Sun,21 October 2018


Yamaha Mio Milik Bidan RS Karya Husada Raib, Pencuri & Penadah Diciduk

Indofakta 2018-08-09 19:25:22 Serba Serbi
Yamaha Mio Milik Bidan RS Karya Husada Raib, Pencuri & Penadah Diciduk

SIMALUNGUN - Petugas Lidik Unit Reskrim Polsek Perdagangan ungkap dua pencuri kereta milik pegawai RS Karya Husada Perdagangan dan penadahnya  dibekuk dari tiga lokasi yang berbeda, Kamis (9/8) sekira Jam 15.00 WIB.

  

Ketiga pelaku yakni RA (20) warga Kampung Teladan Nagori  Perlanaan, YK (19) warga Pondok Tiga Emplasmen Perkebunan PTPN III Sei Mangke Nagori Sei Mangke, Kecamatan Bandar dan pelaku MI (35) sebagai Penadah warga Pondok kresek, Kecamatan Bosar Maligas, Kabupaten  Simalungun.

  

Sementara seorang lagi pencuri berinisial HL (20) warga Kota Siantar belum tertangkap, petugas lidik masih memburu pelaku bahkan sudah ditetapkan sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO).

   

Penangkapan tersebut berawal Rabu (8/8) sekira Jam 11.00 wib, Anggota Lidik Unit Reskrim Polsek Perdagangan mendapat informasi yang layak dipercaya bahwa salah seorang yang diduga sebagi pelaku pencuri kereta Yamaha Mio Z milik Korban Dewi Kristina Tampubolon (26) yang diketahui bernama RI sedang berada di Hotel Prima Graha Jalan SM Raja, Kelurahan Perdagangan I, Kecamatan Bandar, Kabupaten Simalungun.  

   

Setelah mendapat informasi yang berharga itu, petugas bergerak cepat ke lokasi yang dimaksud melakukan penyelidikan dan pengintaian.

  

Tak menunggu lama, anggota lidik langsung mengamankan pelaku, saat diinterogasi hasil keterangan pelaku RI bahwa dia melakukan pencurian tersebut bersama dua orang temannya.     

   

Tak mengenal lelah, petugas bergerak terus, sekira Jam 14.30 wib, diamankan seorang laki-laki yang diketahui bernama YK di Pondok Tiga Perkebunan PTPN III Nagori Sei. Dari keterangan pelaku YK bahwa kereta milik korban dijual kepada temannya yang diketahui bernama MI.

  

Kembali Petugas melakukan pengembangan dan berhasil mengamankan pelaku MI dari lapo tuak di Huta VII Nagori  Marihat Bandar, Kecamatan Bandar bersama dengan satu unit  Yamaha type Mio Z warna hitam tanpa plat milik korban.

  

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, ketiga pelaku berikut barang bukti langsung diboyong ke komando guna diproses sesuai dengan hukum.

  

Kapolsek Perdagangan, AKP Daniel Artasasta Tambunan SH,SIK saat dikonfirmasi melalui selulernya, Kamis (9/8) sekira Jam menerangkan bahwa kejadian pencurian tersebut, Minggu (26/11) tahun 2017 yang lalu sekira jam 20.00 wib, dimana saat itu korban memarkirkan kereta Yamaha Mio Z BM 3183 YM miliknya di parkiran Rumah Sakit Karya Husada dalam keadaan stang terkunci.

   

Diterangkannya ketika itu korban seorang bidan itu masuk ke dalam Rumah Sakit Karya Husada untuk melakukan Piket Jaga.   “Namun esok harinya Senin (27/11) sekira Jam 08.30 wib, korban hendak pulang ke rumahnya dan menuju parkiran Rumah Sakit Karya Husada untuk mengambil keretanya dan korban melihat kereta kesayangannya itu sudah tidak ada lagi,”ujarnya.

   

Lanjut AKP Daniel Tambunan mengatakan bahwa korban mencari-cari keretanya di sekitar parkiran Karya Husada namun kereta miliknya tidak ditemukan. Tak terima atas kejadian tersebut, akhirnya korban memutuskan menempuh jalur hukum dengan melaporkan kejadian tersebut kepada pihak yang berwajib.

  

“Pelaku berkasi sekira Jam 03.00.wib, masuk kedalam RS Karya Husada dengan maksud mau mengambil HP. Disaat itu para pelaku menemukan sebuah tas diatas meja lalu mengambilnya. Didalam tas itu terdapat kunci kereta kemudian kunci yang diambil dari dalam tas dicocokan ke semua kereta yang ada diparkiran. Ternyata yang cocok kereta Yamaha Mio dan seketika itu juga para pelaku membawa kereta Mio milik korban,”jelasnya.

  

Sambungnya,  setelah pelaku berhasil mencuri kereta, sekitar jam 17.00.wib pada hari yang sama, pelaku menemui MI di areal kebun kelapa sawit Perkebunan Sei Mangkei tempat MI menggembalakan ternak lembu milik warga pondok, kemudian   kereta korban dijual pelaku kepada MI dengan harga Rp 700 ribu.

   

“Ketiga pelaku masih kita mintai keterangannya untuk melengkapi data penyidikan sembari melakukan pengembangan untuk menangkap seorang pelaku lagi. Atas perbuatannya maka para pelaku dijerat pasal 363 KUHP tentang pencurian dan Pasal 480 KUHP tentang penadah,”pungkas perwira balok tiga emas dipundaknya itu. (Gir)

Berita Terkait