Tue,17 July 2018


5 Bulan Tak Ada Kabar, Suami Nikah Lagi Boru Pasaribu Melapor

Indofakta 2018-07-09 20:23:32 Hukum / Kriminal
5 Bulan Tak Ada Kabar, Suami Nikah Lagi Boru Pasaribu Melapor

SIMALUNGUN  -- Lima bulan tak ada kabar, Suami nikah lagi, korban Anita Glona Pasaribu (31) sebagai istri sah, warga Perumahan Grand Bonista Perdagangan, Kecamatan Bandar, Kabupaten Simalungun ini terpaksa melaporkan suaminya, Frans Raja Ali (32) ke Polres Simalungun Minggu (9/7) sekira Jam 10.00 wib.

   

Diketahui awal kejadian tersebut pada bula Januari 2018 lalu sekira jam 14.00 wib, pelaku Frans Raja Ali pamit kepada korban dengan alasan untuk mengantar neneknya ke Desa Sunggam, Kecamatan Padang Bolak, Kabupaten Padang Lawas.

   

Namun sampai hari ini pelaku tidak pulang kerumah untuk tinggal bersama korban di Perdagangan. Merasa aneh, korban bersama kedua anaknya berangkat ke desa Pamutaran, Kecamatan Padang untuk mencari informasi tentang keberadaan suaminya.

   

Setelah tiba di desa tersebut, korban pun menjumpai kepala desa (Kades) Pamutaran bermarga Harahap, menurut keterangan Kades tersebut bahwa pelaku Frans Raja Ali sudah menikah dengan penduduk desa Pamutaran bernama Herawaty Harahap.

   

Mendengar keterangan Kades tersebut, korban bagaikan disambar petir, hatinya hancur berkeping-keping karena selama ini ia sangat setia kepada suaminya ternyata menikah lagi dengan wanita lain.

   

Merasa penasaran, korban bersama dua anaknnya itu pun mendatangi rumah Herawaty Harahap dan bertemu dengan ibu kandungnya. Dari penjelasan ibu kandung Herawaty Harahap membenarkan bahwa pelaku sudah menikah dengan putrinya sekira bula Mei 2018 lalu.

    

Atas kejadian tersebut, korban sebagai istri sah merasa keberatan dan malu kepada keluarga sehingga memutuskan menempuh jalur hukum dengan melaporkan kejadian tersebut kepada pihak yang berwajib.

   

Kasat Reskrim Polres Simalungun, AKP Poltak YP Simbolon SIK saat dikonfirmasi melalui selulernya, Senin (9/7) sekira Jam 15.00 wib, membenarkan kejadian tersebut.

   

“Laporan pengaduan korban sudah kita terima, namun masih dalam proses penyidikan.Kita masih memintai keterangan saksi-saksi untuk dimintai keterangannya,”sebutnya.

  

Masih AKP Poltak YP Simbolon menerangkan bahwa pihaknya berupaya untuk mengungkap pelaku setelah mengumpulkan data yang lengkap.”Setelah data sudah lengkap, kita akan ungkap. Apabila terbukti bersalah pelaku dijerat UU RI No 23 tahun 2004 tentang kekerasan dalam rumah tangga (KDRT),”ucap perwira balok tiga emas dipundaknya itu. (Gir)

 

 

    

 

Berita Terkait