejadian itu, korban mengalami kerugian berkisar Rp 6 Juta. Tak terima, akhirnya korban memutuskan menempuh jalur hukum dengan melaporkannya kepada pihak yang berwajib.

   

Kapolsek Bangun, AKP Putra Jani Purba SH saat dikonfirmasi melalui selulernya, Jumat (10/8) sekira jam 18.00 wib, membenarkan penangkapan tersebut.

   

“Pelaku sudah kita amankan saat menjual kereta di toko stiker yang mana kereta itu baru dicuri tadi malam. Saat diintrogasi pelaku sudah pernah menjalani hukuman selama 1 tahun dalam kasus pencurian. Atas perbuatannya maka pelaku dijerat Pasal 363 KUHP tentang pencurian,”ungkap perwira balok tiga emas dipundaknya itu. (Gir)

 

Berita Terkait