Pencarian Berita


11 Rumah Kopel & Kantor Pangulu Ludes Dijilat Sijago Merah

11 Rumah Kopel & Kantor Pangulu Ludes Dijilat Sijago Merah

SIMALUNGUN - Ratusan warga mendadak heboh spontan bahu membahu padamkan api besar menjilati rumah kopel milik penduduk dan Kantor Panggulu Sibuntuon di belakang pekan Sibuntuon Kecamatan Dolok Pardamean, Kabupaten Simalungun, Selasa  (7/8) sekira Jam 18.40 WIB.

Akibat kebakaran tersebut 11 rumah penduduk dan kantor Pangulu ludes terbakar rata dengan tanah. Tidak ada korban jiwa namun kerugian total ditafsir Rp 850 juta.      Diketahui bahwa lokasi kebakaran adalah tanah milik Dinas Pasar, Pemerintah Kabupaten Simalungun. Namun bangunan adalah milik Pribadi yang menempati dan retribusi tetap dibayar kepala pengelola pasar.

Adapun 11 rumah yang hangus terbakar adalah milik korban Mak anna alias Pak Nisa Zega, Odeng Garingging,Pak Rahot alias Hanna Simbolon, Pak Bistok alias Klarisa Sidauruk, Pak Tonni alias Pebri Purba, Mak Rianto Silalahi, Pak Barita alias Pak Yanti Manik.

Juga rumah Ojak Situmorang, Laut alias Op. Andreas Sianipar, Madi Garingging, Pak Zekli alias Harapan Silalahi dan Kantor Pangulu Nagori Sibuntuon.

Informasi dihimpun kejadian itu Selasa (7/8) sekira Jam 18.40 wib, api mulai berkobar dari rumah milik Pak Zekli Silalahi. Melihat kobaran api lalu masyatakat secara bergotong royong memadamkan api.

Namun karena cuaca angin kencang, sehingga dengan cepat api menjalar dan menghanguskan ke sebelas unit rumah berderet yang konstruksinya terbuat dari papan.

Anehnya, mobil pemadam kebakaran yang tiba dilokasi dinilai tidak ada artinya, lantaran masyarakat sudah terlebih dahulu memadamkan api dengan peralatan seadanya sehingga sebelas rumah kopel itu hangus terbakar.

Isak tangis para korban pun bergerumun disekitar lokasi meratapi barang-barang berupa surat, benda berharga serta pakaian mereka yang sudah ludes terbakar.

Untuk sementara ini para korban terpaksa mengungsi kerumah-rumah penduduk menumpang istrahat sembari menyusun barang yang dapat diselamatkan. 

Kapolsek Dolok Pardamean, AKP Budiadin saat dikonfirmasi melalui selulernya, Rabu (8/8) sekira jam 09.00 wib, membenarkan kejadian tersebut.

“Kita masih melakukan penyelidikan, keterangan yang kita terima dari saksi Jaya Purba (35) dan Pak Anggun Siallagan (38) melihat api berasal dari dapur rumah milik Harapan Silalahi alias Pak Zekli yang mana sebelum kejadian anak Harapan Silalahi memasak air dengan menggunakan kayu bakar,”ujarnya.

Lanjut AKP Budiadin menerangkan diduga api dari kayu cepat menyambar rumah lainnya yang seluruhnya bergandengan alias rumah kopel.

“Dugaan sementara ini api berasal dari tungku kayu menjalar hingga menghaguskan 11 rumah dan kantor Pangulu Sibuntuon, akibatnya para korban ditampung dirumah masyarakat disekitar TKP untuk istirahat,”terangnya. (Ary)