Wed,19 September 2018


Dituduh Pelihara Begu Ganjang Nainggolan Gondrong Bonyok Dihakimi Massa

Indofakta 2018-07-11 21:05:57 Daerah
Dituduh Pelihara Begu Ganjang Nainggolan Gondrong Bonyok Dihakimi Massa

SIMALUNGUN -- Kabupaten Simalungun, Kecamatan Dolok Panribuan mencekam, seorang pendatang pria gondrong nyaris tewas dihakimi massa karena diduga ikut memelihara begu ganjang. Zaman sekarang masih ada juga orang mempercayai begu ganjang, padahal era ini sudah zaman modern yang pada hakikatnya sudah meninggalkan penyembahan berhala.

  

Dituduh pelihara begu ganjang Wasda Nainggolan (27) warga Sungai Tiram Kelurahan Papago, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara bonyok dihakimi massa di dusun Siatasan Nagori Siatasan, Kecamatan Dolok Panribuan, Kabupaten Simalungun, Rabu (11/7) sekira jam 03.00 wib.

  

Tidak hanya itu dua rumah semi permanen milik namboru Wasda, Mama Meri boru Nainggolan hancur dirusak massa dan dua kereta milik Hasmaron Sidabutar dan milik Daniel Sidabutar hangus terbakar.

  

Diketahui kejadian tersebut berawal korban Wasda Nainggolan orang pendatang itu berada di dalam rumah namborunya Mama Meri boru Nainggolan. Melihat kehadiran korban, warga sekitar merasa curiga.

   

kemudian gamot Siatasan Jimmi Sirait mendatangi rumah Mama Meri boru Nainggolan dan menanyakan identitas korban, jawabannya korban memberi keterangan bahwa pemilik rumah tersebut adalah namborunya.

  

Lalu gamot menerangkan bahwa kedatangannya untuk mengkalirifikasi isu bahwa pemilik rumah tersebut yakni Mama Meri boru Nainggolan ada pelihara begu ganjang. Setelah menjelaskan kedatangannya gamot tersebut langsung pulang ke rumahnya.

  

Berselang beberapa meni,t massa beramai-ramai mendatangi rumah namboru korban dan mengajak korban serta namborunya Mama Meri boru Nainggolan ke warung marga Sitio untuk membicarakan isu tentang begu ganjang tersebut.

  

Setelah selesai pembicaraan, korban dan namboruny pun pulang ke rumah Mama Meri boru Nainggolan, namun tiba-tiba massa datang kembali dan menyeret korban dari dalam rumah serta memukuli korban sembari mengikat korban dengan tali.

   

Belum puas menghakimi korban, emosi massa meninggi langsung merusak dua rumah semi permanen serta barang-barang yang ada di dalamnya. Bahkan dua unit kereta milik namborunya hangus di bakar massa.

  

Beruntung beberapa personil Dolok Panribuan bergerak cepat menuju lokasi untuk melakukan pengamanan, seketika itu massa langsung membubarkan diri menuju tempat persembuyiannya, lalu petugas membawa korban menuju puskesmas terdekat untuk mendapat perawatan medis.

   

Kapolsek Dolok Panribuan AKP Sabar Pinem saat dikonfirmasi melalui selulernya, rabu (11/7) sekira jam 08.00 wib membenarkan kejadian tersebut, “benar, korban sudah membuat laporan pengaduan tentang pengerusakan dan penganiayaan secara bersama-sama, Pengaduannya sudah kita terima namun masih dalam proses penyidikan,”ujarnya.

   

Masih AKP Sabar Pinem mengatakan bahwa pihaknya akan memanggil sejumlah saksi-saksi untuk dimintai keterangannya setelah itu akan mengungkap para pelaku.

   

“Kita akan memanggil saksi-saksi, Kemudian menyidiki para pelaku yang terlibat. Apabila terbukti bersalah maka para pelaku dijerat Pasal  406 KUHP tentang pengerusakan dan Pasal 170 KUHP tentang penganiayaan secara bersama-sama,” pungkas perwira balok tiga emas di pundaknya itu. (Gir)

 

Berita Terkait


 Terbaru