Dampak Dari Pendekatan Teritorial KKSB Mengembalikan Senjata Secara Su

 Sat,18 August 2018


Dampak Dari Pendekatan Teritorial KKSB Mengembalikan Senjata Secara Sukarela

Indofakta 2018-08-07 08:01:49 Serba Serbi
Dampak Dari Pendekatan Teritorial KKSB Mengembalikan Senjata Secara Sukarela

JAYAPURA -- 07 Agu 2018. Sebelumnya telah dilaporkan tentang insiden penyerangan oleh Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB) terhadap Tim Survey Program Papua Terang (06/08-18) dan merampas sejumlah senjata milik TNI yang tergabung dalam Tim tersebut. Laporan sebelumnya bahwa senjata yang dirampas KKSB 3 pucuk senapan laras panjang, namun setelah dicross cek data di lapangan ternyata selain 3 (tiga) pucuk senapan panjang ikut juga dirampas 1 (satu) pucuk laras pendek dan sejumlah munisi serta perlengkapan TNI lainnya.

Bahwa kegiatan teritorial yang dilakukan ole TNI selama ini sangat berdampak positif terhadap rakyat. Rakyat merasa sangat terbantu atas kehadiran TNI yang turun langsung bahu membahu dengan rakyat, membantu mencarikan solusi mengatasi kesulitan rakyat guna meningkatkan kesejahteraan secara umum.

Kesan tersebut diungkapkan oleh Bapak Deki Gobay (Kepala Distrik Wegemuka) dan Bapak Robi Degei (Kepala Distrik Wegebino) pada tanggal 07 Agustus 2018 pukul 02.30 WIT dinihari di Guest Hous Enarotali saat dilaksanakan penyerahan 4 pucuk senjata  (3 laras panjang dan 1 laras pendek) yang sebelumnya dirampas oleh kelompok KKSB. Senjata tersebut diserahkan kepada Letkol Inf Jimmy TP Sitinjak Dandim 1705/PN dan Bapak Mussa Isir Pejabat Bupati Paniai.

Sebelumnya Bapak Deki Gobay melalui telpon selulernya  melaporkan kepada Danramil bahwa mereka akan datang ke Paniai untuk menyerahkan senjata milik TNI yang dirampas oleh KKSB tadi pagi.

Pada pukul 02.30 WIT Kepala Distrik Deki Gobay dan Robbi Degei serta para kepala kampung dari kedua Distrik tersebut tiba di Guest House Enarotoli Paniai, Prov. Papua dan langsung disambut oleh Dandim dan Bupati. Selanjutnya mereka menyerahkan 4 pucuk senjata beserta munisi dan perlengkapan lainnya diantaranya 1 buah helem anti peluru kepada Dandim Letkol Jimmy Sitinjak disaksikan oleh pejabat Bupati Musa Isir.

 Dalam kesempatan tersebut Deki Gobay menyampaikan permohonan maaf atas insiden yang terjadi tadi pagi, kami sebagai pemerintah daerah menginginkan program seperti itu ( Program Pembangunan Listrik) untuk masuk ke distrik kami. Sebenarnya permasalahan yang terjadi merupakan Miss komunikasi antara aparat kemanan dan kami sebagai pemerintah daerah. Karena itu kami mengucapkan permohonan maaf karena yang melakukan kegiatan seperti itu, mereka merupakan anak-anak kita yang perlu di lakukan pembinaan. Mereka hanya tertipu oleh orang-orang yang berseberangan faham. Ujar Deki. KKSB bersedia menyerahkan kembali senjata TNI yang telah dirampas adalah karena desakan seluruh masyarakat,  karena sebenarnya rakyat sangat menginginkan kemajuan di daerahnya, Deki menambahkan.

Dalam acara tersebut penyampaian dari Letkol Inf Jimmy TP Sitinjak yang intinya bahwa kami sebagai aparat kemanan sangat berterima kasih kepada para kepala distrik dan Kepala kampung yang sudah membantu kembalinya senjata yang di rampas dari anggota kami. Ini adalah wujud kemanunggalan TNI dengan rakyat yang selama ini telah terjalin dengan baik. Kami akan terus berusaha membantu agar program yang sudah di buat oleh pemerintah pusat bisa masuk menuju Distrik-Distri serta kampung kampung yang ada di pelosok kab. Paniai demi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Kab. Paniai. 

Sementara itu Kapendam XVII/Cenderawasi Kolonel Inf Muhammad Aidi melalu telpon selular saat diminta tanggapan dan langkah-langkah Kodam atas insiden ini menyampaikan bahwa kami berharap dan menghimbau kepada seluruh Saudara-saudara kami yang masih di hutan agar segera kembali ke Pangkuan NKRI, mari kita bahu membahu membangun Papua ini demi kesejahteraan bersama. Kasihan generasi-generasi penerus kita kalau mereka tumbuh dan berkembang di dalam suasana konflik. Mari kita akhiri konflik. Ingat mengangkat senjata secara Illegal adalah perbuatan melanggar hukum dan tidak dibenarkan oleh hukum manapun di dunia.(rls/G-WA)

 


Sumber Berita: Otentikasi: Kapendam XVII/Cenderawasi Kolonel Inf Muhammad Aidi

Berita Terkait