ASN Diminta Tidak Ikut Berpolitik Praktis

 Wed,15 August 2018


ASN Diminta Tidak Ikut Berpolitik Praktis

Indofakta 2018-07-17 18:56:40 Politik
ASN Diminta Tidak Ikut Berpolitik Praktis

SIMALUNGUN  -- Saat ini telah dimulainya tahapan pendaftaran para calon legislatif (Caleg) untuk mencari perwakilan di DPRD Kabupaten, Provinsi, Pusat maupun dewan perwakilan daerah (DPD). Esklasi politik mulai meningkat yang dilanjutkan dengan calon presiden dan wakil presiden yang setiap hari menghiasi pro dan kontra di media cetak maupun media sosial.

   

Menghadapi situasi ini, dimintakan kepada aparatur sipil negara (ASN) dijajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Simalungun untuk tidak ikut berpolitik praktis, karena seorang ASN tidak boleh berpolitik dan harus dapat memberikan kesejukan, mana kala diperlukan untuk mempertahankan persatuan dan kesatuan yang tergabung dalam NKRI.    

   

Hal itu disampaikan Bupati Simalungun dalam pidato tertulisnya yang dibacakan oleh Wakil Bupati Ir H Amran Sinaga MSi saat bertindak sebagai pembina upacara pada hari kesadaran nasional (HKN) di Kabupaten Simalungun di halaman Kantor Bupati Simalungun, Pamatang Raya, Kabupaten Simalungun, Selasa (17/7)sekira Jam 08.00 wib.

  

Dismping itu, Bupati mengingatkan perihal upaya peningkatan disiplin melalui absensi kehadiran ASN dalam bekerja, ini terkait juga dengan sanksi dan penghargaan bagi ASN, yang mengacu kepada PP Nomor 53 Tahun 2010, dan guna mewujudkan serta mendunkung reformasi birokrasi sesuai dengan Perpres RI Nomor 81 tahun 2010 tentang Grand design reformasi birokrasi 2010-2025.

  

 “Sebagai  pegawai negeri kita harus bangga dan bersyukur, karena tidak semua  orang dapat diterima sebagai PNS, banyak saudara-saudara kita yang berkeinginan jadi PNS tapi tidak punya kesempatan,”katanya.

    

 Lanjut Wakil Bupati bahwa masyarakat  telah menunggu sentuhan pelayanan dan pembangunan mulai dari  pelayanan kesehatan, pendidikan, pembangunan infrastruktur dan peningkatan ekonomi disektor jasa, usaha produksi di bidang  pertanian, peternakan dan perikanan termasuk di dalamnya parawisata yang mendorong meningkatnya sektor riil di Kabupaten Simalungun.

   

 “Untuk itu diperlukan sinergitas antar sesama pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) untuk dapat memadukan programnya masing-masing sehingga mempermudah sasaran pembangunan yang ingin dicapai. Jangan mempertahankan ego sektoral, tapi menjadilah sebagai team work Pemkab Simalungun yang handal,”sebutnya.

   

Dalam pidato tertulisnya itu, Bupati juga menyampaikan bahwa Pilkada Gubernur dan Wakil Gubernur telah selesai dan berjalan dengan baik, secara demokratis dan partisipasi pemilih ± 61,5 %, tanpa hambatan dan masalah yang serius.

  

“Terima kasih kami ucapkan terimaksih kepada seluruha ASN dan perangkat  nagori yang sudah membantu terselenggaranya pemilihan gubernur dan wakil gubernur pada tanggal 27 juni 2018 yang lalu. Bila ada pilihan yang berbeda sebelum terleksananya pemilihan itu adalah bagian dari demokrasi. Namun kita tidak boleh berkotak-kotak dan bahkan mengarah pada perpecahan yang dapat merugikan kita sendiri,”himbaunya.

    

Pantauan dilokasi, pelaksanaan upacara HKN di Kabupaten Simalungun ditandai dengan Pengkibaran bendera merah putih oleh anggota Satpol PP yang diiringi lagu kebangsaan Indonesia Raya, dilanjutnya dengan hening cipta dan pembacaan teks pancasila oleh pembina upacara.

   

Sementara itu pembacaan pembukaan UUD 1945 dan pengucapan Panca Prasetya Korps Pegawai Republik Indonesia, masing-masing dibawakan oleh staf Dinas Tenaga Kerja. Bertindak sebagai pimpinan upacara Adalah Kadis Tenaga Kerja Saudin Gurning SH dan perwira Upacara Ir Debora Hutasoit MSi. Upacara tersebut diikuti oleh ASN dijajaran Pemkab Simalungun dan dihadiri oleh para pimpinan OPD.(Gir)

 

 

 

Berita Terkait