Thu,18 October 2018


Terpidana Korupsi BBM Ditangkap Di Tanjung Benoa Bali

Indofakta 2018-08-04 19:11:20 Hukum / Kriminal
Terpidana Korupsi BBM Ditangkap Di Tanjung Benoa Bali

JAKARTA -- Tim Intelijen Kejaksaan Agung bekerjasama dengan Tim Kejaksaan Tinggi Riau dan Tim Kejaksaan Tinggi Bali dibantu oleh Syahbandar Pelabuhan Tanjung Benoa mengamankan seorang terpidana perkara penyelundupan BBM (Bahan Bakar Minyak) bernama Deki Bermana,40 yang merugikan negara senilai Rp1,3 triliun asal Kejari Pekanbaru.

 

“Benar satu lagi terpidana kasus korupsi berhasil diamankan di pelabuhan Tanjung Benoa Bali pada Sabtu (4/8) sekitar pukul 11.45 wita bernama Deki Bermana,” jelas Direktur Teknologi Informasi Produksi Intelijen pada JAM Intel Kejagung Yunan Harjaka di Jakarta, Sabtu (4/8/18) dalam rilisnya.


Menurut Yunan, terpidana yang beralamat Jl. Kampar III No.4 RT.006/RW.003 Kel. Tanjung Rhu Kota Pekanbaru, Riau & Rawa Depok Kel. Rangkapan Jaya Baru, Kec. Pancoran Mas, Depok bekerja sebagai Mualim I SPOB Melisa milik
PT Agni Jaya Kusuma dan juga mantan Mualim MT Santana milik PT Pelumin.


Berdasarkan pada Putusan MA Nomor : 2621K/PID.SUS/2015 tanggal 24 Agustus 2016 kata Yunan, terpidana dinyatakan telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi dan tindak pidana pencucian uang dalam kasus penyelundupan bahan bakar minyak (BBM) ilegal senilai Rp 1,3 triliun di Batam.
Oleh karena itu terpidana dijatuhi hukuman pidana penjara selama 7 (tujuh) tahun dan denda sebesar Rp. 500.000.000,- (lima ratus juta rupiah) dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak dibayar maka diganti dengan pidana kurungan selama 1 (satu) tahun.


Sejak digulirkan program Tabur 31.1 kejaksaan agung telah effektif dalam menangkap buronan berbagai kasus kejahata.


Mulai Januari-Agustus 2018, sudah ada 145 buronan yang ditangkap mulai dari kasus korupsi, penggelapan hingga pajak. Total sudah ada 145 buron yang ditangkap sejak Januari 2018 sampai hari ini.( Red/Rls)

Berita Terkait


 Terbaru