Tiga Mantan Petinggi KBB Jadi Saksi OTT Suap

 Sat,18 August 2018


Tiga Mantan Petinggi KBB Jadi Saksi OTT Suap

Indofakta 2018-08-06 14:20:54 Hukum / Kriminal
Tiga Mantan Petinggi KBB Jadi Saksi OTT Suap

BANDUNG - Tiga mantan Pejabat Tinggi KBB (Kabupaten Bandung Barat) jadi saksi terhadap terdakwa Asep Hikayat. Dalam sidang lanjutan pemeriksaan perkara OTT Penyuap atas Mantan Bupati KBB itu juga Anugrah dan Erni masih terus dicecar dan dikonfrontir dengan Aang Nugraha serta Michael Gemael dari pengusaha survey, PT. Indopolling.  Tujuan pemberian uang dari SKPD adalah untuk kepentingan pilkada Calon Bupati/ Wakil Bupati KBB Elin - Maman S. Sunjaya (6/8/2018). 



Di hadapan Majelis Hakim yang diketuai Fuad Muhammadi, SH. MH ketiga mantan pejabat tinggi di KBB yang tampil sebagai saksi adalah mantan Bupati, H. Abubakar (66), mantan Kepala Bappeda/Bappe Litbangda, Adyoto (60) dan mantan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Weti Lembanawati (56) dan telah disumpah menurut Agamanya. 

Dalam kesaksiannya, Adyoto menerangkan sejak dirinya sebagai Kepala Bappe Litbangda KBB tahun 2016. Diakuinya, pemberian uang oleh Asep Hikayat kepada H. Abubakar terkait pencalonan Elin - Maman dalam hal dukungan materil. Pemeriksaan dilakukan secara simultan dimana setiap keterangan Adyoto langsung dikonfrontir dengan Weti Lembanawati. 

 

Pada awal diadakan pertemuan sekitar Desember 2016 di rumah Dinas Sekda KBB, Maman S. Sunjaya menyampaikan bahwa Elin dan dirinya sebagai Calon Bupati - Wakil Bupati KBB 2018 - 2023. Dalam hal ini semua SKPD diminta memberi dukungan materil.  Adyoto mengatakan bahwa tidak ada yang menunjuk dirinya sebagai kordinator pengumpulan dana/ materil dari SKPD tapi berdasarkan kesepakatan saja, timpal Weti. Adanya anggaran Rp10 milyar di Bappe Litbangda KBB, diminta disisihkan honor nya berikut dari sejumlah KPA. Dana untuk mendukung pencalonan Elin - Maman yang menjadi kewajibannya Rp50 juta. Ada 5 Dinas yang menyetor melalui Aang Nugraha, Asep Sodikin, Dinas Peternakan,. Ade Zakir 40 juta, Ida 65 juta. Selain itu, Asep Sodikin pernah curhat ke Adyoto tentang rencana nya ingin menjadi Sekretaris (Sekda KBB) karena posisi Sekda KBB sedang kosong. Tentang jumlah uang yang diterima/ melalui Adyoto tidak diketahuinya. Kaitannya dengan Kegiatan survey  PT. Indopolling awalnya adalah tentang kepuasan kinerja Pemerintahan KBB  pada tahun 2017. Pihak pembuat survey meminta uang tanda jadi Rp50 juta dari jumlah Rp700 juta. Pada tanggal 9 April 2018, Adyoto mengumpulkan kembali para pejabat yang sudah menyetor uang. Dengan alasan uang yang terkumpul belum cukup, maka Asep Hikayat menyerahkan uang Rp20 juta dari yang sebelumnya telah disetornya. 



Sementara itu, Weti Lembanawati menerangkan bahwa dana yang seharusnya terkumpul Rp575 juta tapi  yang terkumpul berjumlah Rp423 juta. Tentang uang Rp100 juta yang diserahkan ke Aulia Hasan Sumantri - Anak Bupati Abubakar - , Weti mengatakan bahwa sumbernya dari SKPD yang sudah menyetor ke dirinya. 



Dalam Surat Dakwaan terhadap Asep Hikayat, para pejabat/personil yang terlibat dalam pemberian hadiah yang dikumpulkan melalui 2 (dua) orang pejabat yaitu Weti Lembanawati dan Adyoto untuk mengumpulkan uang dari sejumlah pejabat yang lalu menunjuk masing-masing stafnya.

 

Selain Asep Hikayat yang telah menyetorkan uang kepada Weti pada Januari 2018, Weti dan Adiyoto pada Februari 2018 menerima uang dari beberapa Kepala Dinas/SKPD dan/atau melalui stafnya Caca Permana dan Aang Nugraha/staf Adyoto  yaitu : 1. Ludi Awaludin/Kadis Komunikasi, Informatika dan Statistik KBB, Rp10 juta dan Rp 40 juta; 2. Ade Komarudin/Kadishub KBB, Rp10 juta dan Rp 40 juta; 3. Yazid Azhar/Kepala Inspektorat KBB, Rp10 juta dan Rp40 juta; 4. Undang Husni Thamrin/Kadis Perikanan dan Peternakan KBB, Rp10 juta dan Rp40 juta; 5. Apung Hidayat Purwoko/Kadis LH KBB, Rp10 juta dan Rp35 juta; 6. Iing Solihin/Kadisnakertrans KBB, Rp10 juta; 7. Ade Zakir Hasim Kadis PMPTSP KBB, Rp10 juta dan Rp40 juta; 8. Ade Wahidin/Kadis Koperasi dan UMKM KBB, Rp20 juta dan Rp40 juta; 9. Sri Dustirawati/Kadis Budpar KBB, Rp65 juta; 10. Ida Nurhamida/Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan KBB Rp65 juta; 11. Anugrah/Kadis PUPR KBB, Rp50 juta; 12. Asep Sodikin/Kepala BPKD KBB Rp20 juta dan Rp45 juta; 13. Imam Santoso Mulyo Raharjo/Kadisdik KBB, Rp50 juta; 14. Adyoto, Rp40 juta; 15. Hernawan Widjajanto/Kadis Kesehatan KBB, Rp50 juta. Hingga berita ini ditayangkan, mantan Bupati KBB, H. Abubakar belum diperiksa. (Y CHS). 
 

 

Berita Terkait