UAD Yogyakarta Raih Juara Pertama PCTA 2018

 Wed,15 August 2018


UAD Yogyakarta Raih Juara Pertama PCTA 2018

Indofakta 2018-07-20 15:32:58 Edukasi
UAD Yogyakarta Raih Juara Pertama PCTA 2018

YOGYAKARTA -- Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta berhasil meraih juara pertama lomba Parade Cinta Tanah Air (PCTA) tahun 2018 tingkat Daerah Istimewa Yogyakarta yang diadakan Perwakilan Kementerian Pertahanan RI DIY pada 18 Juli 2018 di Gedung Biro Umum Setda DIY.

 

Kegiatan yang diikuti 22 Perguruan Tinggi dan juga SMA/SMK/MA se-DIY ini, juga memutuskan Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta dan Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta sebagai juara kedua dan ketiga, sekaligus promosi sebagai Duta Bela Negara.

 

Bagi Dr. Dedi Pramono, M.Hum, Kepala Biro Kemahasiswaan dan Alumni (Bimawa) UAD Yogyakarta, kegiatan tahunan yang digelar Kementerian Pertahanan RI itu sangat bagus sekali. "Dirancang untuk memupuk pemahaman dan karakter cinta tanah air generasi muda," papar Dedi Pramono, Jum'at (20/7/2018), di Kampus 1 UAD Jl Kapas Yogyakarta.

 

Dikatakan Dedi Pramono, dengan pemahaman cinta tanah air, generasi muda dapat terhindar dari bahaya yang dapat merusak kecintaannya kepada negara.

 

Ditambahkan Danang Sukantar, M.Pd, Kepala Bidang Pengembangan Kemahasiswaan Bimawa UAD, kegiatan itu sangat positif bagi generasi muda untuk memotivasi serta memberikan pemahaman tentang pentingnya mencintai negara.

 

Dengan mengenakan jas almamater berwarna oranye, Akbar Asmar dan Vivi Lutfia -- keduanya mahasiswa Prodi Ilmu Hukum FH UAD semester 2 dan 4 -- mempresentasikan esai tentang rehabilitasi berbasis kampus sebagai upaya mewujudkan generasi sadar bahaya penyalahgunaan narkoba dan cinta tanah air setelah didampingi dan dibina Gatot Sugiharto, SH, MH, agar tampil maksimal.

 

Disampaikan Vivi Lutfia, negara Indonesia adalah negara yang berbudaya. "Dan negara yang berbudaya adalah negara dengan generasi yang sadar penyalahgunaan narkoba," kata Vivi Lutfia berasal dari Wonosobo, Jateng.

 

Sedangkan Akbar Asmar tidak hanya menyampaikan esai semata, tapi juga menyampaikan solusi untuk mengatasi penyalahgunaan narkoba.

 

Keduanya yang hanya berlatih selama 2 hari itu menyampaikan, Indonesia memiliki banyak tantangan yang dihadapi. "Salah satunya adalah penyalahgunaan narkoba," tandas Akbar Asmar, yang menambahkan pada tahun 2017 BNN menyatakan tingkat kematian akibat penyalahgunaan narkoba mencapai 11 ribu orang/tahun atau 40 orang/hari.

 

Seperti disampaikan Gatot Sugiharto, sang pembimbing, untuk mengikuti lomba itu terlebih dahulu harus menulis esai dan memiliki ketrampilan: menyanyi, puisi, bermain alat musik atau menari.

 

Setelah rampungkan esai selama 2 hari dengan kualitas dan orisinalitas tulisan serta uji oral selama 15 menit oleh juri, tim dari UAD masuk tiga besar.

 

Pada waktu itu, Akbar Asmar dan Vivi Lutfia setelah mempresentasikan, kemudian menampilkan kemampuan bakat dan seni nyanyi dan main gitar dengan lagu "Zamrud Khatulistiwa" yang dipopulerkan Chrisye.

 

Keduanya, seperti diakui Gatot Sugiharto, sempat mau mengundurkan diri. Tapi setelah lomba bisa menunjukkan ketrampilan yang dimiliki kepada juri, sesuai dengan bakat dan minat. 

 

"Orisinalitas karya yang logis dan sistematis serta keaslian gagasan dalam menciptakan sebuah solusi, membuat juri sangat kagum," kata Gatot Sugiharto, yang menerangkan tidak memberi beban apapun kepada mereka untuk bisa tampil maksimal dan mengembangkan diri. 

 

Masing-masing daerah perlu ada alternatif dalam rehabilitasi pengguna narkoba. Untuk itu, di kampus perlu dibuat konsep dan siapkan sarana berdasar kemampuan untuk rehabilitasi sosial. 

 

Raihan hasil yang dicapai UAD Yogyakarta, di luar dugaan. "Alhamdulillah, saya bangga bisa mewakili UAD," kata Akbar Asmar, yang sejak awal tidak menargetkan hasil yang muluk-muluk. "Itu hanya sebatas menambah ilmu dan pengalaman."

 

Sedangkan Vivi Lutfia menambahkan, hal itu hanya diniati mencari ilmu. "Tapi hasilnya adalah bonus," kelakar Vivi Lutfia, yang kelak akan berperan serta dalam kampanye pentingnya cinta tanah air Indonesia.

 

Keduanya tak henti-hentinya mengucapkan terima kasih kepada pembimbingnya, Gatot Sugiharto, yang bisa memunculkan kepercayaan diri mereka berdua sebelum ikut lomba. "Butuh orang yang mau dibentuk dan mau belajar," tandas Gatot yang diplomasinya sangat bagus. (Affan)

Berita Terkait