Pencarian Berita


JPU Dituduh Permainkan Hidup Dan Masa Depan Herman Alias Alexander Sinaga

JPU Dituduh Permainkan Hidup Dan Masa Depan Herman Alias Alexander Sinaga

BANDUNG --  Haryanto, SH dan Hikmatullah Firdaus, SH selaku Penasehat Hukum Herman Alias Aleng alias Alexander Sinaga menyatakan bahwa saat ini kita sedang mempertaruhkan hidup dan masa depan terdakwa, oleh karenanya kami sangat menyayangkan sikap Penuntut Umum yang tidak mendasarkan tuntutannya pada fakta-fakta hukum yang terungkap di persidangan, seolah-olah Penuntut Umum sedang mempermainkan hidup dan masa depan terdakwa. 

Hal tersebut diungkap oleh keduanya dalam sidang dengan agenda pembacaan Nota Pembelaan (Pledoi)  Dihadapan Majelis Hakim yang diketuai Martahan Pasaribu, SH (9/8/2018), keduanya memohon dengan sangat agar hal ini menjadi perhatian Majelis yang mulia karena analisis yang tidak berdasarkan fakta persidangan akan menyesatkan dan dapat mengantar kita semua pada peradilan yang sesat yang merugikan semua pihak khususnya terdakwa. 

Oleh karena itu, keduanya memohon kepada Majelis Hakim pada Pengadilan Negeri Bandung Kelas I A Khusus yang memeriksa dan mengadili perkara ini agar menyatakan terdakwa Herman Alias Aleng alias Alexander Sinaga tidak terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan  tindak pidana sebagaimana  yang didakwakan kepadanya dalam seluruh dakwaan; membebaskan terdakwa dari dakwaan sesuai dengan Pasal 91 ayat (1) Kuhap; atau setidak-tidaknya melepaskan terdakwa dari tuntutan hukum sesuai dengan Pasal 191ayat (2) Kuhap; Menyatakan barang bukti yang disita berupa uang dollar Amerika berjumlah seluruhnya US$ 35.100 yang diambil dan disita dan diangkat dari rekening Dolar pada Bank BCA dan Tanah dan bangunan yang terletak di Kelurahan Tampan, Kecamatan Tampan Kota Pekanbaru luas 165 m2 SHGB No. 97 Atas nama Hendy dan Winny dikembalikan kepada yang berhak yaitu terdakwa dimana barang bukti itu disita dalam keadaan utuh dan sempurna dan membebankan biaya perkara kepada negara. 

Sebelumnya JPU (Jaksa Penuntut Umum), Suharja dari Kejaksaan Tinggi Jawa Barat menuntut, menyatakan agar terdakwa Herman Alias Aleng alias Alexander Sinaga bersalah melakukan tindak pidana pencucian uang sebagaimana dalam dakwaan alternatif pertama Pasal 3 ayat (1) UU No. 25 Tahun 2003 Tentang Perubahan Atas UU No. 15 Tahun 2002 Tentang TPPU (Tindak Pidana Pencucian Uang), menuntut terdakwa agar dijatuhi pidana penjara selama 5 tahun dan denda sebesar Rp1.000.000.000,- (satu milyar) dan apabila denda tidak dibayar diganti dengan pidana penjara.  selama 4 bulan. 

Herman alias Aleng alias Alexander Sinaga diajukan dalam sidang pidana TPPU yang berkaitan dengan perkara pidana kepemilikan narkoba dan bahan pembuatan narkoba. Saat ini status nya adalah narapidana yang sedang menjalani hukuman 15 tahun. Sidang akan dilanjutkan minggu depan dengan agenda Pembacaan Putusan (Y CHS).