Koalisi Lsm Tolak Sosok Sekda Definitif Dari Luar Birokrasi Kota Bandu

 Wed,15 August 2018


Koalisi Lsm Tolak Sosok Sekda Definitif Dari Luar Birokrasi Kota Bandung

Indofakta 2018-07-20 11:40:19 Politik
Koalisi Lsm Tolak Sosok Sekda Definitif Dari Luar Birokrasi Kota Bandung

BANDUNG  - Simpang - siur siapa sosok yang akan duduk sebagai Sekda (Sekretaris Daerah) Kota Bandung makin memanas. Untuk itu Ridwan Kamil dan Walikota Bandung terpilih M. Oded Muhammad Danial harus konsekuen menggunakan hasil Seleksi yang telah dilakukan oleh Panitia Seleksi JPTP (Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama) yang telah memilih Kota Bandung pada tanggal 30 Mei 2018 lalu tanpa muatan lain di dalamnya. "Tolak Sosok Sekda yang berasal dari luar Kota Bandung." 

Melalui Statement yang disampaikan kepada indofakta.com (20/7/2018) menyatakan : "Koalisi Lsm se - kota Bandung yang dikomandoi Lsm Jarak dan Lsm Brantas menyampaikan bahwa, "kami menolak calon Sekda definitif dari luar birokrasi kota Bandung dengan alasan akan terjadi gesekan dengan sesama birokrasi senior di lingkungan Pemkot Bandung sehingga diduga akan menimbulkan ada gejolak tidak baik yang berkepanjangan. Dalam menyiapkan sosok seorang Sekretaris Daerah (Sekda), diduga telah terjadi intevensi dari pihak kubu Ridwan Kamil yang memaksakan sosok Sekda dari luar kota Bandung. selain ini tidak sesuai dengan yang disampaikan oleh Ridwan kamil kepada publik yang dalam statemennya akan menyerahkan sepenuhnya kepada Walikota terpilih.  

Sementara itu, menurut info yang terhimpun bahwa salah satu sosok calon Sekda saat ini terkait kasus korupsi di lingkungan Pemkot Cimahi dan perkaranya sedang ditangani oleh Kejari Cimahi dalam kasus jual beli tanah Negara meskipun yang bersangkutan saat itu masih sebagai saksi. 

Sekda itu Pejabat Tertinggi Birokrasi yang akan mendampingi Kepala Daerah khususnya di Kota Bandung ; tentu tugasnya akan sangat berat dan tentunya selain clear dari masalah hukum juga harus dipimpin oleh sosok seorang Sekda yang sudah mengenal betul wilayahnya. Artinya kader dari birokrasi Kota Bandung sebab sebelum masuk Perda dan berbagai macam kebijakan, dapur koordinasi, simpul koordinasi dan menyambungkan/menghubungkan birokrasi jajarannya dan pimpinan. Artinya Sekda adalah pelayan Kepala Daerah sehingga sangat rasional jika user Mang Oded (panggilan akrab Oded M. Danial, red) yang lebih dominan untuk memilihnya bukan orang lain yang tidak ada hubungannya," ujar Wanwan Aktivis Penggiat Anti Korupsi.

Menurutnya, pada akhir Mei 2018 lalu Panitia seleksi JPTP Sekda Kota Bandung mengeluarkan hasil seleksinya dan memberikan ranking Nomor Urut Satu dengan score (88) atas nama Ema Sumarna, kemudian urutan kedua atas nama M. Salman Fauzi (81,818) dan (79,14) atas nama Benny Bachtiar itu sudah jelas. Jadi jabatan Sekda ini jangan ditarik kepada kepentingan politik maupun kepentingan pribadi, jika memang mau menuju perubahan lakukan secara profesional sesuai dengan hasil seleksi," tuturnya.

Hal senada disampaikan oleh Lsm Jarak dan Lsm lainnya. Saat dihubungi melalui ponselnya, kedua lsm tersebut menyatakan akan melakukan aksi penolakan bila Walikota Bandung menetapkan di luar nama teratas dari hasil seleksi PJTP. "Kami minta Ridwan Kamil dan Walikota Bandung terpilih konsekuen atas hasil seleksi, ujar Wanwan Mulyawan dari Lsm Brantas. Demikian juga dengan Lsm Jarak yang dikomandoi Asep Irwan menyatakan, "hormati hasil kerja Pansel karena Pansel JPTP adalah bagian dari wajah Kota Bandung dan sudah bekerja secara profesional, "tegasnya. (Y CHS).

Berita Terkait